Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Rindu bertalu-talu


__ADS_3

...Mansion utama hillatop...


Saat Ayana baru keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi, tampak layar ponsel Ayana berkedip-kedip beberapa waktu, dengan gerakan refleks Ayana melihat ponselnya, tampak sebuah nama terpampang indah disana.


my husband


Ayana tersenyum lebar saat sebuah pesan masuk ke handphone nya, itu Gao.


Sayang


Angkat telepon nya sayang, apa kamu mengabaikan ku???


kemudian ponselnya kembali berdering, dengan gerakan cepat Ayana mengangkat nya


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsallam"


terdengar sahutan di seberang sana


"Kamu mengabaikan panggilan ku, 12 kali sayang"


Nada bicara Gao terdengar sedikit kesal


Ayana tertawa renyah


"Aku baru habis mandi"


"oh aku fikir kamu mengabaikan ku"


"Aku tidak mungkin melakukan nya, itu akan menjadi dosa besar karena seorang istri mengabaikan suami nya"


"Baiklah"


"Katakan, ada apa?"


Uppsss dia fikir itu merupakan pertanyaan yang cukup salah


"Apa harus ada alasan untuk menghubungi istri ku sendiri sayang?"


Suara Gao terdengar sedikit merajuk


tuh kan


Ayana mengembangkan senyumnya, dia fikir bagaimana rupa Gao saat marah atau ngambek dalam sosok aslinya.


"Baiklah aku tutup panggilan nya"


Ayana terkejut


dia benar-benar marah


"Sayang, bukan seperti itu"


Ucap Ayana cepat


"Katakan pada ku, dimana kamu sekarang?"


Gao tampak diam, menghela nafas nya kasar


"Di jalan, akan kembali ke apartemen"


"Kembali ke apartemen?"


"hmm"


"Aku fikir kamu masih di mansion"


"Tidak, aku akan jadi zombie jika tinggal disana sendirian tanpa siapapun"


"Hati-hati menyetir nya"


"Hmm.."


Gao ber Hm ria


"oh sayang aku benar-benar ingin menemui mu"


rengekan Gao terdengar begitu manja dibalik telinga Ayana, terdengar sangat manis sekali.

__ADS_1


"Ini baru hari pertama"


"Kita benar-benar batal pulang ke Indonesia lebih cepat"


"Bukan masalah, bukan kah kita juga harus menyenangkan hati mommy?"


“Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita –setelah hak Allah dan Rasul-Nya- daripada hak suami” (Majmu’ Al Fatawa, 32: 260)


"Dan satu-satu nya hak suami ku adalah mommy bukan? Menyenangkan hati mertua merupakan salah satu pahala tidak terhingga"


lanjut Ayana


"Hmm"


Gao hanya berdehem


"Kami akan ke apartemen bibi shaikha besok"


"sepertinya aku harus menculik mu besok"


goda Gao


"Isshhh itu akan membuat mommy marah"


"Baiklah aku akan menyusul kesana besok"


"Sayang, aku akan di anggap mengadu"


ucap Ayana cepat berusaha mencegah, jelas dia berusaha menolak secara halus.


Gao tampak diam


"Oh sayang, baru kali ini hidup ku sesulit ini. Apakah mencintai mu begitu rumit? masa ingin ketemu istri sendiri harus menggunakan tak tik? oh sayang"


Ayana terkekeh


"Aku benar-benar ingin menculik mu malam ini juga"


"Maka dapat dipastikan mommy akan menghajar mu Gao"


Gao balik terkekeh


"Hmm"


"Sayang"


"Sayang"


"iya Gao"


"Sayangggg"


Ayana kembali terkekeh, dia tidak tahu suami nya ternyata sebegitu manjanya


"I love you"


Ayana menarik nafasnya pelan


"love you too"


"Aku ingin bertemu dengan mu sekarang"


"Kemarilah"


Ayana menggoda


"Aku orang yang nekat"


Gao tertawa renyah


"Aku benar-benar akan kesana sekarang"


jelas saja Ayana kaget


"Gao jangan bercanda"


"Hmm aku benar-benar sudah di sini"


"What?"

__ADS_1


seketika Ayana menaikkan alisnya


"Lihat ke bawah sayang"


Ayana celingukan menuju ke jendela kaca besar di sudut kamar, melongok ke bawah mencari sosok Gao, benar saja matanya terbelalak, di halaman luas dengan hamparan rerumputan tertutup salju di malam hari, Gao membentuk kedua tangannya di atas kepala, membentuk gambar hati sambil berkata


"I love you"


Ayana terkekeh


"Come, turunlah"


ucap nya cepat, meminta Ayana turun melewati tangga depan kamarnya yang menuju langsung ke arah samping.


Ayana dengan cepat menutup ponselnya, berlarian turun dengan perasaan tidak menentu, mendekati Gao yang tangannya sejak tadi siap menerima uluran tangan Ayana.


"Gao katanya kamu dijalan"


"Memang dijalan menuju kemari"


"Ishh"


Ayana bicara sambil mencubit pelan perut laki-laki itu


"Awwh sayang itu menyakitkan"


Ayana terkekeh pelan


"Kalau mommy lihat bagaimana?"


dia menatap bola mata sang suami


"Maka kita bisa melarikan diri sama-sama, biar seperti di film-film, Buat judul anak menculik menantu di depan orang tuanya"


Ayana menaikkan alis nya


"Bagaimana juga itu cerita nya?"


Gao terkekeh geli


"aku serius"


"Aku juga serius"


Dalam sepersekian detik dia malah bengong


"Oh sayang, ekspresi mu terlalu serius"


ucap Gao mengagetkan dirinya, sambil meraih lembut tangannya lantas menuntun Ayana mendekati dirinya, menarik pinggang sang istri dengan lembut hingga menempel ke tubuhnya.


"ini jalan-jalan romantis kita"


bisik nya sambil mencium lembut pipi kanan Ayana


"Ah..?"


"Aku akan membawa mu ke suatu tempat"


"Gao.. bagaimana jika mommy mencari ku?"


Gao meletakkan jari telunjuknya di bibir Ayana


"Aku sudah menghubungi Mommy, look"


tunjuk Gao kemudian ke arah lantai atas. Ayana mendongak, tampak mommy Nadya melambaikan tangannya.


"kembali sebelum tengah malam"


teriak mommy Nadya


"Siap mommy"


teriak Gao cepat


"Mommy tidak benar-benar membuat kita puasa bertemu"


Ayana tampak curiga


"Kamu pasti menggunakan trik untuk membuat mommy mengubah pendirian nya?"

__ADS_1


seketika Gao terkekeh, lantas dengan cepat 2 telapak tangannya menyentuh wajah Ayana, dengan lembut menautkan bibir mereka di tengah salju yang turun secara berlahan.


__ADS_2