Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 12


__ADS_3

"Dasar mesuuuummm..," teriak Rembulan mengambil handuk itu yang menyorot itu, ia yang merasa malu karena telah memperlihatkan tubuh polosnya pada pria yang kini berstatuskan suaminya.


Tuan Raditya melihat pemandangan yang begitu indah, ia pernah melihat tak pernah merasakannya. menelan ludahnya dengan susah membuat ia tersadar ketika Rembulan melemparkan bantal itu ke depan mukanya.


"Keluaaarrrrrr..," teriak Rembulan lagi, ia sudah terlanjur malu dan tak mau melihat suaminya itu.


"Aku tunggu di depan," sahut Tuan Raditya dengan gugupnya, ia pun jadi salah tingkah setelah melihat pemandangan yang begitu indah.


"Tataaaaa..," panggil Rembulan, ia akan menyalahkan pelayan pribadinya itu yang tak memberitahukan jika di dalam ada pria dingin.


"Enak ya! pergi gitu saja setelah bikin aku malu," tuduh Rembulan yang ketus, lagi lagi Tata hilang saat ada pria itu dalam kamarnya.


Tata tahu apa yang di katakan oleh majikannya, ia hanya bisa pasrah jika mendapatkan hukuman. "Aku tak tahu jika Tuan muda datang ke sini, Ulan." bela Tata yang tak ingin di salahkan sepenuhnya.


Rembulan pun mengambil pakaian yang tadi Tata siapkan lalu masuk kedalam ruangan ganti untuk ia pakai baju itu. Selesai memakai baju l, seperti biasa Tata yang akan mendandani majikannya dengan makeup natural yang di inginkan Rembulan.


"Oke, kalau begitu aku saja yang pergi dari kamar ini kalau perlu keluar dari kediaman rumah ini yang banyak sekali aturan," sahut Rembulan.


"Sudah selesai," ucap Tata yang melihat penampilan Rembulan begitu cantik dengan dress warna maroon begitu kontras dengan kulitnya yang putih dan bersih.


"Tuan muda pasti terpesona pada mu, Ulan." ucap Tata yang begitu pemuji majikannya yang cantik.


"Cih, dia tak akan melirik ku, dia sudah punya mainan sendiri," balas Rembulan yang berpikir jika suaminya itu tak akan melirik kearah karena ada istri pertamanya itu.


"Tapi, menurut ku Tuan muda seperti mulai tertarik deh," tebak Tata, belakangan ini Tuan muda sering ke kamar Rembulan dengan alasan hanya ingin mengeceknya.


"Dia hanya modus saja, dia tuh pria mesum yang pernah aku kenal," cibir Rembulan yang masih merasakan malu karena telah memperlihatkan tubuh polosnya pada suaminya itu.


Serasa sudah rapih Rembulan keluar bersama Tata, ia begitu kaget saat melihat Tuan Raditya masih ada di depan kamarnya.


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Rembulan yang aneh, ia pikir setelah di usir pria itu pergi tapi nyatanya dia menunggunya di pintu kamarnya.


"Tundukkan kepala mu, aku adalah suami mu," titah Tuan Raditya yang mulai pusing dengan tingkah istrinya yang tak ada takutnya dengannya.


"Untuk apa? Dasar mesuuuummm..," ejek Rembulan dengan wajah merah merona, ia berkata itu untuk mengalihkan rasa malu yang baru beberapa menit ia rasakan.


"Kau sangat pemberani ternyata," ucap Tuan Raditya.


"Cih, pria mesum seperti dirimu tentu saja saya berani," tantang Rembulan yang tidak ingin kalah dari Tuan Raditya.

__ADS_1


"Kau bilang apa padaku?" tanya Tuan Raditya yang ingin mendengar lagi ucapan istri kecilnya ini.


"Pria MESUM..," ucapnya lagi sambil menekan perkataannya.


Tanpa berpikir lagi Tuan Raditya menarik tengkuk Rembulan karena gemas dengan kelakuan istri tengilnya.


Cup...


Kecupan yang di berikan oleh Tuan Raditya membuat Rembulan kaget luar biasa, ia melotot tak percaya dengan apa yang suaminya lakukan.


"Apa yang kau lakukan, hah?" bentak Rembulan yang tersadar bahwa bibirnya lah yang di kecup oleh pria mesum.


Ini adalah ciuman pertamanya yang belum pernah Rembulan rasakan, ia tidak pernah berpacaran dengan siapapun. Bukan ia tidak laku atau tidak tertarik dengan hubungan antara lawan jenis, ia hanya ingin fokus sekolah dan melanjutkan pendidikan tapi nasibnya berkata lain ia mendapatkan jodohnya dengan cepat di usia mudanya.


