
Kedatangan asisten Angga yang lagi membawa beberapa berkas di tangannya salah satu yang tadi di perintahkan oleh Tuannya mengenai soal Nyonya majikannya yang telah hilang beberapa tahun lalu, membuat seorang pria yang bernama Raditya menjadi lebih pendiam dan lebih dingin pada semua orang. Ia menutup hati dan pikirannya untuk orang lain yang ingin masuk dan mengenal Tuan Raditya lebih jauh lagi, ia menutup dengan rapat seorang wanita yang ia tunggu-tunggu selama 10 tahun itu akan kembali dan bersama dengannya lagi.
"Ini, Tuan." ucap Angga yang menyerahkan berkas itu pada Tuannya, ia yang harus bersikeras untuk mencari tahu tentang nyonya Rembulan.
Tuan Raditya yang sudah makan dan bangun dari kursinya, ia meninggalkan putranya untuk pergi ke ruangan pribadinya untuk membaca lebih detail tentang apa yang telah dilakukan oleh asistennya.
Angga pun mengikuti langkah Tuannya yang akan menjelaskan tentang apa yang ia cari dan temukan dalam pencarian tentang data yang bernama Laura guru kelasnya Tuan muda.
Ceklek...
Tuan Raditya dan bersama asistennya kini sedang membaca berkas yang tadi Angga berikan. Ia pun membacanya karena penasaran dengan isinya tentang istrinya itu.
"Tinggal di apartemen? Dan mengajar di tempat Revan sekolah." ucap Tuan Raditya yang sudah membaca dengan seksama.
"Iya, Tuan. Saya sudah memastikannya jika wanita itu yang mirip dengan nyonya Rembulan memang tinggal di sana dan baru beberapa minggu," jawab asisten Angga.
Tuan Raditya terdiam, ia bahagia dan senang karena telah menemukan istrinya yang telah hilang. Tapi, apa wanita yang mirip dengan istrinya itu bisa mengenalinya saat bertemu dengannya. Bertemu dengan Tata saja tak mengenalnya.
"Ayo kita sana kita harus memastikan jika itu benar istriku," ajak Tuan Raditya yang bangun dari duduknya, ia ingin segera bertemu dan berjumpa dengan orang yang ia cintai itu.
Asisten Angga pun mengangguk dan mengiyakan perintah Tuannya, dan semoga semua perkiraannya benar dan keluarga Tuannya bisa berkumpul lagi seperti dulu.
Tuan Raditya dan asisten Angga pun berjalan menuju tempat dimana putranya berada, ia akan mengajak untuk bertemu dengan ibu kandungnya yang pernah putranya tanyakan.
"Papih mau kemana?" tanya Revan yang melihat Papih nya baru turun dari lantai dua.
Tuan Raditya menghampiri putranya lalu berlutut untuk menyamai tingginya dengan putranya lalu memegang kedua pundaknya.
__ADS_1
"Revan selalu bertanya tentang Mamih kan?" tanya Tuan Raditya pada putranya.
Revan mengangguk tanda ia mengiyakan ucapan Papih nya. "Memang kenapa dengan Mamih Pih? Mamih belum selesai belajarnya ya?" tanya Revan lagi, ia hanya tahu jika Mamih pergi untuk belajar seperti dirinya.
Tuan Raditya beralasan seperti itu untuk memberikan pengertian pada putranya karena selalu menanyakan tentang ibu kandungnya selama ia sudah mengerti tentang keberadaan seorang Ibu.
Tuan Raditya menggelengkan kepalanya lalu mengusap kepala putranya dengan kasih sayang, "Revan mau bertemu dengan Mamih?" tanya Tuan Raditya lagi, dan anggukkan Revan pun dengan cepat, ia begitu merindukan sosok itu walaupun bibi Ta seperti ibu kandungnya sendiri.
"Kita akan menemuinya sekarang, Revan senang?"
Revan pun mengangguk dengan cepat dan tersenyum dengan lebarnya. Lalu menghampiri bibi Ta untuk mencurahkan rasa senangnya itu. "Bibi Ta, Revan akan bertemu dengan Mamih," ucap Revan yang senang bukan main.
Tata tersenyum dan mengangguk, dan semoga kali ini benar dan menjadi kenyataan untuk keluarga Tuannya.
Semuanya keluar untuk menaiki mobil yang sudah terparkir di teras, kali ini Tuan Raditya menyuruh asisten Angga yang menyetirnya. Asisten Angga pun membukakan pintu mobil untuk Tuannya dan Tuan mudanya segera masuk ke dalam.
"Berapa lama lagi, Ga?" tanya Tuan Raditya yang mulai kesal karena kemacetan itu belum reda.
"Sebenar lagi, Tuan." ucap asisten Angga.
"Ada jalan lain?" tanya Tuan Raditya.
"Tidak ada, Tuan," jawab asisten Angga dengan cepat.
Setengah jam kemudian kemacetan itu pun selesai di bereskan oleh petugas, asisten Angga pun mulai menjalankan lagi mobilnya dengan kecepatan sedang agar sampai dengan selamat.
Sampai di gedung pencakar langit, semuanya turun dan memandang apartemen yang di tempati oleh wanita yang mirip dengan istrinya itu. Tuan Raditya berjalan di depan untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.
__ADS_1
Semua masuk ke dalam kotak besi untuk mengantarkannya menuju di mana istrinya berada. Dan sampai lah di lantai itu dan mencari no yang sudah asisten berikan.
"Di sini?" tanya Tuan Raditya.
asisten Angga pun mengangguk tanda ia mengiyakan ucapan Tuannya. Tuan Raditya memencet bel apartemennya beberapa kali belum ada sahutan dari dalam atau pun membukakan pintu itu.
Ada seorang membersihkan lewat dan melihat orang yang sedang berdiri di depan pintu unit apartemen yang di tempati oleh seorang wanita.
"Cari siapa, Tuan?" tanya seorang pembersih itu berani menghampirinya.
"Kemana ya penghuni apartemen ini? Apa kamu melihatnya?" tanya asisten Angga pada orang pembersih itu.
.
.
.
.
.
.
.
Setengah jam ******lalu dia****** pergi bersama seorang pria, Tuan....
__ADS_1