Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 64


__ADS_3

"Kenapa dia menangis, Ta?" tanya Papah Haris, ia tak tega mendengar tangisan cucunya yang begitu menyayat hatinya.


"Saya tidak tahu, Tuan besar. Di kasih susu tak mau," jawab Tata yang sedih, ini pasti ada kaitannya dengan Rembulan. Kontak batin seorang ibu dan anak sangat lah kuat dan kini di rasakan baby Revan yang ingin merasakan dekapan hangat ibu kandungnya.


Papah Haris pun menimangnya, ia yang kini akan mengurus dan merawat cucunya hingga Rembulan di temukan oleh putra dan orang-orang yang membantunya. Semoga keajaiban itu ada dan menantunya bisa di temukan dengan keadaan selamat.


Ia tak menyangka dengan tindakan mantan mantunya tak pernah ia harapkan, membuat Rembulan harus menanggung semuanya yang putranya lakukan.


"Ada kabar dari menantuku, Ta?" tanya Papah Haris.


"Belum, Tuan." jawab Tata yang menundukkan kepalanya, ia takut jika dirinya salah dalam mengucapkan kata-katanya.


Dan akhirnya, baby Revan pun mau diam dan menyusu karena lelah sedari tadi menangis. Tata pun merebahkan tubuh bayi majikannya ke box tempat bayi berada.

__ADS_1


"Cucu Kakek kuat ya, sayang. Doakan saja biar Mamih Rembulan pulang ya," ucapnya papah Haris melihat cucunya sudah tertidur di box bayi oleh Tata.


"Tolong jagain dia, Ta. Jangan tinggalkan cucuku ya," pesannya sampai berlalu meninggalkan kamar cucunya, ia tak kuat melihat semua ini demi perasaan yang berbeda. Bahagia karena kini telah memiliki cucu dan sedih karena menantunya belum di temukan sampai sekarang ini.


Di tempat kejadian, Tuan Raditya kekeh ingin mencari keberadaan sang istri saat Papahnya mencegahnya untuk pergi bersama anak buahnya. Ia terus mencari keberadaan sang istri dan percaya jika sang istri masih hidup dan bertahan untuk dirinya dan putranya. Rembulan adalah wanita kuat dan ceria yang pernah ia rasakan.


"Kamu dimana, sayang. Ayo pulang jangan bikin Mas cemas seperti ini. Kasihan putra kita dia butuh kamu, sayang," ucap Tuan Raditya yang kini ada di sungai tempat di mana sang istri tercebur ke dalam sungai yang deras itu.


Asisten Angga pun menghampiri Tuannya yang kini sedang berdiri dengan tatapan kosongnya. Begitu kasihan melihat Tuannya sesedih ini. Asisten Angga pun tak pernah melihat Tuannya sesedih seperti ini.


"Bagaimana, Ga. Apa ada perkembangan?" tanya Tuan Raditya yang tau jika asistennya mendekat kearah arahnya walaupun tak menoleh.


"Belum, Tuan. Kami masih mencarinya dan belum ada tanda-tanda keberadaan nyonya Rembulan," jawab asisten Angga yang kini takut dengan tatapan dingin Tuannya.

__ADS_1


"Kamu gimana sih, Ga. Cari seorang wanita saja tak becus seperti itu. Istriku pasti lagi kedinginan sekarang." bentak Tuan Raditya yang kini memikirkan tentang itu, kejadian tempo hari itu Rembulan tak bisa berenang membuat Tuan Raditya cemas.


Di tempat lain, seorang kakek tua sedang mencari ikan pun di kejutkan dengan sosok orang yang mengapung di atas air sungai itu. Ada rasa cemas dan takut dengan yang ia lihat. Takut itu mayat yang sudah mati, tapi ada rasa penasaran yang kini kakek itu rasakan.


Mencoba mendekati dan ingin memeriksakan apa yang ia lihat, takut jika orang itu masih hidup dan butuh bantuannya. Kakek ini pun mendekat dan memeriksanya membalikkan tubuhnya dan betapa kagetnya dengan sosok wanita yang berlumuran darah seperti orang ada yang menjahatinya.


memeriksa keadaan dan betapa kagetnya, sosok wanita masih...


Dia masih hidup, aku harus menolongnya....


Minal aidzin walfa idzin mohon maaf lahir dan batin ya buat semuanya... Maaf jika author ada salah dan penyampaian tentang cerita yang author bikin ini, ini hanya semata-mata untuk menghibur kita semua dengan ide yang aku buat, mohon maaf jika ada tulisan dan kata-kata yang kurang bagus dan pas author juga masih belajar dan butuh bimbingan dari kalian semua...


Selamat hari raya idul Fitri 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2