Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 121


__ADS_3

"Bukan itu saja, Van. Yang aku dengar jika ada seorang pria bisa mengalahkan dirinya untuk balap motor dia akan bersedia memberikan hidupnya dengan pria lain. Tapi sayangnya sampai sekarang tak ada yang bisa menaklukkan gadis itu jika balapan dengannya." sambungnya lagi, ia mendengar gosip itu yang sudah umum di ketahui di kampus tersebut.


Tapi, membuat raut wajah Revan aneh. Ia bingung dengan sikap dan perilaku gadis itu di luar dugaannya. Bukan penampilannya saja tapi keberaniannya tentang apa yang sudah ia ucapkan itu.


"Masa iya seperti itu," gumam Revan, ia ingin sekali menantang gadis itu untuk adu kecepatan dengan motornya masing-masing tapi Revan tak menginginkan hal yang di ucapkan teman barunya itu ia lebih tertantang untuk mengalahkannya yang so jago tersebut.


Dani yang mendengar gumaman Revan pun mengiyakan ucapan itu, ia pun menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Aluna tersebut.


"Aku jadi penasaran, pengen tantang dia. Tapi--," belum sempat Revan melanjutkan ucapannya ia sudah di potong perkataannya oleh pria itu dan berlari ke arah para gadis tersebut untuk memberitahukan tentang apa yang ia akan sampaikan.


"Eh, mau kemana kamu," teriak Revan, ia belum selesai berbicara pria itu menghampiri para wanita itu.


"Mampus dah, gue kan cuma iseng saja sih. Yang jelas pengen ngalahin gadis itu yang so jago dan bikin gue pusing." ucap Revan yang mengacak rambutnya yang tak gatal. Ia ingin sekali menghampiri pria itu dan mencegah apa yang ia katakan tadi.


"Hay para cewek cantik," sapa Dani yang sudah sampai dan ia pun akan menyampaikan sesuatu yang di katakan oleh Revan. Bukan Revan memaksa tapi dirinya lah yang ingin tahu tentang mahasiswa baru itu untuk mengalahkan ratu jalanan tersebut yang tak ada bisa mengalahkannya.


"Mau ngapain Lo," jawab Hesti yang tak suka dengan tampang pria pas-pasan itu yang selalu mengaku dirinya lah yang paling ganteng.


"Ada perlu sama Aluna." jawab Dani dengan tampang so pedenya.

__ADS_1


"Mau ngapain nanyain Luna, hah?" bentak Hesti lagi.


"Sana pergi lu, ganggu para cewek saja." usir Hesti lagi, ia lagi diskusikan tentang pulang dari kampus tersebut ingin pergi ke suatu tempat.


"Heh, cewek centil gue perlu sama Luna bukan sama lu. Jadi diem tuh mulut ya," balas Dani, ia pun menggeser tubuh Hesti dari hadapan Aluna.


"Mau apa sih," ucap Aluna yang sudah pusing dengan perdebatan antara Dani dan Hesti tersebut.


"Kamu pernah bilang kan Lun jika sampai sekarang tak ada yang bisa taklukan dunia jalan mu itu kan? Sekarang ada seseorang pria yang ingin menantang kamu balapan gimana?" ucap Dani yang mengutarakan niatnya ingin menantang d


gadis cantik dengan gaya tomboy tak ada yang bisa taklukan gadis yang bernama Aluna sagita itu.


"Siapa?" tanya Aluna begitu penasaran.


Dani tak menjawab dengan kata-katanya, ia pun menunjuk kearah di mana keberadaan Revan saat ini.


"Tuh orang nya," ucap Dani sambil menunjuk.


"Cowok itu, ya ampun dia mau tantangin gue. Emang dia sanggup," teriak Aluna seolah meremehkan pria yang selalu mencari masalah dengannya.

__ADS_1


Revan yang tak terima dengan perkataan gadis itu pun langsung menghampiri dan mengatakan apa yang seharusnya ia tak katakan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Iya, gue tantang Lo...

__ADS_1


__ADS_2