
"Nah ini nih yang culik Mamih," ucap Revan yang melihat kedua orang tuanya baru keluar dan baru selesai membersihkan diri sehabis melakukan surga dunia.
Tuan Raditya mengernyitkan dahinya ia tak mengerti dengan kata-kata sang putra yang selalu menuduhnya jadi tersangka penculikan itu.
"Ada apa?" tanya Tuan Raditya yang bingung dan ia pun mulai penasaran. Tapi, tidak dengan Rembulan ia hanya cekikikan karena ia yang sudah lari dari tempat tidur itu dan menghampiri suaminya yang tidak tahu apa-apa.
"Kamu kenapa ketawa?" tanya Tuan Raditya yang melihat sang istri yang tertawa entah ada yang lucu pikirnya.
"Papih nih yang culik Mamih terus," tuduh Revan yang cemberut, saat ia terbangun pasti Mamihnya tidak ada dan itu membuatnya kesal.
"Papih yang menculik?" tanya Tuan Raditya pada dirinya sendiri sambil menunjuk dirinya.
"Iya, itu Mamih ada sama Papih," sahut Revan, ia tetep akan menuduh sang Papih yang nyatanya Mamihnya ada bersama Papih nya.
"Eh, kok gitu? Papih tuh gak pernah culik Mamih ya, Mamih yang datang sendiri," bela Tuan Raditya yang tahu maksud dari perkataan putranya itu dan ia semakin curiga melihat tingkah laku istrinya itu selalu tertawa.
"Bohong, Papih bohong kan. Pokonya Papih gak boleh dekat-dekat dengan Mamih. Titik." ucap Revan yang memantapkan Mamihnya menjadi miliknya ia tak perduli jika sang Papih tak suka dengan keputusannya.
"Gak bisa kayak gitu dong, itu Mamih milik Papih juga, dia juga istrinya Papih loh." balas Tuan Raditya yang tak terima, ia baru saja merasakan surga dunia dan sekarang harus berhenti karena putranya itu tak mungkin terjadi.
"Sudah-sudah, ngapain pada debat terus sih. Dan kamu, Mas. Malu tahu tak mau ngalah sama anak sendiri," cegah Rembulan, ia sudah pusing mendengar perdebatan antara ayah dan anak selalu merebutkan dirinya.
__ADS_1
"Yuk Tuan muda kita siap-siap, sebentar lagi kita berangkat sekolah." sahut Tata yang tak kalah pusing saat mendengar semua itu dan ia lebih baik menjadi pendengar yang baik atau tidak ia akan pergi meninggalkan kekacauan itu.
Rembulan menghampiri putranya yang masih cemberut, ia seperti tak semangat lagi untuk siap-siap pergi ke sekolah.
"Revan belum mandi?" tanya Rembulan, ia akan merayu putranya untuk siap-siap dan pergi sekolah.
Revan pun menggelengkan kepalanya, dari kemarin ia sudah merencanakan sesuatu dan paginya sudah gagal karena tak adanya Mamihnya di sisinya.
"Mau Mamih temenin mandinya dan bersiap-siap," tawar Rembulan dengan ini putranya akan mau dan tak cemberut lagi.
Revan tak menjawab, ia masih memikirkan tawaran Mamihnya itu dan melirik kearah Papih nya yang sama dengannya sedangkan melihatnya.
Tanpa menjawab Revan pun menarik tangan Mamihnya menuju lantai dua di mana kamar tidurnya yang bersebelahan dengan kamar Papih nya itu.
Revan yang mandi sendiri dan Rembulan pun menyiapkan beberapa perlengkapan sekolah putranya dari mulai pakaian dan berbagai perlengkapan lainnya. Ia akan menunggu putranya selesai mandi dan memakaikan bajunya tanda meminta maaf karena telah meninggalkan dirinya sendiri.
Ceklek...
Revan keluar dengan tubuh yang segar sehabis mandi ia menghampiri Mamihnya yang masih menunggunya di pinggir ranjangnya.
"Sini, biar Mamih pakai kan ya," titah Rembulan yang mulai memakaikan seragam sekolahnya, ini pertama kalinya mengurus buah hatinya selama 10 tahun tak bertemu dan ia pun begitu sedih. Rembulan pun tak terasa menitikkan air matanya karena tak bisa menjadi sosok ibu yang sempurna bagi putranya itu.
__ADS_1
"Mamih kenapa? Kok nangis, apa Revan nakal?" tanya Revan yang begitu khawatir dan ia pun menghapus air matanya di pipi mulus Mamihnya.
Rembulan pun tersenyum dan memeluk putranya itu setelah memakaikan pakaiannya.
"Maafkan Mamih ya, Van. Mamih janji mulai sekarang Mamih tak akan meninggalkan Revan lagi," ucap Rembulan yang mengusap punggung putranya dengan lembut, andai ia bisa mengingat dan kembali ingatannya mungkin ia akan mengurus putranya dari bayi hingga sekarang.
Revan mengangguk dan membalas pelukan Mamihnya itu, ia yang begitu merindukan sosok ibu kandungnya walaupun bibi Ta selalu menjadi pengganti dari semua yang di lakukan oleh ibu pada anaknya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Mamih janji ya.. jangan tinggalkan Revan lagi....