Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 33


__ADS_3

"Kau cantik, jadilah seperti ini menjadi penghuni hatiku satu-satunya." goda Tuan Raditya di malam yang larut ini.


Rembulan semakin malu karena Tuan Raditya terus saja menggodanya. Pria dengan julukan dingin oleh orang orang berbanding terbalik saat ini, Rembulan sedikit dikit tahu sikap hangat suaminya pada pasangannya.


"Aku mau ke kamar mandi?" pinta Rembulan.


"Mau ngapain?" tanya Tuan Raditya.


"Aku kebelet pipis,": ucap Rembulan yang turun dari ranjangnya sambil berlari ke kamar mandi.


Setelah selesai, Rembulan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia duduk sambil menatap kearah suaminya yang sedang fokus melihat ponselnya.


"Aku boleh meminta sesuatu?" pinta Rembulan.


Tuan Raditya menoleh sedikit dan menyimpan ponselnya di pinggir ranjang yang ia duduki.


"Minta apa?" tanya Tuan Raditya dengan wajah seriusnya.


"Aku pengen bertemu dengan orang tua ku, boleh ya pergi ke tempat kakak ku," pinta Rembulan.


"Kamu gak lihat pekerjaan ku yang lagi sibuk, aku tak bisa mengantarkan ku kesana," jawab Tuan Raditya, di bulan ini jadwal harian begitu sibuk di tambah ada kendala yang di lakukan oleh adik angkatnya itu.


Rembulan dengan raut wajah yang kesal apa yang telah ia rasakan saat ini tidak bisa terwujud sekali pun, rasa rindunya seolah hanya sebuah angan yang tak pernah terjadi.


"Pergi sana," usir Rembulan pada Tuan Raditya.


"Kau mengusir ku," tanya Tuan Raditya, ia tahu jika istrinya sedang merajuk karena permintaan tak ia turuti. Bukan ia tidak bisa menuruti kemauannya tapi ada sesuatu yang harus ia jaga dan jalani demi keselamatan istrinya.


"Ya udah, aku pergi ke tempat Siska saja, dia pasti akan senang dengan kedatangan ku," ucap Tuan Raditya.


Mata Rembulan semakin menyalak ketika mendengar pertuturan dari suaminya, ia semakin kesal dan marah saat Tuan Raditya ingin pergi ke tempat istri pertamanya.


"Pergi aja sana, pergi. Jangan pernah perduliin aku! Aku benci padamu," teriak Rembulan mengeluarkan kekesalannya.


"Baiklah, jika itu kemauannya kamu, aku akan turutin," balas Tuan Raditya dengan tersenyum, ia turun dari ranjang istrinya untuk pergi dari kamar tersebut.


Saat Tuan Raditya melangkah menuju pintu tersebut, tangis Rembulan pecah dengan suara yang begitu nyaring membuat Tuan Raditya menoleh dan menghampiri istri kecilnya ini.


"Kamu kenapa?" tanya Tuan Raditya dengan khawatir, ia takut terjadi sesuatu atau ada yang sakit.


"Ada yang sakit?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Pergi aja sana ke tempat kak Siska, jangan perduliin aku," Isak Rembulan dengan derai air matanya.


"Bukannya kamu yang menyuruh ku, lalu kenapa menangis,Hem," goda Tuan Raditya yang tahu jika istrinya tak mau ia tinggalkan karena gengsi untuk mengucapkan hal itu.


"Aku tak suka, hiks... Hiks...," tangisnya semakin kencang membuat Tuan Raditya yang terkekeh karena gemas dengan tingkah istrinya yang malu malu kucing.


Cup ..


Kecupan pun di berikan oleh Tuan Raditya karena tak tahan dengan tingkah absurd istrinya yang seolah menolak dan mengusirnya nyatanya ia menginginkannya.


Rembulan melotot menatap kearah Tuan Raditya karena telah berani menyentuh bibirnya lagi.


Tidak dengan hati dan tubuhnya yang seolah menerima perlakuan Tuan Raditya yang telah berbuat dan berani menyentuh bibirnya. Tuan Raditya pun mengulangi perbuatannya yang tadi, ia ingin membuktikan pada Rembulan jika cintanya begitu tulus dan sungguh sungguh.


Kedua bibir itu bertemu lagi, kali ini Rembulan tak penolakannya dan membiarkan Tuan Raditya melakukan sesuatu hatinya. Rasa yang aneh menjalar ke bagian tubuh Rembulan dengan perasaan yang entah apa yang kini ia rasakan.


