Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 85


__ADS_3

Ucap Vino dengan tegas ia memang menyembunyikan wanita yang ia cintai dari seseorang yang dulu pernah mencarinya.


Flashback on...


10 tahun lalu saat Rembulan di temukan oleh kakek dan neneknya, Vino yang tinggal di kota tiba-tiba pulang ke kampung dan menemui kakek dan neneknya yang tinggal hanya berdua. Vino hanya ingin pulang dan bertemu dengan mereka ia tiba-tiba di kejutkan dengan seorang wanita di ruangan itu terbujur lemah dan kasihan.


"Siapa dia kek?" tanya Vino pada kakeknya.


Kakeknya yang berdiri tak jauh dari cucunya yang baru datang dari kota hanya bisa menggelengkan tanda ia tak tahu identitas wanita yang ia temukan di sungai itu.


"Dia sudah 2 hari belum sadarkan diri," ucap kakek yang begitu kasihan pada wanita yang malang itu yang terhanyut di sungai itu.


Vino pun mendekat lebih dekat lagi, ia melihat lebih seksama wajah wanita yang malang itu.


Deg....


Pertama kalinya Vino melihat ia sudah jatuh cinta di pandangan pertama dengan wajah wanita itu yang masih lembab karena masih ada luka yang belum kering tapi tak membuat Vino memandangnya dengan tak henti-hentinya. Kekaguman itu membuat hatinya berdebar dengan kencang.


"Cantik," gumam Vino yang tersenyum.


"Kamu istirahat dulu, Vin. Baru datang kan dan makan dulu sana seadanya, iya?" titah neneknya yang menghampiri cucunya dari kota yang baru datang.


"Iya, Nek." jawab Vino dengan singkat, ia masih betah memandang wanita yang ada di hadapannya sekarang.


Sorenya Rembulan bangun dengan merengek kesakitan di bagian perutnya.


"Sakit," rengek Rembulan yang memegang perutnya. Ia melihat sekeliling sudut ruangan yang ada di rumah ini.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun, Alhamdulillah. kek, kek. si neng ini sudah sadar," teriak Nenek tersebut saat ia menghampiri wanita yang ia ingin obati tersebut.


Kakek dan Vino pun menghampiri dan ingin tahu keadaan wanita setelah siuman dari pingsannya beberapa hari.


"Ada apa, Nek?" tanya kakek pada istrinya itu.


"Neng sudah sadar, syukur lah." ucap kakek itu merasa bahagia.


Tapi, tidak dengan Rembulan mengernyitkan keningnya karena bingung dengan siapa ia berada.


"Aku ada di mana?" tanya Rembulan yang tak tahu.


"Si neng lagi di tempat nenek dan kakek, neng. Jangan takut kami yang menemukan neng di sungai itu." jawab kakek itu dengan benar dan setelah itu Rembulan merasakan sakit di bagian kepalanya dan perutnya.


"Nama neng siapa? Dan dari mana biar nenek dan kakek bisa memberitahukan pada keluarga si neng," tanya Nenek itu.


"Nama, dari mana? Saya tak tahu nama saya siapa dan dari mana," jawab Rembulan yang tak tahu dengan namanya sendiri dan dari mana asalnya. Tiba-tiba Rembulan merasakan sakit lagi saat ditanya nama dan alamat keluarganya oleh pasangan nenek dan kakek tersebut.


"Perutku sakit dan kepalaku juga," jawab Rembulan yang masih memegang kepalanya.


"Kita bawa saja ya ke kota agar di tangani oleh dokter, kek. Di sini tak ada dokter," ucap nenek itu begitu khawatir.


Saat kakek itu ingin menjawab pertanyaan istrinya sang cucu menarik ke dalam kamar yang tak jauh dari ruangan itu.


"Ada apa, Vin?" tanya kakek itu pada cucunya.


"Biar seperti ini, kek. Aku yang akan merawatnya dan jangan biarkan wanita itu tahu tentang keluarganya," jawab Vino yang sudah merencanakan sesuatu, ia sudah jatuh cinta pada wanita itu saat datang ke rumah ini.

__ADS_1


"Jangan aneh-aneh ya, Vin. Kasihan keluarganya pasti sedang mencarinya," balas kakek tersebut.


"Kakek juga harus kasihan pada cucumu ini, kek. Aku telah jatuh cinta padanya,"


Pengakuan dari cucunya membuat kakek tersebut syok, ia tak percaya dengan apa yang di katakan nya.


Kakek itu jadi serba salah, ia bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini. Dan sang cucu yang merengek meminta untuk tak memberitahukan tentang jati diri wanita itu.


"Plis, kek. Vino yang akan menjaganya dan merawatnya," ucap vino yang meyakinkan sang kakek.


"Baiklah, tapi--," belum sempat sang kakek meneruskan ucapannya sang cucu langsung meninggalkan dan menghampiri wanita yang di temukan oleh kakeknya.


"Aku siapa ya?" tanya Rembulan pada dirinya sendiri yang lupa dengan namanya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Nama mu Laura dan aku adalah tunangan mu...


__ADS_2