Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 29


__ADS_3

Tuan Raditya begitu senang dengan perkataan asistennya yang mengatakan jika istrinya sedang cemburu dan itu artinya ada sebuah cinta untuknya yang istrinya rasakan.


"Tuan..," panggil Angga yang menghentikan langkah Tuannya untuk pulang ke kediaman rumahnya. Jiwa tak sabaran nya yang dirasakan oleh Tuan Raditya seperti ABG yang sedang jatuh cinta.


Tuan Raditya pun menghentikan langkahnya, ia menoleh ke belakang dan menatap asistennya.


"Ada apa" tanya Tuan Raditya.


"Tuan akan pulang ke mana?," tanya Angga, bukannya nyonya Rembulan akan pergi ke rumah Tuan besar.


"Ke rumah, kau pikir aku akan pergi kemana memangnya? Aku hanya punya satu rumah," jawab Tuan Raditya yang aneh dengan pertanyaan asisten pribadinya itu.


"Nyonya Rembulan kan pergi ke rumah Tuan besar, Tuan muda yang terhormat, jika Tuan pulang ke rumah otomatis Tuan tak bisa bertemu dengan istri, Tuan." ucap asisten Angga yang memberitahukan jika Nyonya Rembulan berada di rumah Tuan besar.


Tuan Raditya menepuk keningnya dan lupa jika istrinya itu pergi ke rumah Papahnya. Ia pun bergegas menuju kediaman Papahnya.


.


.


.


Rembulan dan Tata sampai di bangunan mewah ini, keduanya turun berjalan beriringan menuju rumah milik mertuanya itu.


"Pipi mu harus di obati, Ta. Lihat deh sama kamu ini tuh sudah bengkak. Sadis juga ya tamparan Nenek lampir itu," gurutu Rembulan yang geram dengan kelakuan istri pertamanya itu.

__ADS_1


Bukan Tata yang menghalanginya mungkin ia yang akan merasakan tamparan darinya dan itu pasti sakit luar biasa.


Sesampainya di kediamannya bersama Angga, Tuan Raditya pun turun dari mobil mewahnya. Ia pun langsung masuk untuk mencari keberadaan sang istri yang ada di rumah Papahnya.


.


.


.


Siska yang kesal bercampur bahagia karena telah menampar pelayan pribadinya Rembulan walaupun bukan dia sasarannya tapi Siska sudah bisa bayangkan semarah apa Rembulan saat melihat pelayan itu ia tampar.


"Nanti giliran mu, Rembulan. Ini lebih dari itu," gumam Siska yang sudah merencanakan sesuatu, ia akan memberikan pelajaran pada istri kedua dari suaminya yang mulai menunjukkan tingkahnya.


Siska sudah bertahun-tahun menarik perhatian Tuan Raditya tapi apa yang ia dapat tidak sama sekali sedangkan Rembulan baru beberapa hari di sini sudah mendapatkan perhatian dan perlakuan yang berbeda oleh Tuan Raditya


Di rumah Papah Haris.


Rembulan sedang mengobati bekas tamparan dari Siska yang seenaknya melakukan itu, ia mulai geram ingin membalas apa yang sudah dia lakukan.


"Kalian sedang apa?" tanya Tuan Raditya pada Rembulan yang sedang bersama Tata.


"Kamu gak lihat, hah. Ini semua gara-gara istri kesayangan mu itu," ketus Rembulan tak pernah menganggap kehadiran suaminya yang datang ke sini.


"Makanya aku aku tanya Tata kenapa? Siska berbuat apa pada kalian?" tanya Tuan Raditya yang merasa jika Siska tak mungkin melakukan itu, ia sudah lama mengenal Siska dan itu tak akan mungkin dia lakukan walaupun kata-kata yang pedas membuat siapa saja akan kesal.

__ADS_1


"Kamu gak percaya? Gini nih kalau suami sudah bucin sama istrinya." cibir Rembulan yang malas melihat suaminya sedang membela istri pertamanya di hadapannya .


"Bukan itu, tapi--,"


"Apa?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sana pulang kelonin tuh istri kesayangan mu itu...

__ADS_1


__ADS_2