Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 50


__ADS_3

Prok.. Prok... Prok...


Tuan Raditya bertepuk tangan ketika melihat istri pertamanya sedang bersama adik angkatnya di dalam kamar Siska sedang duduk santai berdua. Tuan Raditya tersenyum dan mendekati mereka yang lagi panik karena ketahuan.


"Kaka," ucap Chiko.


"Mas..," ucap Siska.


Kecurigaan benar, Siska telah mengkhianatinya bukan Rembulan. Ia menuduh orang yang tak melakukan hal itu pada istrinya yang tak salah.


"Ini tak seperti kamu lihat, Mas. Dia hanya menemani ku saja saat aku kesepian di rumah ini," ucap Siska yang memberi alasan agar suaminya percaya jika dirinya tak berkhianat padanya.


"Menemani, didalam kamar berduaan dengan adik ku?" tanya Tuan Raditya dengan tatapan mengerikan.


"I-ya, Mas. Aku hanya ingin di temani saja," jawab Siska begitu gugup.


"Dengan pakaian seperti itu," tunjuk Tuan muda Raditya.


Siska terdiam dan melihat pakaiannya begitu seksi dan dapat ia lihat jika lekuk tubuhnya sangat menggoda pria manapun termasuk adik iparnya itu.


Chiko menundukkan kepalanya, ia tak mungkin menyela percakapan antara kakak dan kakak iparnya. Takut salah bicara berujung hubungannya dengan sang Kaka ipar.


"Semalam ini? Di temani dia," tunjuk Tuan muda Raditya.


Di jawab salah tak di jawab pun serba salah, itu yang di rasakan Siska saat ini. Keringat yang bercucuran menandakan jika dirinya merasa takut dan gugup.


Tuan Raditya menganggukkan kepalanya dan mengelilingi kamar Siska, ia akan mencari bukti dan menunjukkan padanya.


"Ini pakaian dalaman siapa? Seperti punya seorang pria?" tanya Tuan Raditya yang melihat ada di lantai pojok kamar Siska.


Deg ...


Keduanya syok dan bingung harus berbuat apa? Mungkin ini hari apes bagi mereka yang ketahuan oleh Tuannya. Chiko yang ceroboh tak memakainya lagi setelah melakukan hal menyenangkan dengan Siska.


"Gimana ini, pasti Tuan Raditya tak akan mengampuni ku," batin Siska yang takut.

__ADS_1


"Jawab.," teriak Tuan Raditya yang menggema di kamar Siska.


Keduanya tak bisa menjawab, semuanya percuma karena udah ketahuan basah oleh Tuan Raditya sendiri.


"Jadi kamu yang sudah berkhianat padaku? Dan kamu Chik, apa tak ada wanita lain harus istri ku sendiri," tanya Tuan Raditya yang sudah emosi, ia menuduh Rembulan melakukan hal sekeji itu dan membiarkan istri pertamanya dengan adik angkatnya sendiri.


Prang....


Tuan Raditya membanting pot bunga yang ada di dekatnya. Tidak menyangka jika Siska akan berbuat itu padanya. walaupun Tuan Raditya tak pernah menganggap Siska sebagai istri layaknya. Tapi Tuan Raditya tak membenarkan jika perbuatan Siska hal yang wajar.


Keduanya ketakutan dan menunduk, takut dengan amukan Tuan Raditya dan hukumannya.


"Jawab pertanyaan ku?" tanya Tuan Raditya.


"Kalian kan yang menjebak Rembulan kemarin?" tanya Tuan Raditya lagi.


Siska maupun Chiko terdiam, tak mungkin ia mengaku jika itu perbuatannya apa yang akan di berikan Tuan Raditya mengenai hukumannya yang sudah keduanya bayangkan.


"Jawab," bentak Tuan Raditya.


Saat Tuan Raditya sedang mengintrogasi keduanya, Santi masuk dan ingin mengetahui ada keributan di dalam kamar majikannya.


