
Gaohan jelas terlihat panik karena Ayana tiba-tiba menghilang ketika sang istri tengah bermain sky.
"Aku bilang temukan istri ku sekarang juga"
teriak gaohan penuh amarah
"Dan kau.."
brakkk
Gao mendorong salah satu pengawal nya Kedinding dengan begitu kasar hingga terdengar suara dentuman yang sangat menyakitkan, pria itu meringis kesakitan apalagi saat lengan Gao menghimpit lehernya dalam seketika dia mulai kehilangan nafasnya.
"aku sudah bilang lihat dia selagi aku pergi breng..sek.., tapi kau malah kehilangan istri ku"
gaohan benar-benar marah, matanya menampakkan kilatan paling mengerikan bagi siapapun yang memandang, dalam sekali hentakan bisa dipastikan jika laher pria itu bisa patah hanya dalam sekali gerakan.
"Jika terjadi sesuatu padanya, maka aku pastikan kalian semua benar-benar akan aku habisi tanpa sisa termasuk orang-orang yang kalian sayangi"
rahang nya benar-benar mengeras, giginya beradu dengan kemarahan yang semakin memuncak.
"Gao, sadarlah"
bahkan tidak ada seorang pun yang dapat menurunkan tingkat emosionalisme nya ketika laki-laki itu tengah marah, kecuali mommy nya.
"Gao kau bisa membunuhnya,lepaskan lenganmu dari pria itu"
Zoe terus mencoba mengingatkan nya
tapi Gao seakan-akan kehilangan kesadaran nya
"Gao.."
bukannya mereda, telapak tangan Gao satunya malah dengan gerakan cepat mencekik leher Zoe
"Gao"
Zoe tampak terkejut, Seketika cekikan itu terasa begitu menyakitkan, dia lihat wajah pria dihadapan mereka semakin memerah, nafasnya mulai menghilang secara berlahan, 4 pria lainnya mualai mundur secara berlahan, takut jika-jika yang berikut nya merasakan kemarahan itu adalah salah satu dari mereka.
"Gao, kita akan menemukan Ayana"
Zoe bicara kencang ke arah gaohan, mencoba menyebut nama Ayana di balik telinga nya sambil menahan sakit di lehernya.
__ADS_1
tapi tetap tidak berhasil
ini celaka fikir Zoe,jika terlambat pria itu bisa benar-benar kehilangan nyawanya dan dia pun bisa celaka,namun tiba-tiba dari arah pintu masuk Frey menerobos masuk dan
plakkk
sebuah tamparan mendarat di wajah Gao
"Kakak"
teriakan Frey menyadarkan kegilaan Gao
"Kita akan menemukan kakak ipar, kendalikan diri mu, bagaimana jika kak Ayana melihat kelakuan mu? dia pasti akan kecewa"
Frey tampak marah, Seketika Gao tersadar lantas melepaskan lengannya dari pria dihadapannya itu dan cengkeraman nya dari zoe, dalam secepat kilat pengawal lainnya meraih tubuh temannya itu yang terbatuk-batuk berkali-kali. Zoe mencoba menarik nafasnya sejenak, memegang lehernya yang terasa begitu menyesakkan.
"Temukan istri ku dalam 2 jam, jika lebih dari itu aku akan membunuh satu persatu dari kalian hingga istri ku ditemukan"
teriaknya penuh amarah kemudian dalam gerakan cepat dia meraih pistol yang ada di atas meja, mengokang nya dengan cepat dan mengarahkan pada salah satu pria itu
"Dan jika sesuatu terjadi pada istri ku, bahkan meski hanya tergores 1 goresan saja di tubuhnya, maka dapat aku pastikan peluru di pistol ini akan bersarang di kepala kalian satu persatu"
5 pria itu menundukkan kepala mereka, kemudian dalam hitungan detik melesat pergi tanpa basa-basi, sambil salah satunya masih berjalan dengan terhuyung-huyung karena merasa sesak dan sakit dilehernya.
Gao menatap kesal ke arah Zoe
"Pastikan hari ini aku tidak melesatkan peluru ku pada kepala siapapun hari ini termasuk kepala mu"
Setelah berkata begitu, Gao melesat keluar mencoba mencari ke arah mana Ayana menghilang
Frey menoleh ke arah Zoe sambil menatap kesal wajah laki-laki itu
"Bagaimana kalian bisa kehilangan kakak ipar?"
Zoe hanya mampu menarik nafasnya kasar
"Aku bersama Gao, mereka yang mengikuti Ayana"
"Benar-benar tolol"
umpat Frey kesal kemudian maju dengan cepat, menyentuh leher Zoe secara berlahan.
__ADS_1
"ini memerah dan terluka"
ucapnya kemudian mencoba mencari sesuatu di laci, biasanya di resort Courchevel mereka bisa menemukan obat-obatan fikir frey. Saat menemukan apa yang dicari dengan gerakan cepat Frey mencoba mengobati leher Zoe
"Aku tidak apa-apa"
Zoe mencoba menghindar
Frey tampak kesal
"Bisakah kamu diam? "
"Aku benar-benar baik-baik saja"
tanpa peduli ocehan zoe,Frey dengan cepat menahan leher laki-laki itu.
"Ini hanya sebentar"
ucap kemudian mendekati dirinya ke leher Zoe, mengoleskan secara berlahan obatnya.
seketika Zoe kehilangan kata-kata, hanya bisa menatap wajah Frey yang jaraknya begitu dekat dengan dirinya, sejenak dia menghirup aroma lembut rambut gadis itu, Seketika perasaan nya menjadi kacau balau, pada akhirnya dia fikir gadis ini semakin lama semakin mengikis jarak di antara mereka.
Acapkali ingin sekali dia menyentuh tangan Frey, menyentuh wajahnya atau bahkan memeluk nya, ini gila hingga akhirnya dia mengikis semua rasa dengan terus menjahui gadis ini sejak dulu.
******
Tanpa Ayana sadari seseorang dengan sengaja mengacaukan jalan nya hingga dirinya tersesat, Ayana tampak kebingungan sebab dia nyaris tidak menemukan jalan, dia benar-benar tersesat.
"Gao...gao.."
dia mencoba meneriaki nama sang suami berkali-kali
"Gao.. "
seketika dia melihat bayangan seseorang mulai mendekati nya, Ayana fikir mungkin itu Gao, dia mencoba mendekati bayangan itu, namun dalam hitungan detik seolah-olah dia sadar apa yang dilihatnya bukan seperti yang dia harapkan.
Seorang laki-laki muncul dihadapan sambil membuka berlahan penutup wajahnya, menatap wajah Ayana dengan senyuman iblisnya, secara berlahan berjalan semakin mendekati Ayana.
Sejenak Ayana terdiam, tiba-tiba tubuhnya meremang, dia mencoba mundur beberapa langkah, menoleh ke kiri dan ke kanan, benar-benar tidak ada 1 manusia pun yang melewati area itu sejak tadi.
"Maaf, tuan.."
__ADS_1
ucapnya dengan nada bergetar