Deg.. Deg... Deg...


Tak di pungkiri degup jantung keduanya begitu berdetak dengan kencang, Rembulan maupun Tuan Raditya merasakan detak jantung masing-masing, Rembulan menatap dengan tatapan musuh.


Tuan Raditya juga belum pernah merasakan apa yang ia rasakan saat ini. Ciuman yang ia lakukan pada Rembulan adalah ciuman pertamanya juga walaupun ia memiliki istri selain Rembulan tapi ia tidak pernah melakukannya dengannya.


Rembulan seketika tersadar lalu mendorong tubuh Tuan Raditya dengan kencang.


"Ini ciuman pertama ku!!" teriak Rembulan yang tidak terima, ia hanya akan memberikan pada suaminya yang ia cintai. Tapi, lagi lagi pria ini yang mengambil ciuman pertamanya.


"Apa salahnya, aku suami mu bukan?" tanya Tuan Raditya yang merasa tidak salah, malah ia merasakan sensasi yang berbeda saat ia beradu bibir dengan istri kecilnya.


"Aaargghh..," teriak Rembulan yang masih marah dengan ucapan dan kelakuan Tuan Raditya padanya. Saat ingin bangun dan memukul Tuan Raditya lagi dan lagi Rembulan harus mendapatkan kerugian ia terjatuh dan tertimpa oleh tubuh kekar suaminya itu.


Bruk...


Kedua terjatuh Rembulan yang tertindih merasakan sakit, tapi Tuan Raditya menekan tangannya agar tak menyakiti tubuh istrinya itu.


"Sedang apa kalian? Kalau ingin mencicil cucu untuk ku jangan di sini, sana masuk ke dalam," harus Papah Haris yang baru datang, ia bukannya di sambut oleh anak dan mantunya ia malah di sungguhan dengan pemandangan yang membuatnya iri.


"Papah," ucap kedua bersamaan setelah itu keduanya bangun merapihkan pakaiannya.


"Kapan Papah datang?" tanya Rembulan, ia merasa malu di lihat oleh Papah mertuanya dengan keadaan tadi.


"Sedari tadi saat Adit mencium mu," jawab Papah Haris dengan santainya. Ia malah senang dengan kemajuan tentang rumah tangga anak dan mantunya.

__ADS_1


Blush....


Rembulan maupun Tuan Raditya begitu kaget dan malu, Rembulan pun memalingkan wajahnya yang merasa panas saat Papah mertuanya itu mengatakan jika dia sudah datang sedari tadi.


"Pah, kita ke depan saja," ajak Tuan muda Raditya pada sang Papah yang mengalihkan kejadian tadi.


"Baiklah," ucap Papah Haris yang tersenyum karena bahagia melihat mantu dan anaknya sudah ada kemajuannya. Dan sebentar lagi ia akan mendapatkan cucu.


Di ruang tamu Papah Haris menepuk pundak putranya dan tersenyum. "Terimakasih sudah menerima Rembulan menjadi istri mu, dia baik dan masih polos. Kamu akan beruntung memilikinya." ucap Tuan Haris.


Tuan muda Raditya hanya tersenyum tanpa menjawab perkataan dari Papahnya, setelah itu datanglah Rembulan sambil membawa nampan berisi minuman dan kue kering sebagai teman mengobrol.


"Di minum, Pah." ucap Rembulan yang menyambut dan melayani Papah mertuanya dengan baik, ia ingin belajar menjadi seorang mantu yang baik.


"Terimakasih, Nak." balas Papah Haris yang tersenyum.


Tiba-tiba datang lah seorang wanita tak kalah cantik itu menghampiri ketiganya, ia tak tahan harus di sembunyikan seperti ini dari keluarga suaminya itu.


"Perkenalkan saya Siska, Tuan." ucap Siska yang memperkenalkan dirinya pada Papah mertuanya itu. Ia ingin di akui juga sebagai menantunya juga seperti gadis kecil itu.


Tuan Raditya begitu kaget dengan kedatangan sang istri pertamanya yang sudah ia perintahkan untuk tak keluar dan ia harus bagaimana untuk menghadapi dan menjelaskan tentang ini.


"Kamu siapa?" tanya Papah Haris yang baru melihat wanita ini ada di rumah pemberiannya kado pernikahan putranya.


"Saya istrinya Mas Raditya juga." ucap Siska yang melihat suaminya yang sedang melotot agar tak mengakui statusnya tapi Siska tak mau menuruti dan membiarkan ia memberitahukan semuanya.


"Raditya..," panggil Tuan besar Haris meminta penjelasan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


*Dia, dia i**stri Adit juga*, Pah. Maaf...


__ADS_2