Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 91


__ADS_3

Gurutu Tuan Raditya yang sudah kesal pada putranya itu, tadi ia di bikin emosi dan sekarang ia di bikin kesal oleh putranya sendiri.


"Tadi bilang apa, Mas?" tanya Rembulan yang semar-semar mendengar gumaman suaminya itu.


"Mau masukin putraku ke kamar mandi, iya?" tanya Rembulan lagi, ia yang mendengar itu menjadi jengkel dengan cemburu pada putranya.


Tuan Raditya menggelengkan kepalanya, ia tak mungkin mengiyakan pertanyaan istrinya. Bisa terancam dirinya tak bisa tidur memeluknya untuk pertama kalinya.


"Awas saja sampai kamu melakukan hal itu, akan ku pastikan punya kamu tak bisa bersilaturahmi lagi," ancam Rembulan yang mulai konyol, di depan Tata pun ia mengucapkan hal itu yang seharusnya itu hal pribadi.


Tata hanya terdiam, ia juga wanita dewasa yang tahu dengan hal itu walaupun ia belum merasakan tapi saat ia mendengar itu rasa-rasanya malu ingin segera keluar dari ruangan ini.


Tidak dengan Tuan Raditya, ia menelan ludahnya dengan susah payah. Ancaman sang istri membuat si entong jadi ancaman setelah 10 tahun bersemedi dengan tenangnya.


"Gak, Ulan. Tadi ada apa ya yang masuk ke kamar mandi, aku kesal takut ada kecoa." alasan Tuan Raditya yang tak masuk akal, ia hanya mengucap tanpa memikirkannya.


Selesai melepaskan selang infus, Rembulan tak membutuhkan waktu lama karena tak membawa barang apapun. Ia di larikan ke sini dengan hanya mengenakan pakaian yang ia pakai saja. Sebelum pulang Rembulan lebih dulu untuk memeriksakan kepalanya instruksi dari dokter tersebut.


"Aku takut, Mas," ucap Rembulan yang lagi menunggu dokter itu memanggil untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Kamu tenang saja ya? Semuanya akan baik-baik saja sesuai yang kita harapkan. Jadi, kamu harus percaya jika sampai ada apa-apa pun aku akan menemanimu dan mencari orang yang hebat untuk menyembuhkan mu ya?" jawab Tuan Raditya yang meyakinkan sang istri agar lebih nyaman saat di periksa lebih lanjut.


Rembulan mengangguk sambil menggenggam tangan suaminya. Ia hanya ingin mencari kekuatan dari lewat suaminya.


"Nyonya Rembulan, silahkan masuk," panggil perawat itu yang menyuruh pasiennya untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


Rembulan pun bangun dan masuk di temani oleh suaminya, ia tak ingin di tinggalkan hanya sedetik pun. Revan yang menunggu di dalam mobil bersama Tata si pelayan pribadinya itu.


Setengah jam sudah Rembulan di periksa dan sekarang Rembulan dan Tuan Raditya hanya menunggu hasil dari pemeriksaan tersebut.


"Bagaimana, Dok?" tanya Tuan Raditya yang mewakili perasaan istrinya yang lagi gugup karena takut hal terjadi pada dirinya.


"Pemeriksaan menunjukkan jika Nyonya Rembulan tak terjadi sesuatu di kepalanya. Dan ingatan yang baru Nyonya Rembulan kembali menunjukkan jika Nyonya Rembulan sudah mengingatnya dengan seutuhnya." jelas dokter tersebut. membuat kedua pasangan halal tersebut merasa bahagia tak ada yang perlu di khawatirkan sekarang.


"Tuh kan apa kataku, kamu baik-baik saja," ucap Tuan Raditya sambil menggenggam tangan istrinya.


Rembulan membuang napasnya dengan perlahan, ia sekarang lega karena kondisinya tak terjadi sesuatu dan ingatannya pun mulai kembali sedikit demi sedikit.


"Tapi, Nyonya Rembulan harus di ingatkan dalam sehari-hari yang pernah kalian lakukan dalam kebersamaannya agar ingatan terus mengingat semuanya." pesan dokter tersebut.


Pamitnya kedua langsung menemui putranya dengan Tata yang sedang menunggu di dalam mobil tersebut.


"Ayo masuk," titah Tuan Raditya yang sudah membuka pintu mobil untuk istrinya, hal perhatian yang sederhana membuat Rembulan merasa senang.


"Terimakasih, Mas." ucap Rembulan, ia masuk di depan karena di belakang ada putranya dan Tata.


"Lama banget, Mih." ucap Revan yang mulai kesal karena menunggu orang tuanya terlalu lama.


"Maafkan Mamih ya? Tadi nungguin dokternya lama, sayang." jawab Rembulan yang tak enak hati dengan putranya.


Revan pun mengangguk dan mengerti, bibi Ta sudah menjelaskan hanya saja Revan ingin bertanya langsung pada Mamihnya. Perjalanan yang begitu menyenangkan saat Revan bercerita tentang keseharian bersama dengan bibi Ta di rumah dan di sekolahnya.

__ADS_1


"Mamih mau mengajar lagi?" tanya Revan yang ingin memastikan jika Mamihnya itu akan mengajar lagi tak tidak.


Rembulan tak langsung menjawab, ia sekarang harus meminta izin pada suaminya karena itu adalah kewajiban seorang istri harus meminta izin.


"Tak boleh, Mamih akan di rumah dan mengajari Revan saja," sahut Tuan Raditya yang memberi keputusan, ia ingin istrinya sibuk di luar sana.


Dan, benar. Apa yang di khawatirkan Rembulan jika dirinya tak mungkin di izinkan oleh suaminya tersebut. Perjalanan pun sampai di depan pagar menjulang tinggi. Tuan Raditya pun masuk setelah penjaga itu membukanya.


Tuan Raditya turun dan membukakan pintu mobil untuk istrinya, ia pun berkata.


.


.


.


.


.


.


.......


...Selamat datang ratu di rumah ini.......

__ADS_1


__ADS_2