Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 98


__ADS_3

Umpatan kesal Tuan Raditya yang melihat sang putra yang menguasai istrinya tersebut, ia akan biarkan itu tapi besok-besok ia akan protes dan mengambil alih punyanya itu.


Rembulan pun yang mendengar umpatan sang suami hanya bisa tersenyum dan hanya bisa kasihan melihatnya tapi ia tak mungkin bisa mengabaikan sang putra yang butuh perhatiannya saat ini.


Dengkuran halus dari putra itu membuat Rembulan membuang napasnya dan pelan-pelan untuk melepaskan pelukan dari putranya itu.


Terlepas dari dekapan putranya setelah itu Rembulan membalikkan tubuhnya menghadap suaminya yang sudah terpejam karena lelah menunggu istrinya itu.


"Kasihan banget sih suami ku ini," ucap Rembulan dengan pelan sambil mengusap wajah suaminya dengan raut wajah yang begitu polos saat tertidur itu. Wajah yang begitu tenang dengan wajah begitu ganteng dan berwibawa.


"Kalau kasihan cium dong," sahut Tuan Raditya yang masih memejamkan matanya itu.


Rembulan kaget dan ia pun bergegas untuk membalikkan tubuhnya karena malu ketahuan oleh suaminya tersebut. Dan tanpa di sangka Tuan Raditya yang tahu akan tindakan sang istri segera ia menarik tubuh sang istri untuk masuk kedalam dekapannya.


"Mas," protes Rembulan, ia takut aksinya akan di lihat oleh putranya itu.


"Sutt... Diem, jangan sampai bocah itu mengganggu lagi," bisik Tuan Raditya di telinga Rembulan yang membuat Rembulan begitu merinding. Ini pertama kalinya di sentuh lagi setelah kejadian itu dan kak Vino pun tak pernah menyentuh tubuhnya kecuali tangannya saja.


Rembulan terdiam, ia hanya bisa terkekeh dengan apa yang di lakukan suaminya itu. Rasa geli saat suaminya itu melakukan aksinya di atas ranjang bersama dengan putranya itu yang menemani tidurnya.


"Geli, Mas." protes Rembulan saat Tuan Raditya memainkan telinga itu.

__ADS_1


"Mamih...," panggil Revan dengan mata yang masih terpejam dan itu membuat kedua orang yang sedang melakukan aksinya dengan pelan-pelan dan hati-hati itu pun kaget dengan suara putranya itu.


Revan pun tertidur lagi, ia melanjutkan tidurnya itu setelah ia memanggilnya saja.


"Huufff, ini anak lama-lama bikin kesal juga," ucap Tuan Raditya yang lega karena anak hanya mengigau saja.


"Kok, Mas. Nyalahin anak ku sih," protes Rembulan yang tak terima jika anaknya di bilang gitu.


"Bukan gitu, Yang. Emang Revan selalu menggangguin kita terus kan?" tanya Tuan Raditya yang serba salah. Kini ia harus merayu istrinya itu jangan sampai ngambek sebelum ia membobolnya.


"Awas ih, aku mau tidur," pinta Rembulan, ia sudah kesal karena mood nya sudah rusak oleh suaminya itu.


"Tapi, Yang." rengek Tuan Raditya yang pusing, dan yang paling pusing adalah burungnya sudah on lagi setelah ia memberikan sentuhan di tubuh sang istri.


Rembulan pun meninggalkan suaminya yang masih menggerutu dan merayunya untuk melanjutkan apa yang tadi di tunda. Tapi itu semua itu gagal karena Rembulan tak mengindahkan rengekan suaminya itu.


Tuan Raditya sudah pasrah dan turun dari ranjangnya sendiri, ia pun keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar untuk mendinginkan kepala atasnya dan bawahnya itu.


Saat keluar dari kamarnya, ia mendapati pelayan setia itu sedang membawa minumannya.


"Tuan, belum tidur?" tanya Tata yang basa-basi.

__ADS_1


"Belum ngantuk," jawab Tuan Raditya yang masih kesal.


"Tolong bikinin kopi, Ta." perintah Tuan Raditya, ia menuju tempat ruang tamu untuk mencari udara segar sambil mengecek pekerjaannya.


"Baik, Tuan." jawab Tata, ia berlalu meninggalkan Tuannya dan membikinkan pesanannya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.......


Aku harus cari cara untuk memisahkan mereka dan menitipkan Revan pada siapa saja, yang penting sku harus membobol gawang itu. Gimana caranya...


__ADS_2