Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 82


__ADS_3

"Cepetan, Ta. Aku pengen es krim," rengek Rembulan yang kesal pada pelayan pribadinya itu dengan jalannya yang lelet. Walaupun ia sedang hamil tua tapi energinya begitu semangat.


"Iya, sebentar, Ulan. Aku tak bisa berlari dengan kencang, apa kamu tak lihat aku sedang apa?" tanya Tata sedang menenteng belanjaan Rembulan yang sempat Rembulan beli.


Tata pun menghampiri Rembulan berada di sisi jalanan untuk menuju minimarket tujuan pertama Rembulan keluar dari rumah Papah mertuanya itu, ia ingin makan eskrim dengan rasa yang berbeda saat ada di rumah Papah Haris yang sudah menyediakan semua keinginannya.


Di detik itu pun Tata dan Rembulan tertabrak oleh mobil seseorang entah itu siapa, tapi Tata yang terpental ke sisi jalan dengan kesadaran yang masih ada ia melihat jika yang mengemudikan mobilnya adalah Siska mantan istri dari Tuannya itu.


Bercucuran darah, Rembulan merasakan sakit di bagian perutnya yang sedang mengandung buah cintanya dengan Tuan muda Raditya. Ia berharap bisa menyelamatkan putranya yang ia kandung saat ini. Tata terus berusaha menggapai dirinya yang sudah tak bisa bertahan untuk hidup, ia hanya ingin mempertahankan calon anaknya yang masih ada di dalam perutnya.


Rembulan memegang perutnya dan mengelusnya sebelum kesadaran sedikit demi sedikit mulai hilang, ia berharap keajaiban itu berpihak padanya ingin calon anaknya selamat dan melihat dunia penuh dengan drama.


"Bertahan, sayang..," ucapan terakhir Rembulan memejamkan kedua matanya setelah kecelakaan yang ia alami.


Deg...


Ia semua itu mimpi, Laura yang terbangun setelah bermimpi itu dan ia dengar jelas mengingat sesuatu semua ini. Dan benar jika bocah itu adalah putranya yang selama ini tak bertemu dengannya.

__ADS_1


Ia pun turun dari ranjangnya dan menghampiri bocah itu yang sedang di peluk oleh Papih nya. Ini juga pria ini juga ternyata adalah suamiku entah kenapa baru sekarang ia mengingatnya.


Rembulan pun berjongkok dan memandang dua pria yang ada di dalam sekarang begitu teduh memandanginya saat mereka tertidur pulas.


"Mereka adalah keluarga ku, tapi aku baru mengingatnya sekarang." ucap Rembulan sambil mengusap kepala putranya itu, ada rasa rindu yang melanda saat pertama kali bertemu dengan bocah itu di sekolah tempat ia berkerja.


Rembulan berderai air matanya, entah kenapa ia tidak bisa mengingat kejadian itu dan mengingat semua yang ia perjuangkan itu, sekarang putra yang ia tinggalkan dari bayi menjadi sebesar ini.


"Mis Laura," ucap Revan, ia bangun dari tidurnya saat sentuhan tangan itu mengganggu tidurnya.


Rembulan tersenyum tanpa berkata, ia akan memberikan putranya kenyamanan karena hal ini pertama untuk dirinya dan putranya.


"Maafkan Mamih ya, sayang." ucap Rembulan sambil berderai air matanya karena baru mengingatnya setelah Tata menceritakan semua itu. Dan mimpi itu meyakinkan jika mereka benar keluarga yang sebenarnya.


"Mamih," ucap Revan.


Rembulan mengangguk dan tersenyum untuk meyakinkan jika dirinya adalah ibu kandungnya. Tuan Raditya mengerjapkan kedua matanya saat ada orang yang lagi berisik mengganggu tidurnya dan mendengar sesuatu.

__ADS_1


"Revan," panggil Tuan Raditya yang baru bangun dari tidurnya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Pih, Mis Laura bilang kalau dia Mamih Revan....


Ini adalah alur cerita yang saya buat sendiri, jadi hargai saya yang sudah bikin dengan ide saya sendiri jadi tolong untuk komennya dengan baik ya. Jangan bikin saya melow di tambah putranya saya yang lagi sakit, mohon pengertiannya 🙏


__ADS_2