Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 97


__ADS_3

"Mamih ngapain tinggalkan Revan? Kembali ke sini, pasti gara-gara Papih nih." protes Revan yang baru bangun tidur, saat ia ingin memeluk tubuh Mamihnya pun tak ada di sisinya. Segera Revan turun dan mencari keberadaan Mamihnya itu yang menghilang entah kemana.


Dan, tujuannya pun ke kamar sang Papih yang jadi tersangka Revan saat ini. Ia pun menggedor pintu tersebut ingin memastikan langsung dan dugaannya pun benar jika Mamihnya ada di dalam kamar Papih nya.


Tuan Raditya yang mengacak rambutnya yang tak gatal, ia begitu kesal dengan putranya yang menganggu enaknya yang baru saja di mulai. Punyanya yang sudah on dan siap untuk bertempur harus lemes seketika saat istrinya mendorongnya dengan keras untuk membukakan pintu tersebut.


Tuan Raditya pun bangun dan berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya yang tertunda karena gangguan dari putranya. Ia pun bersolo karir seperti yang sudah-sudah saat ada seorang wanita yang menggodanya. Tuan Raditya akan menahan jika ia merasakan hal tersebut dan lebih menuntaskan sendiri di kamar mandi di temani dengan sabun sebagai orang kedua untuk melancarkan aksinya itu.


Revan pun masuk dan mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Papih nya yang jadi tersangka penculikan Mamihnya tersebut.


"Papih kemana?" tanya Revan yang tak menemukan sosok Papih nya tersebut.


"Mungkin ke kamar mandi," jawab Rembulan dengan asal tapi dugaannya pun benar jika sang suami pasti pergi ke kamar mandi. Entah apa yang suaminya lakukan tapi Rembulan begitu kasihan melihat raut wajah suaminya yang sedih karena gagal untuk menjamah tubuhnya.


"Revan mau tidur di sini," ucap Revan dengan keputusan yang sudah tepat. Ia tak ingin tidur di kamarnya lagi dan di tinggalkan oleh Mamihnya tersebut.


Tuan Raditya yang baru keluar setelah menuntaskan hasratnya yang tadi on harus lemes saat mendengar permintaan putranya yang ingin tidur bersamanya.

__ADS_1


"Revan kan punya kamar sendiri," sahut Tuan Raditya, ia tak ingin di ganggu lagi saat tengah malam ingin menjamah sang istri.


Revan pun menggelengkan kepalanya tanda menolak dan ia pun bergegas menuju ranjang dan naik keatas nya. Revan pun merebahkan tubuhnya di ranjang yang berukuran besar itu.


Rembulan pun sempat melirik kearah suaminya yang sedang berwajah kusut dan lemes itu. Ingin rasanya Rembulan memberi apa yang di inginkan sang suami tapi lagi lagi sang putra yang jadi penghalangnya.


"Ayo, Mih. Cepetan tidur," pinta Revan sambil menepuk kasur yang empuk itu.


Rembulan pun berjalan dan menghampiri putranya yang sudah merebahkan tubuhnya itu dan ia pun naik untuk menemani dan memeluk Revan dengan erat.


Tapi, tidak dengan Tuan Raditya. Ia menarik nafas dan membuangnya dengan kasar. Ingin rasanya mengusir putranya itu tapi itu tak mungkin ia lakukan karena sang putra lebih membutuhkan belaian lembut dari istrinya itu.


Ia jadi tersangka, tapi tawanannya yang menghampiri sendiri. Tuan Raditya yang tak terima dan ia pun menghampiri putranya dan istrinya itu.


"Gak mau ya! Sudah cukup kamu tadi mengganggu kegiatan Papih tadi dan sekarang Papih tak mau mengalah lagi." proses Tuan Raditya yang langsung naik ke atas ranjangnya. Kali ini ia akan egois tak menghiraukan penolakan putranya itu.


"Kita sama-sama ya, sayang. Kasian Papih jika harus tidur di sofa," ucap Rembulan untuk menderai perdebatan antara putranya dan suaminya tersebut. Ia yang pusing harus mendengar perdebatan mereka di tengah malam ini.

__ADS_1


Keduanya terdiam, dan Revan pun mengizinkan Papih nya untuk tidur di ranjangnya sendiri. Dan Revan pun memeluk Mamih agar sang Papih tak mengambilnya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Sekarang tidur aja yang nyenyak, besok akan ku culik istri ku sendiri...


__ADS_2