Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 96


__ADS_3

"Bangun, Mas. Bersih-bersih dulu, mau gak ditemani tidurnya?" bisik Rembulan di telinga sang suami yang masih tertidur dengan nyenyak tanpa melakukan bersih-bersih dulu.


Dengan sekejap kedua mata Tuan Raditya terbuka dengan lebar, ia segera bangun dan memastikan jika itu tak mimpi atau khayalan saja.


"Sayang..," panggil Tuan Raditya yang mengucek kedua matanya, ia seperti dengan mimpi begitu nyata.


"Ini kamu Ulan?" tanya Tuan Raditya yang masih belum sadar dari bangun tidurnya. Dan kesadarannya pun mulai kembali dan ia pun tersenyum.


"Sana gih mandi," titah Rembulan, ia yang tak suka dengan orang yang masih berpakaian lengkap tak membersihkan tubuhnya setelah dari luar. Rembulan jauh berbeda dari sebelumnya ia lebih dewasa dan tak seperti dulu lagi dengan tingkah kekanak-kanakan dan bertingkah tengil.


Tuan Raditya pun mengangguk dan turun dari atas ranjangnya, ia ingin cepat-cepat selesai dan berbaring di atas ranjang di temani oleh istrinya itu.


Beberapa menit kemudian, Tuan Raditya keluar dengan handuk sampai di atas pinggang membuat Rembulan menjadi malu yang baru melihatnya lagi setelah 10 tahun lalu.


"Bajunya sayang." ucap Tuan Raditya yang tersenyum karena hari-harinya akan di layani dan di rawat oleh tangan istrinya itu.


Rembulan pun bangun dan memberikan apa yang di butuhkan oleh suaminya itu, dan Tuan Raditya tak mengambil pakaiannya melainkan menarik tangan istrinya untuk masuk kedalam dekapannya itu.


Rembulan kaget dengan tindakan sang suami yang tiba-tiba, ia masuk ke dalam dekapannya dengan tubuh polos punya suami yang menggoda imannya.


"Kangen," rengek Tuan Raditya yang mengecup kening sang istri dengan penuh cinta. Ia begitu merindukan belaian dan lembutnya tangan sang istri.

__ADS_1


Rembulan begitu malu, ia pun masukkan wajahnya karena pembicaraan begitu intim.


"Mas, cepetan pakai bajunya," titah Rembulan yang masih bersembunyi di dada bidang sang suami. Ia yang malu dan takut di goda oleh suaminya itu dengan wajahnya yang kemerahan.


Tuan Raditya pun menurut dan melonggarkan pelukannya itu dan memakai pakaian yang telah istrinya itu siapkan.


Selesai memakai baju Tuan Raditya menarik tubuh Rembulan dan mendekapnya dengan erat, ia begitu merindukan suasana seperti ini saat puluhan tahun lalu itu.


"Mas," rengek Rembulan yang tiba-tiba sesak karena pelukan begitu kencang.


"Maafkan aku, sayang." ucap Tuan Raditya yang merasa bersalah dan menangkup wajah sang istri yang tak pernah berubah dan semakin cantik dan anggun.


"Boleh ya?" pinta Tuan Raditya yang begitu menginginkan hal itu, ia yang selalu menahan hasratnya sebagai lelaki normal jika ada yang menggodanya. Banyak wanita yang suka rela memberikan tubuhnya itu tapi Tuan Raditya selalu teguh dengan pendiriannya yang selalu yakin jika sang istri akan kembali ke sisinya. Dan kini doanya pun terkabulkan karena kesabaran dan kesetiaan menunggu sang istri.


"Kenapa? Tak boleh," tanya Tuan Raditya yang bingung dengan raut wajah sang istri yang terdiam tanpa mengatakan iya atau tidak.


Sesaat kemudian Rembulan menganggukkan kepalanya tanda tersenyum, ia mengizinkan sang suami untuk menjamah tubuhnya yang halal baginya untuk di sentuh dan itu sudah jadi kewajibannya untuk melayani sang suaminya.


Tuan Raditya begitu senang dan tanpa aba-aba pun ia pun membuka bajunya yang ia pakai tadi dan melemparkan ke sembarang arah entah itu di mana. Karena semangatnya seperti seorang pemuda yang merasakan nikmatnya bercinta.


Saat bibirnya menyentuh bibir mungil sang istri tiba-tiba ketukan pintu mengagetkan dirinya dan sang istri yang akan memulai nikmatnya dunia. Rembulan pun segera bangun dan merapihkan pakaiannya yang sempat suaminya itu di tarik ke atas dan mulai berjalan untuk membuka pintunya yang terus di gedor tanpa henti.

__ADS_1


Ceklek...


Rembulan pun membuka setelah merapikan pakaiannya itu dan tersenyum menyambut kedatangan sang putra dengan wajah cemberutnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mamih ngapain tinggalkan Revan? Kembali ke sini lagi, pasti gara-gara Papih nih...

__ADS_1


bantu like ya kak, aku sempetin untuk update dan kemarin tak update karena badan ku lagi meriang dan butuh istirahat..


mohon tinggalkan jari jempolnya ya🤗🤗🤗


__ADS_2