"Kamu masuk," titah Tuan Raditya pada Santi yang baru datang.


Santi pun menurut dan berdiri tak jauh dari Siska dan Arga. "Ada apa ya, Tuan?" tanya Santi yang mulai cemas, takut yang ia tebak itu terjadi.


"Coba katakan apa yang kamu ketahui dari mereka? Tak mungkin kamu tak mengetahui tentang mereka," tanya Tuan Raditya pada Santi.


Santi juga syok, benar dugaannya yang ia pikirkan Tuan Raditya telah mencurigai dan mulai mengetahui hubungan antara majikannya dan pengawal di kediaman rumah ini.


"Jawab, jangan diam saja. Atau aku penggal leher mu itu," bentak Tuan Raditya dengan tegasnya, ia sudah muak dengan semua ini rasanya ingin membunuhnya sekarang juga.


Siska pun bersimpuh di kaki suaminya, ia meminta ampun karena kesalahannya yang sudah di ketahui oleh Tuan Raditya.


"Maafkan aku, Mas. Aku khilaf," mohon Siska dengan derai air matanya.

__ADS_1


Tuan Raditya menepis tangan Siska dan mendorongnya karena ia tak sudi di sentuh oleh wanita yang tak bisa menjaga kehormatannya.


"Berarti kecurigaan ku benar, Siska. Perubahan tubuh mu itu membuat aku mencari tahu tentang mu. Kamu sedang hamil kan?" tanya Tuan Raditya.


Siska menangis dengan kencangnya, percuma juga ia mengelak jika Tuan Raditya sudah mengetahuinya dan ia hanya bisa pasrah meminta ampunan nya.


"Ini semua gara-gara kamu, Mas. Kamu tak pernah perduli sama aku, tak pernah melihat sedikit pun padaku. Aku hanya istri pajangan saja buat mu, Mas. Dan jangan salahkan aku jika aku tekad mencari pelampiasan nafsuku," teriak Siska yang mengeluarkan isi dalam hatinya.


"Tapi jangan jadi wanita murahan, Siska. Aku tak mencintai mu berulang ulang kali pun sudah ku katakan jika aku tak mencintai mu, tapi kamu selalu ingin bertahan dalam rumah tangga ini," balas Tuan Raditya tak kalah emosi.


"Bukan tak mencintai ku, Mas. Tapi kamu tak mau belajar menerima ku dan perlahan mencintai ku. Tapi apa yang ku dapat hanya penolakan dan penolakan."


"Saat kedatangan Rembulan, semua tertuju padanya dan kamu juga memperlakukan dengan istimewa tak dengan ku," sambungnya lagi.


Tuan Raditya terdiam, ia memang memperlakukan Rembulan dengan berbeda dari Siska karena ia mencintainya.


"Aku memperlakukannya karena aku mencintainya, Siska. Dan aku sudah memberi pilihan atas rumah tangga kita tapi kamu tetap ingin mempertahankannya, bukan." Tuan Raditya pernah ingin menceraikan Siska dan mengembalikan dia pada orang tuanya, tapi Siska tak mau dia ingin mempertahankan rumah tangganya.


"Itu sebelum ada Rembulan, Mas. Dan aku akan berusaha menggapai cinta mu, saat kedatangan Rembulan semua tujuan ku sia-sia dan harapanku juga hancur. Karena itu aku melampiaskan pada adikmu," jelas Siska yang ia rasakan saat ini.


Tuan Raditya menyunggingkan senyumnya, dan menghampiri Siska yang sedang duduk di lantai. Tuan Raditya berjongkok lalu berkata.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Dan, usaha mu sia-sia karena cinta tak mungkin di paksakan. Nikmati saja hasil dari perbuatan mu itu ...


Yuk tak bosan-bosannya author meminta jejaknya ya biar semangat updatenya 🤗🤗🤗


__ADS_2