Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 108


__ADS_3

"Gak ada jatah malam ini ya, Mas. Semuanya GAGAL." ucap Rembulan setelah itu menyusul sang putra sudah masuk kedalam mobil yang akan di kemudian oleh Revan. Tidak dengan Tuan Raditya, ia melotot tak percaya dengan omongan istrinya yang bikin dirinya lemes dan tak semangat lagi seperti saat berangkat tadi.


"Tapi, Mih. Kamu tuh sudah janji loh, janji itu harus di tepati ya," ucap Tuan Raditya mengingatkan istrinya itu, ia yang tak mungkin tak melakukan kesenangan yang sudah ia bayangkan sedari tadi.


Tidak ada sahutan dan perkataan dari istrinya soal yang sudah di sepakati, ia tidak bersalah dan tak mengingkari janjinya pada sang istri itu diluar dugaannya kalau sang putra berubah pikiran dan ingin pulang.


Tuan Raditya pun masuk dengan raut wajahnya yang kusut tak seperti tadi semangat saat berangkat dan itu akibatnya karena tak mendapatkan jatah malam ini.


.


.


.


Di resto itu ada sebuah keluarga yang sedang bahagia sedang menikmati makan malam bersama. Aluna yang telah beberapa menit dan tadi ada insiden dengan pria itu tapi Aluna tak menunjukkan itu tak seperti biasa ia menunjukkan wajah bahagianya.


"Gimana kuliah mu, Nak?" tanya Tuan Reyhan pada putri satu-satunya itu.


"Baik, Pah." jawab Aluna seperti biasanya, pria yang begitu berarti bagi Aluna yang selalu memprioritaskan dirinya setelah Mamahnya.


"Papah mau ini," tawar Nyonya Mentari yang tak lain adalah istri dari Reyhan Bramasta.


Seorang anak tunggal dari pasangan Tuan Bagas dan nyonya Sarah, mereka adalah pasangan yang begitu sulit saat meminta dan mendapatkan restu dari kedua orang tua Reyhan dan seiringnya waktu dan ada pengorbanan wanita yang bernama Mentari restu itu di dapatkan dari kedua orang tua dari suaminya itu. Reyhan dan Mentari pun menjadi sepasang suami istri yang begitu bahagia setelah kepergian dari mertuanya itu. Baca kisahnya tentang 'Antara cinta dan sahabat'.

__ADS_1


"Gak, Mah. Papah sudah kenyang." tolak Papah Reyhan.


Ketiganya pun makan dengan kenyang dan setelah selesai mereka juga pulang ke rumahnya yang tak jauh dari resto tersebut.


.


.


.


Sampai di kediaman Tuan Raditya, Rembulan masih merajuk pada suaminya itu yang tak salah apapun. Yang membatalkan semua acara yang telah di susun oleh Rembulan adalah putranya tapi Rembulan tak bisa marah atau pun menolak keinginan putranya itu.


Lagi lagi sang suami yang jadi sasaran Rembulan karena jiwa shopping harus gagal dan kesepakatan antara sang suami juga GAGAL.


Rembulan yang tersenyum melihat raut jawab sang suami yang kusut dan bergairah saat keluar dari mobil tersebut dan masuk kedalam kamarnya.


"Gak apa-apa," jawab Tuan Raditya yang ketus dan berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Rembulan pun duduk di pinggir ranjang untuk menunggu suaminya selesai membersihkan diri dan bergantian dengannya. Rembulan pun bangun untuk mengambil ponselnya yang sedari tadi belum ia pegang.


"Besok ada acara arisan ya? Males banget pergi ke sana," gumam Rembulan yang melamun, tapi beberapa detik ia pun kaget setelah sang suami memanggil dan mengusap pundaknya.


"Astaghfirullah, Mas. Bikin kaget saja," omel Rembulan yang mengusap dadanya karena terkejut.

__ADS_1


"Siapa suruh di panggil diem saja malah bengong sendiri," balas Tuan Raditya yang sudah wangi hasnya baru mandi.


"Sana pake bajunya," usir Rembulan yang melihat sang suami masih memakai handuk sebatas perutnya.


"Mana baju, Mih?" tanya Tuan Raditya.


Rembulan menyengir dan bangun untuk menyiapkan keperluan sang suami, baru saja Rembulan melangkah tiba-tiba sang suami menarik tangan sang istri dan berkata.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Main dulu, Mih. Bentar saja, janji cuma sebentar, udah gak tahan, Mih....


__ADS_2