Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 76


__ADS_3

"Dia, Mamih mu, Nak," ucap Tuan Raditya menghampiri keduanya, ia tak akan kehilangan momen seperti saat putranya terus menanyakan tentang sang ibu kandung.


Wanita yang bernama Laura dan Revan pun terdiam dan saling memandang satu sama lain, entah apa yang di rasakan oleh keduanya membuat yang melihatnya terkekeh.


"Dia Mamih Revan, Pih. Beneran?" tanya ulang lagi, Revan sungguh tak percaya di pertemuan dengan wanita yang katanya ibu kandungnya. Ibu guru yang mengajarnya beberapa hari lalu menggantikan guru yang pindah tugas.


Tuan Raditya mendekati putranya dan menganggukkan kepalanya, ia menggenggam tangan putranya yang lagi kaku seperti orang yang menanti-nanti selama ini.


Berbalik dengan Laura, ia tak mengerti dengan keadaan seperti ini. Ia bingung semua menuduh jika dirinya adalah Rembulan istri dari pria asing yang baru bertemu sekarang.


"Sudah ku katakan jika tunangan ku bukan Rembulan tapi Laura, dia tunangan ku," ucap vino yang tak terima, ia akan mempertahankan wanita yang ia cintai itu telah di usik.


"Apa kalian ada buktinya jika dia mirip dengan istrimu?" tantang Vino, ia ingin melihat apa benar jika tunangan mirip dengan istrinya.


Asisten Angga pun maju untuk menunjukkan foto Rembulan yang dulu dan itu cukup bukti buat menunjukkan pada pria tersebut. Asisten Angga pun mencari foto bersama dengan Tuannya ketika dengan duduk di tepi kolam buatan, asisten Angga yang iseng memotret Tuannya dengan nyonya Rembulan sekarang ada manfaatnya sebagai bukti.


Segera Vino mengambil ponsel tersebut dan ingin melihat langsung bukti yang di tunjukkan oleh orang itu. Dan ia syok karena tunangannya dan wanita yang ada di dalam foto tersebut begitu mirip dengannya. Vino pun tak bisa membedakan karena semua mirip.


"Percaya kan? Kalau nona Laura adalah nyonya Rembulan yang hilang 10 tahun lalu," ucap asisten Angga, ia mengambil lagi ponselnya dari tangan pria yang terdiam karena syok.


"Aku tak percaya, bagiku dia adalah tunangan ku bukan istri dia," ucap Vino dengan nada tinggi. Ia tak ingin kehilangan tunangannya yang amat ia cintai itu, usahanya untuk mendapatkan Laura pun sangat sulit dan butuh pengorbanan yang ia lakukan demi mendapatkan Laura.


Laura tak menimpali perdebatan orang-orang lagi memperdebatkan dirinya. Baginya ini semua membuat dirinya semakin bingung dan kepalanya mulai pusing. Dan kesadarannya mulai tak bisa terkontrol lagi ia pun ambruk di tempat itu.


Brukk....

__ADS_1


"Rembulan..," Tuan Raditya dan Tata


"Laura..," panggil Vino yang kaget dengan tunangannya itu.


Semuanya menghampirinya dan ingin membantu wanita yang mereka jadi bahan rebutan itu. Tuan Raditya yang telah dulu mendekat dan memeluknya untuk mengangkat istrinya tapi lagi lagi Vino tak terima dan mencegah semua itu.


"Jangan sentuh tunangan ku, dia adalah tunangan ku. Apa kau tak paham, Hem?" tanya Vino penuh ketegasan, ia berani pada pria yang belum tahu tentangnya.


"Dia istriku dan aku berhak atas dirinya kamu hanya orang asing. Istriku pasti lagi akan mengingat nya," jawab Tuan Raditya yang tak kalah tegas, ia tidak terima ada orang yang berani pada dirinya. Semua orang termasuk kliennya yang takut dengan jika dirinya berbuat salah ataupun bermain dengannya.


"Tolong kerja samanya, Tuan. Kami hanya ingin memastikan benar jika wanita ini adalah Nyonya kami," sahut asisten Angga yang menghampiri dan menderai keduanya agar tak berkelahi di tempat umum ini.


Vino terdiam, ia memandang dengan sorot mata yang tajam. Karena tak terima tunangannya di sentuh oleh pria lain.


Tuan Raditya mengangkat dan membawa Rembulan ke rumah sakit terdekat agar segera di tangani, ia tak ingin kecolongan lagi karena kehilangan menghuni isi hatinya. Semuanya mengikuti ke mana langkah Tuan Raditya itu dan Vino pun tak akan meninggalkan dan membiarkan orang itu mengambil cintanya.


Sesampainya di rumah sakit terdekat, Tuan Raditya menggendong Rembulan untuk di periksa. Ia memanggil seorang dokter di tengah malam tersebut. Dokter yang menjaga tengah malam pun menghampiri orang tersebut yang berteriak meminta pertolongan.


"Ada apa, Tuan?" tanya dokter Pria tersebut menghampiri Tuan Raditya.


"Tolong periksa istriku," ucap Tuan Raditya yang masih menggendong Rembulan ala bridal style.


Dokter itu mengangguk dan menunjukkan ruangan untuk pasiennya, ia akan memeriksanya keadaan pasiennya.


Tuan Raditya mengikuti langkah dokter tersebut dan merebahkan tubuh Rembulan di atas ranjang pasien.

__ADS_1


"Tolong keluar dulu, Tuan. Kami akan memeriksanya," ucap seorang dokter tersebut.


Tuan Raditya enggan beranjak, ia ingin menemani dan menjaga istrinya agar tak kehilangannya lagi. Mau tak mau pun Tuan Raditya keluar dan membiarkan dokter tersebut memeriksakan istrinya ia tak boleh egois karena tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya.


Tuan Raditya keluar, ia melihat semua orang itu sudah datang termasuk pria yang mengaku menjadi tunangan istrinya itu.


"Bagaimana keadaan tunangan ku?" tanya Vino yang khawatir dengan keadaan Laura.


Bukannya menjawab Tuan Raditya menghampiri pria yang bernama Vino tersebut dan berkata...


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Dia bukan tunangan mu tapi istriku, camkan itu...


__ADS_2