
"Ayo, Pih. Evan kenalkan sama mis Laura, kalau Evan diantar sama Papih," ajak Revan yang antusias untuk mengenalkan Papih nya pada guru kelasnya.
"Tapi Papih ada meeting sebentar lagi, Nak. Papih antar sampai di sini saja ya?" ucap Tuan Raditya yang menolak ajakan sang putra karena ada meeting penting.
"Tapi, Pih. Evan pengen kenalin Papih sama mis Laura, dia guru Evan yang baik dan cantik," jawab Evan yang kecewa dengan penolakan sang Papih, ia pikir jika Papih nya akan mengabulkan permintaannya untuk saat ini namun itu hanya bayang-bayang saja.
"Lain kali saja ya? Jika Papih ada waktu luang kita akan habiskan waktu bersama Ok," rayu Tuan Raditya pada sang putra, bukannya ia tak mengabulkan permintaannya tapi ada hal penting yang tak bisa ia tinggalkan.
Revan terdiam, ia menunduk dengan rasa kecewanya karena tak di kabulkan permintaan kali ini. Ia akan memperkenalkan pada teman-temannya dan terutama pada guru kelas yang selalu menanyakan jika dirinya di antarkan sama siapa?
"Iya, Pih." jawab Revan yang pasrah tapi ada rasa kecewa, kesibukan Papahnya yang selalu menyita waktunya untuk bermain pun tak bisa. Ada saja alasan sang Papih jika ada yang inginkan oleh Revan, bisa di hitung dengan jari ia pergi dengan Papih nya.
Tuan Raditya bukannya tak sayang tapi ada hal penting yang tak bisa ia tinggalkan saat ini. Jika saja ia bisa di cancel atau di ganti dengan yang lain mungkin ia akan menemani sang putra yang butuh perhatiannya sekarang ini. Tapi, lagi dan lagi ia harus tega dan meninggalkan sesudah ia menghantarkan hanya di depan gerbang pintu sekolahnya.
"Evan gak marah kan? Papih janji lain kali kita jalan-jalan ya?" rayu Tuan Raditya, dan mengusap kepala putranya dengan kasih sayang.
Revan mengangguk dengan ekspresi wajah datarnya, ia tidak bisa memaksa jika Papih nya sudah mengatakan hal itu. Ada suster Tata yang selalu menemaninya saat ia tidur sampai mau tidur lagi. Pernah Revan menanyakan soal ibu kandungnya lagi dan lagi Tuan Raditya beralasan jika ibunya sedang mencari ilmu seperti dirinya.
Tuan Raditya berasalan seperti itu jika suatu saat nanti istrinya akan kembali kepadanya bersama dengan sang anak. Harapan hanya satu ia tak pernah percaya jika sang istri sudah tiada sebelum Tuan Raditya melihat langsung jasad sang istri ada di hadapannya sekarang.
Revan pun berjalan sendiri, ia hanya menunjukkan wajah datarnya agar orang tak kasihan melihatnya sedang butuh perhatian kasih sayang dari keluarga lengkapnya. Tapi itu hanya sebuah harapan yang entah Tuhan akan memberikan kapan kebahagiaan Revan yang ingin bertemu dengan ibu kandungnya.
__ADS_1
Sampai di kelas ia duduk dan menghiraukan panggilan dari teman-temannya yang memanggil untuk bermain sebelum jam masuk.
Saat jam pelajaran di mulai, mis Laura datang ke kelasnya dan mengapa anak murid yang ada di kelas ini.
"Selamat pagi semuanya," sapa mis Laura yang tersenyum dengan tulusnya.
"Pagi, Mis." jawab semua murid tak kecuali Revan.
Mis Laura melihat kearah Revan ada raut wajah yang tak biasa seperti sebelumnya, ia pun penasaran dan menghampiri anak murid yang lagi melamun.
"Revan kenapa? Kok sedih begini, ada yang nakal ya?" tanya Mis Laura yang menghampiri Revan.
"Revan boleh cerita kok sama Mis, mau?" tawar Mis Laura yang tersenyum, ia merasakan hal aneh jika dekat dengan bocah ini, ada hal yang belum ia pastikan kebenarannya.
Nyaman, tentu. Jika dekat dengan bocah bernama Revan, Laura selalu senang dan gembira.
"Mau permen gak?" tawar Mis Laura.
Revan menoleh kearah guru kelas, ia melihat dengan raut wajah yang menggemaskan membuat yang melihat begitu gemes.
Revan pun mengangguk dan tersenyum, saat ingin mengambil permen itu tiba-tiba...
__ADS_1
"Bilang sama Mis kamu kenapa, Hem?"
.
.
.
.
.
.
.
Revan mau kenalin Mis Laura pada Papih, tapi Papih selalu sibuk dan sibuk. Gak ada waktu dengan Revan....
Hatur nuhun yang sudah like, komen dan votenya ya...
Dan sudah mampir ke cerita ini, mungkin tak ada kalian author bukan siapa-siapa dan berkat kalian author bisa berimajinasi tentang cerita ini.. Semoga terhibur dan jangan di bully ya namanya juga baru belajar ya🤗🤗🤗
__ADS_1