Tuan Raditya memejamkan kedua matanya saat bibir itu bertemu dengan bibir Rembulan yang mungil dan merah muda, rasa manis yang dirasakan Tuan Raditya semakin menggila dan ingin lakukan lebih dari ini. Rembulan pun mengalungkan kedua tangannya saat ini, ia juga terbawa keadaan saat suaminya mengajak untuk merasakan lebih.


Tidak ada penolakan kali ini, Tuan Raditya mempererat pelukannya pada Rembulan yang sudah terbuai dengan kelakuan yang berani menyentuh bibirnya.


Rembulan melepaskan ciuman itu, ia merasa malu karena telah ketahuan jika ia juga menerima dan merasakan apa yang telah ditawarkan oleh Tuan Raditya padanya.


Tuan Raditya mengangkat wajah Rembulan agar bisa menatap dirinya, ia tahu jika Rembulan juga mencintainya dan rasa bahagia dan senangnya saat ini yang dirasakan oleh Tuan Raditya.


Tanpa di duga Rembulan memeluk Tuan Raditya, ia merasakan getaran dan cinta Tuan Raditya padanya. Ingin hari ini Rembulan egois dan memiliki suaminya seutuhnya tanpa ada orang yang memilikinya termasuk istri pertamanya.


Tuan Raditya tersenyum dan bahagia, ia membalas pelukan istrinya dan membelai rambut Rembulan yang tergerai. Rasa cintanya pada sosok wanita yang kini menjadi istrinya saat ini.


Tuan Raditya membaringkan tubuh istrinya kembali dan menatap wajah istrinya yang cantik di makam yang indah ini.


Tuan Raditya memberanikan lagi untuk menyentuh tubuh sang yang sudah terang sang olehnya. Rembulan pun tak menolak dan mencegahnya, ia malah menikmati apa yang telah Tuan Raditya lakukan.


mencium kening turun kehidung dan turun lagi ke bibir mungil yang menggoda iman Tuan Raditya yang sudah merasakan hasratnya saat bersama dengan istri kecilnya.


"Geli," ucap Rembulan.


Tuan Raditya tak perduli, ia melanjutkan aktivitasnya yang menyenangkan saat bersama dengan Rembulan yang melayaninya tanpa ada kekerasan dan paksaan lagi, ia memperlakukan dengan cara lembut agar Rembulan bisa lirek dan tenang.


Setelah puas menikmati sajian di atas, Tuan Raditya yang ingin membuka pakaian Rembulan untuk menikmati yang lebih, suara ketukan pintu membuyarkan keduanya yang sedang menikmati surga dunia yang akan di mulai.


Segera Rembulan merapihkan nya kembali pakaian karena ulah suaminya, ia takut seseorang diluar sana mengetahui jika dirinya dan Tuan Raditya melakukan sesuatu yang menyenangkan.

__ADS_1


"Aaargghh..," Tuan Raditya merutuki kesalnya pada orang yang telah mengganggu kegiatan yang baru ia mulai dengan Rembulan, hasratnya sudah menggebu yang ingin di tuntaskan saat ini juga.


Rembulan turun, ia meninggalkan suaminya yang sedang kesal padanya. Ia biarkan suaminya mengeluarkan kekesalannya pada orang itu yang telah mengganggu kegiatan yang menyenangkan.


selesai merapihkan pakaiannya dan melihat penampilan agar tidak di curigai oleh orang yang melihatnya, Rembulan bercermin lagi.


Ceklek...


"Papah, ada apa, Pah?" tanya Rembulan yang takut jika Papah mertuanya tahu apa yang telah ia lakukan dengan putranya.


"Raditya ada di dalam?" tanya Papah Haris ingin memastikan jika putranya ada di dalam kamar mantunya.


"Ada, Pah." jawab Rembulan sambil melihat ke belakang di mana suaminya sedang mengacak rambutnya.


"Ya udah jika ada didalam," ucap Papah Haris setelah itu pergi dari kamar mantunya itu hanya ingin memastikan jika putranya berada di dalam.


Rembulan menutup pintu kembali dan menghampiri suaminya yang lagi kesal karena di ganggu saat ia berhasrat.


"Siapa yang mengetuk?" tanya Tuan Raditya.


"Papah," jawab Rembulan.


"Mau apa Papah ke sini?" tanya Tuan Raditya lagi.


"Hanya ingin memastikan putranya saja," ejek Rembulan sambil berlalu untuk membersihkan tubuhnya.


.


.


.


.


.


.


.


Ini semua gara-gara Papah, jadi GAGAL kan.....

__ADS_1


__ADS_2