Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 46


__ADS_3

Yang dinanti-nantikan saat ini pun tiba, rumah sakit sudah mengabari jika hasil tes DNA sudah keluar dan bisa diambil sekarang. Rasa penasaran pun yang ada dalam diri Tuan Raditya ingin segera membaca dan mengetahui hasilnya.


Tuan Raditya memanggil asistennya untuk memanggil Rembulan bersama Tata pelayan pribadinya.


Rembulan yang sudah lebih baik dari kejadian tersebut membuat seorang wanita cantik ini selalu terdiam tak seperti saat datang ke kediaman rumah ini. Tingkah tengil yang membuat Tata merasa jengkel tiba-tiba lenyap begitu saja. Sekarang hanya ada Rembulan yang pendiam dan sering melamun menghabiskan waktunya sendiri di kamar paviliunnya.


"Ulan, ayo kita ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA itu, katanya sudah keluar hari ini," ucap Tata yang membuyarkan lamunannya.


Rembulan yang sedang melamun pun di buat kaget dengan kedatangan pelayan sekaligus temannya, Rembulan pun menoleh dan tersenyum.


"Sudah saatnya ya..," ucap Rembulan tersenyum getir.


"Ayo kita siap-siap," ajak Tata yang ingin membantu majikannya untuk mengganti pakaiannya.


"Tidak usah, Ta. Aku bukan wanita lumpuh lagi sekarang, kamu lihat kan keadaan ku sudah lebih baik." tolak Rembulan yang ingin memakai sendiri.


"Tapi tak dengan hatiku ini," sambungnya lagi dengan lirih.


"Ada calon bayimu yang sedang mengharapkan mu untuk tetap semangat dalam menjalani hidup, kamu harus kuat demi dia," ucap Tata yang berkali-kali selalu memberikan nasihat pada Rembulan saat dirinya merenung di dalam kamar.


Saat kejadian itu, Tuan Raditya tak pernah lagi melihat ataupun menjenguk Rembulan yang butuh dukungan atau semangat dari orang-orang terdekat. Tuan Raditya seolah telah melupakan istrinya yang ia cintai itu


"Ayo, Ta. Aku sudah selesai," ajak Rembulan yang sudah selesai mengganti pakaiannya.


Rembulan memakai dress dengan warna merah muda warna kesukaannya sejak kecil, gadis yang begitu ceria harus di patahkan dengan sebuah kesalahan yang tak pernah ia lakukan.


.


.


.


Siska juga merasa senang karena kekuasaan jatuh pada dirinya yang sedang berbadan dua, Siska yang belum di ketahui oleh Tuan Raditya seolah menjadi ratu di kediaman rumah ini.


"Mas Adit ingin sesuatu?" tanya Siska yang menawarkan makanan atau minuman sekedar ingin mencari simpati.

__ADS_1


"Tidak usah," tolak Tuan Raditya yang melihat Siska dengan tatapan aneh.


"Tubuh mu kok sekarang lebih terisi ya?" tanya Tuan Raditya yang menyadari bentuk tubuh istri pertamanya yang berbeda dari biasanya. Siska yang menjaga tubuhnya dan merawatnya seolah berbanding terbalik dengan apa yang ia lihat sekarang.


"Maksudnya?" tanya Siska yang takut, takut ketahuan oleh Tuan Raditya.


"Lebih berisi," jawab Tuan Raditya.


"Mungkin vitamin ku cocok kali, minggu-minggu ini nafsu makan ku bertambah," ucap Siska yang memberi alasan agar masuk akal.


"Sejak kapan? Bukan kah itu yang tak di sukai oleh mu," kata Tuan Raditya, bukan ia tak pernah perduli dengan istri pertamanya Tuan Raditya sudah hapal dengan keseharian Siska sebagai istri yang sudah bertahun-tahun.


"Sejak meminum vitamin itu, Mas." jawab Siska dengan gugup, membuat Tuan Raditya mengernyitkan dahinya.


"Ya sudah jika Mas Adit tak membutuhkan sesuatu saya permisi dulu," pamit Siska dengan buru-buru, ia tak ingin Tuan Raditya mencurigai dirinya sedang hamil.


.


.


.


Saat di depan pintu gerbang, Rembulan seolah tak memperdulikan kehadiran suaminya yang ada di dekatnya. Ia yang sudah di kecewakan dan di patahkan oleh kenyataan.


"Ayo masuk nyonya," titah asisten Angga pada istri Tuan yang masih berdiri. Sedangkan Tuan Raditya sudah berada di dalam mobil.


"Bisa Carikan mobil lagi," pinta Rembulan tak ingin satu mobil dengan suaminya.


Semua orang yang mendengar permintaan Rembulan menoleh kearahnya termasuk Tuan Raditya. Rembulan seolah tak ingin satu mobil dengannya.


Asisten Angga pun melirik kearah Tuannya untuk meminta persetujuan, dan Tuan Raditya pun mengangguk tanda mengiyakan permintaan istrinya.


Asisten itu pun memanggil supir yang lain untuk mengemudikan mobil yang akan di tumpangi oleh nyonya Rembulan.


Dua kendaraan itu pun melaju dengan kecepatan sedang, Rembulan dengan pandangan keluar melihat suasana yang begitu ia inginkan selama ini.

__ADS_1


Kebebasan yang Rembulan inginkan selama, menjadi istri pengusaha tapi raganya bagai burung terkurung di dalam sangkar.


Satu setengah jam perjalanan itu pun sudah sampai di tempat tujuan, semua orang turun dan berjalan menuju ruangan yang sudah di beritahukan oleh dokter.


Dan kini semuanya sudah ada di dalam ruangan pribadi dokter tersebut, semuanya duduk ingin menyaksikan pemeriksaan tes DNA yang sudah keluar.


Dokter itu pun menyodorkan amplop yang berwarna kecoklatan pada Tuan Raditya untuk melihat dan membaca langsung hasilnya. Tuan Raditya pun mengambil dan memegang amplop tersebut.


Rasa getaran dan gugup yang kini Tuan Raditya rasakan, ada hal aneh dalam dirinya entah itu apa. Berbeda dengan Rembulan, ia hanya terdiam tanpa ekspresi sedikit pun. Rembulan sudah pasrah dengan hasilnya jika benar atau salah.


Tuan Raditya yang tak sanggup pun memberikan amplop tersebut pada asistennya untuk di buka dan di baca hasilnya.


"Kamu saja, Ga. Saya tidak sanggup," ucap jujur Tuan Raditya yang kini ia rasakan.


"Baik, Tuan." jawab Angga yang mengambil alih amplop itu.


Dengan pelan asisten Angga pun membuka amplop tersebut yang berisikan tentang hasil tes DNA antara Tuan Raditya dengan janin yang sedang Rembulan kandung saat ini.


Mengambil kertas yang ada di dalam, asisten Angga pun membaca dengan teliti dan seksama. Dengan keterkejutannya ia membaca berulang kali. Dan berkata...


.


.


.


.


.


.


.


Hasilnya positif 99,9% akurat, Tuan...

__ADS_1


Tak bosan-bosannya author meminta jejaknya ia biar semangat updatenya, walaupun bayi riweuh ngurus bayi..


yuk tinggalkan jari jempolnya 🤗🤗🤗


__ADS_2