
Jabal Omar Hyatt regency
makkah
Setelah liburan dari Jepang pada akhirnya Gao dan Ayana langsung pergi melakukan umroh bersama, planning sejak dulu yang sempat tertunda berkali-kali karena jutaan halangan yang terjadi akhirnya terlaksana juga.
Hari pertama tiba mereka langsung beristirahat ke hotel untuk mendapatkan istirahat yang cukup dan memastikan tubuh benar-benar fit.
Setelah membersihkan tubuh, Ayana langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, sedangkan Gao masih sibuk membenahi barang-barang mereka.
"Sayang, tinggalkan saja"
ucap Ayana pelan dengan bola mata yang mulai mengantuk.
"Besok subuh baru aku bereskan hmm"
GO tampak tersenyum, mendekati Ayana kemudian mencium lembut pipi ayana.
"Sebentar lagi, istirahat lah lebih dulu"
Bisik nya pelan
"Aku benar-benar mengantuk dan lelah"
"He em, istirahat lah"
Gao kembali mengelus lembut wajah ayana.
Pada hari ke 2 mereka langsung mengunjungi makam Rasulullah, kemudian berlanjut belanja pernak-pernik untuk oleh-oleh para keluarga dan sanak famili Ayana juga Gao serta teman-teman lainnya.
__ADS_1
Pada hari ketiga mereka di ajak keliling Madinah sambil dijelaskan mengenai sejarah Rasulullah SAW seperti ketika berada di goa Hira
Pada hari ke empat lanjut melakukan tawaf dan sa'i
Gao memeluk hangat tubuh Ayana, mencium puncak kepala sang istri begitu hangat, kemudian mematrikan sejuta harapan dan doa sejak kemarin pertama kali tiba disana.
Dilanjutkan pada hari ke lima ke enam mereka melakukan serangkaian ibadah kepada Allah SWT, terus sambil mematrikan sejuta doa sambil mengelilingi ka'ba
Pada hari kedelapan mereka berada di kota suci Mekkah, Melakukan ibadah umroh yaitu ibadah perpisahan, para jamaah umroh akan mengelilingi Ka'bah sembari memanjat doa. Ketika sudah selesai para jamaah akan kembali ke bandara kemudian kembali ke Indonesia.
Pada hari ke sembilan mereka benar-benar telah kembali ke indonesia dan disambut oleh keluarga di Indonesia.
**********
Pada akhirnya mereka benar-benar telah tiba di Indonesia, setelah perjalanan panjang hampir 2 bulan dari paris-jepang-mekkah-indonesia.
Kalau ditanya bagaimana rasanya tubuh Ayana, jelas luar biasa lelah, letih dan entah apa lagi.
Belum lagi di keesokan harinya mereka masih harus melakukan acara bakti sosial di salah satu panti asuhan di Jakarta.
__ADS_1
Gao sebenarnya agak was-was melihat kondisi tubuh Ayana, tapi ayana bilang setelah ini mereka langsung kembali ke apartemen untuk beristirahat.
tapi ditengah-tengah acara tiba-tiba Ayana merasa kepalanya berputar-putar, dia mencari sosok Gao namun berada terlalu jauh dari jangkauan nya, seketika tubuhnya terasa ringan dan lelah, tangan kanannya mencoba memegang Tante byby nya.
"Sayang, ada apa?"
jelas saja istri om Jerry, saudara kandung papa nya itu langsung mengerut kan dahinya, menyentuh wajah Ayana yang tampak memucat.
"Astagfirullah hul'adzim, gaooo.."
Teriakan panik dari sang Tante membuat geger seluruh penghuni panti asuhan, semua orang jelas terkejut menoleh ke arah mereka, Seketika tubuh Ayana tumbang didalam pelukan sang Tante, Gao yang melihat itu jelas melesat dengan panik ke arah mereka.
"Sayang...sayang..."
dan kegegeran pecah begitu saja, kepanikan jelas terlihat dimana-mana, tanpa pikir panjang Gao meraih tubuh kecil itu kemudian dengan cepat membawa nya melesat dari sana Menuju ke rumah sakit terdekat.
*********
Saat sadar Ayana sudah berada di dalam ruangan rumah sakit, mama Ayudia sudah duduk tepat dihadapan nya, menatap penuh ke khawatiran ke arah Ayana.
"Ma?"
"Kamu pingsan sayang"
Ayana tampak diam, dia fikir yah selama 2 bulan ini terasa begitu luar biasa.
"Dimana Gao?"
Mama Ayudia melirik ke arah pintu depan, tampak Sang suami tengah bicara begitu serius bersama pamannya, ekspresi Gao jelas begitu serius, tidak bahagia, tidak marah, tidak kesal juga tidak bersedih. ekspresi itu jelas terlihat begitu serius, tiba-tiba Gao menoleh ke arah nya, lantas tersenyum kemudian kembali bicara serius ke arah paman Ijal nya.
"Apa ada suatu hal yang buruk terjadi ma?"
tanya Ayana pelan
sang mama tampak menggelang.
"Mama juga belum tahu, tapi sejak tadi mereka 3 kali mondar-mandir ke laboratorium"
Ayana berusaha menelan salivanya, berfikir apakah ada hal buruk yang terjadi?.
"Jangan khawatir, InsyaAllah semua akan baik-baik saja"
ucap mama ayudia pelan sambil mengelus lembut wajah nya.
Entahlah, Ayana hanya merasa khawatir saat melihat ekspresi serius dari wajah Gao, setahu dia Gao tidak pernah memasang wajah seperti itu sebelumnya.
__ADS_1
Sejumput kekhawatiran jelas menghantam perasaan Ayana,dia fikir apakah ada yang tidak beres dengan kesehatan nya?