Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 37


__ADS_3

"Gugur kan? Maksud mu aku harus membunuh anak ku sendiri, iya?" tanya Siska sedikit membentak ia begitu kaget dengan keputusan Chiko untuknya.


"Jangan kaget gitu, Siska. Sudah ku katakan gugurkan kandungan itu, jangan membantah, apa kamu tidak takut konsekuensinya yang kita lakukan jika kakak ku tahu perbuatan kita," ucap Chiko terus menerus memaksa Siska untuk menggugurkan kandungannya.


"Aku gak mau, ini anak ku darah daging mu juga," tolak Siska yang tak mau mengambil keputusan yang membuat ia tak mungkin membunuh anak sendiri. Walaupun ia kurang baik tak seperti wanita lain tapi ada rasa kasihan dan tak tega jika ia sampai kelakuan hal itu.


"Aku tidak mau," tolak Siska berulang kali, ia ingin mempertahankan cabang bayinya yang tak berdosa itu.


"Emang kamu ada cara lain?" tanya pria itu pada Siska.


Siska terdiam, ia enggan untuk menjawab pertanyaan Chiko yang telah menikmati tubuhnya dengan suka rela dan sekarang hasilnya ia tak mau bertanggung jawab atas perbuatannya.


Bukan tak ingin, posisi Chiko serba salah, ia takut dengan tindakan sang kakak yang kecewa karena menikung istrinya. Tentu perbuatan tak bisa di maafkan. Apa dia akan di ampuni dan di beri kesempatan kedua saat ia ketahuan jika ia sudah bermain api di belakang kakaknya itu.


Tuan Raditya yang terkenal dengan tegas, dingin, dan tak memberi ampunan pada semua orang yang telah berbuat salah padanya. Dan yang dirasakan oleh Chiko pun takut dengan apa yang ia lakukan. Nafsu dan birahinya saat Siska menggodanya dengan iman yang lemah saat di sungguhan dengan kemolekan tubuh Siska yang menggoda.


Jawaban Siska masih ingin mempertahankan bayinya. walaupun Chiko menakuti dirinya dengan hukuman yang akan suaminya itu berikan.


.


.


.


Setelah sampai di rumah Tuan muda Raditya, Rembulan yang di bawa oleh Tuan Raditya agar ia bisa menjaga dan merawat sang istri yang sedang mengandung anaknya sendiri. Kedatangan mereka di sambut oleh Siska dan Chiko yang masih berada di rumah sang kakak.


"Kaka akan tinggal di sini lagi?" tanya Chiko dengan pertanyaan yang bodoh, ia menanyakan tentang pertanyaan yang tak masuk akal.


"Ini kan rumah ku," jawab Tuan muda Raditya yang heran dengan pertanyaan Adik angkatnya itu.


"Oh, iya, Chiko lupa," jawab Chiko sambil cengengesan mengalihkan kegugupan saat ini. Rasa berdebar dalam hatinya membuat ia bertingkah bodoh.

__ADS_1


Jiwa kepo nya Rembulan seolah sedang meronta, ia memperhatikan gelagat adik iparnya itu dengan tingkah yang aneh.


"Ayo masuk, kak." ajak Chiko yang mengambil alih koper milik istri kedua dari sang kakak. Ia akan menunjukkan jika dirinya adik yang begitu pengertian.


.


.


.


.


Pagi hari.


"Rembulan bangun..," teriak Tata yang memanggil majikannya berulangkali tapi caranya nihil majikannya masih tertidur dengan nyenyak.


"Rembulan ayok bangun hari sudah pagi," titahnya lagi sambil mengguncangkan tubuhnya.


"Apa sih, Ta. Aku ngantuk, tolong jangan ganggu aku," gumam Rembulan yang masih terpejam karena ngantuk. Rembulan di nyatakan sedang hamil, ia tak seperti ibu hamil pada umumnya yang akan merasakan mual di pagi hari, Rembulan hanya mengantuk tak bisa ia tahan.


Tuan Raditya dan asistennya sudah pergi sepagi mungkin, ia akan mendatangi perusahaan cabangnya yang sedang di pegang oleh adiknya Chiko.


Sebelum berangkat ke kantor cabangnya yang ia pegang, Chiko mengedarkan pandangannya melihat keadaan kediaman rumah sang kakak dengan aman segera menemui Siska untuk menyampaikan untuk masalah yang kemarin.


Tok... Tok...


Chiko mengetuk pintu, ia akan masuk setelah keadaan aman untuk ia masuk tanpa ada yang curiga.


Siska terbangun dan menghampiri orang yang mengetuk pintunya dengan pelan. Siska sudah hapal pasti Chiko yang mengetuk pintu kamarnya


"Ada apa?" ucap Siska yang malas.

__ADS_1


"Aku punya solusinya tanpa menggugurkan kandungannya," ucap pria itu yang punya ide cemerlang.


"Masuk lah, kita bicarakan didalam," titahnya pada pria itu, dan pria itu melompat masuk kedalam.


"Apa rencananya?" tanya Siska yang penasaran, ia takut pria itu akan mengusulkan hal semalam lagi.


"Aku tahu siapa yang harus kita kambing hitamkan, aku ada kabar jika Rembulan sedang mengandung seperti dirinya." ucap Chiko yang mengabarkan jika madu dari istri pertama sang Kaka sedang mengandung.


"Apa? Rembulan lagi hamil, dia hamil sama Mas Raditya?" tanya Siska begitu kaget dengan kabar yang ia dengar barusan.


Ia kalah star dengan bocah tengil seperti Rembulan. Tuan muda Raditya sudah menjadi milik Rembulan seutuhnya dengan kehadiran bayi di tengah-tengahnya.


"Siapa?" Siska yang penasaran dengan rencana Chiko kali ini.


Chiko pun membisikkan sesuatu dan merencanakan apa yang telah ia rangkai dengan matang.


"Apa ini akan berhasil?," Siska kaget dan lebih parahnya lagi dengan rencana pria itu.


Chiko pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan sikap yang aneh dan Siska masih berpikir dengan apa yang telah di rencanakan oleh adik iparnya itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Baiklah, aku ikuti rencana ini. Apa dengan ini kita berhasil??


__ADS_2