Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 56


__ADS_3

Tuan Raditya sudah melayangkan gugatan cerai pada istri pertamanya yaitu Siska, ia tak ingin mempertahankan Siska lagi yang sedang hamil oleh adiknya sendiri. Mengecewakannya dan mengkhianati di belakangnya bersama adiknya. Dan Tuan Raditya yang sejak dulu tak pernah mencintainya dan menerima menjadi istrinya. Ia terpaksa menjalani pernikahannya dengan Siska karena sebuah kesempatan bersama.


Tapi sekarang ia bahagia karena kehadiran Rembulan di saat ia butuh sandaran dan butuh seseorang untuk melupakan masa lalunya untuk membuka hatinya yang telah beku karena kenyataan.


Tingkah tengil Rembulan membuat seorang Tuan Raditya bisa menjungkirbalikkan hatinya yang tertutup rapat. Tuan Raditya bisa melihat sisi lain dari Rembulan yang berbeda, ada magnet tersendiri di dalam diri Rembulan.


.


.


.


Rembulan yang kepergok oleh Tuan Raditya sedang memakan buah apel tersebut hanya menyengir tanpa dosa, Rembulan seolah tak menganggap kehadiran Tuan Raditya di sini.


"Bukannya tadi malam kamu tidak mau?" tanya Tuan Raditya yang menghampiri istrinya yang sedang makan.


"Semalam aku tidak ingin," sahut Rembulan sambil mengunyah.


"Itu dari siapa?" tanya Tuan Raditya lagi.


"Tidak tahu, Tata yang memberikannya padaku," jawab Rembulan lagi.


Tuan Raditya melirik kearah Tata yang ingin meminta jawaban atas pertanyaan.


Tata pun tahu, ia jadi serba salah ketika di posisi seperti ini, takut Tuan Raditya marah karena tindakannya.


"Saya menyuruh penjaga gerbang depan, Tuan. Untuk mengambilkan untuk nyonya Rembulan," sahut Tata yang ia jawab dengan jujur. Tata takut dengan tatapan Tuan Raditya yang mengerikan.


"Di ambilkan oleh orang lain kamu mau sedangkan aku! Kamu menolaknya," ucap Tuan Raditya tak habis pikir dengan kelakuan istrinya itu.

__ADS_1


"Memangnya kenapa, hah?" bentak Rembulan yang penuh marah karena di ganggu acara makan buahnya oleh suaminya.


"Ya tidak apa-apa sih, tapi...," ucap Tuan Raditya yang menghentikan ucapannya.


"Tapi apa?" tanya Rembulan yang turun dari ranjangnya, ia ingin melihat suaminya itu.


Tuan Raditya menjadi gugup di buatnya, dan Tata pun tahu situasi seperti ini ia pun bergegas keluar dari kamar majikannya itu.


"Suka suka aku, aku yang pengen bukan dirimu Tuan yang terhormat," bisik Rembulan di telinga Tuan Raditya.


Tanpa berpikir panjang Tuan Raditya menarik tengkuk Rembulan dan melahap bibir mungil yang sedari tadi mengomel tanpa henti. Tuan Raditya gemes dengan tingkah istrinya yang semakin berani padanya saat kehamilan ini.


Rembulan melotot, ia tak menyangka dengan tindakan suaminya yang masih berani menyentuh bibirnya yang sudah lama tak pernah di sentuh lagi. Semenjak kejadian itu mereka tidur masing-masing tak pernah bertegur sapa layaknya seperti orang lain.


Rembulan pun memukul dada bidang suaminya dan meronta ingin di lepaskan tapi hasilnya nihil karena tenaga suaminya yang kuat tak seperti dirinya.


"Maaf," ucap Tuan Raditya dengan pelan


Lagi lagi Tuan Raditya mengatakan kata 'maaf' secara gampang dan mengulangi kesalahannya lagi, Rembulan tanpa membalas perkataannya langsung merebahkan tubuhnya tanpa menoleh sedikit kearah suaminya itu. Hatinya mulai kesal dan kecewa.


"Sayang maafkan aku, aku sudah tak tahan lagi melihat mu seperti tadi ingin rasanya aku melahap mu seperti dulu lagi. Aku kangen," rayu Tuan Raditya pada istrinya agar Rembulan tahu berapa besarnya cintanya pada Rembulan.


Rembulan masih diam, ia enggan untuk menjawab perkataan suaminya itu. Berpura-pura memejamkan kedua matanya agar terhindar dari pria yang selalu egois dan lebih mementingkan dirinya sendiri.


Tuan Raditya membuang napasnya dengan perlahan, ia mulai pasrah jika istrinya sedang merajuk seperti ini. Percuma ia merayunya dan berkata apapun jika Rembulan akan mendiamkan dirinya.


"Baiklah, aku keluar dulu ya? Baik-baik ya," ucap Tuan Raditya sambil mengelus rambut istrinya dan mencium keningnya perlahan. Tuan Raditya memberikan cinta tulus pada Rembulan.


Setelah kepergian sang suami, Rembulan membuka kedua matanya ia tersenyum dan meraba keningnya yang tadi di cium oleh suaminya. Dari tadi pun sebenarnya Rembulan tak marah ia cuma syok karena Tuan Raditya menarik dengan tiba-tiba.

__ADS_1


"Untung aku pura-pura merajut kalau tidak sudah habis mungkin...," ucap Rembulan dengan pelan sambil cekikikan sendiri.


Hari mulai malam, Rembulan makan bersama suami dan Papah mertuanya.


"Kamu tak mau melayani suami mu?" sindir Tuan Raditya pada Rembulan, Rembulan yang tak pernah melayani suaminya di atas meja makan. Itu pekerjaan Siska yang selalu rutin melayani Tuan Raditya dengan baik.


"Aku?" tanya Rembulan menunjuk dirinya sendiri.


"Siapa lagi, kamu kan istriku satu-satunya di sini," sahut Tuan Raditya.


"Jika tak ingin mungkin aku akan cari lagi istri baru," sambungnya lagi. membuat kedua mata Rembulan melotot seketika dan menatap Tuan Raditya dengan tajam.


.


.


.


.


.


.


.


.


Awas aja jika kau menikah lagi, akan ku pastikan kadal buntung mu itu tak berfungsi lagi...

__ADS_1


__ADS_2