
Tuan Reyhan terdiam saat permintaan sang istri yang ingin bertemu dengan sahabat sekaligus teman di masa ia bayi sampai remaja itu, kedua sahabat yang selalu menjaga satu sama lain itu retak oleh satu masalah yaitu mencintai pria yang sama tapi pria itu memantapkan hatinya pada wanita yang ia cintai sekarang sudah menjadi ibu dari anaknya.
Tapi, keinginan Mentari seolah memaksa yang ingin bertemu dengan sahabat dan teman di mana ia selalu diberikan kenyamanan dan keamanan di rumah itu. Tapi setelah hadirnya pria yang kini menjadi pendampingnya sekarang mengubah dua sahabat yang begitu setia menyayangi satu sama lain.
.
.
.
Sampai di kampus, Revan pun memarkirkan sepeda motornya itu dan melangkah menuju di mana ia akan mengikuti pelajaran yang akan diberikan oleh dosennya itu. Tapi langkahnya berhenti saat ia melihat kearah di mana gadis itu sedang berbaur dengan temannya itu.
"Kembali ke habitat aslinya kan," gumam Revan yang melihat penampilan gadis itu seperti semula saat ia baru bertemu dengan di kampus ini. Ia tak munafik jika semalam Aluna begitu cantik dengan dress yang ia pakai semalam dengan makeup natural begitu pas di wajah imutnya itu.
"Mikir apaan sih gue, gak, gak. Gue gak mungkin muji gadis itu." batin Revan sambil menggelengkan kepalanya jika ia sedang membayangkan wajah dan penampilan gadis itu waktu semalam.
"Anak baru ya?" tanya seorang pria yang satu kelas dengannya.
__ADS_1
"Eh," sahut Revan begitu kaget dengan kedatangan dan sapa dari seorang laki-laki yang baru ia kenal.
"Iya, ada apa?" ucap Revan lagi, ia ingin tahu apa yang akan laki-laki katakan.
"Aku Dani, kamu Revan kan ," tanya pria itu yang seumuran dengannya. Revan pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ia akan senang jika ada teman di tempat barunya ini. Revan yang tinggal di kota B membuat ia asing di tempat kelahirannya ini walaupun ia pernah mengabari teman semasa SMA itu yang sama dengannya kuliah di luar negeri.
Revan yang tak banyak teman dan tak bergaul dengan teman-temannya saat itu, ia menjadi seorang pemuda yang baik dan penurut. Bukan Revan tak bergaul ia lebih senang menghabiskan waktunya di rumah bersama keluarganya. Kadang sesekali ia keluar bersama teman dekatnya saja nongkrong seperti pemuda biasanya.
Revan sempat melirik kearah gadis itu lagi, tapi Dani melihat arah teman baru itu sedang memandang ke arah di mana para gadis itu berkumpul.
"Gak ada," jawab Revan dengan alasan itu agar tak ingin ketahuan jika ia memperhatikan gadis itu.
"Dia cantik, Van. Tapi sayang penampilan itu loh seperti gadis tomboy," ucap Dani yang memandang kearah dimana gadis itu sedang tertawa.
"Siapa?" tanya Revan, ia seolah tak tahu dan mengenalnya karena bagi Revan ia tak ingin berurusan dengan gadis yang selalu membuat harinya selalu berantakan.
"Aluna, di gadis cantik incaran para mahasiswa di sini tapi sayang, Luna selalu menolak pacaran dengan siapapun." jawab Dani, ia juga terpesona dengan kecantikan yang dimiliki gadis itu tapi sayang untuk mendapatkan cintanya saja butuh waktu dan berpikir jika gadis itu begitu galak.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Revan yang begitu kepo, tak biasanya ia menanyakan tentang kepribadian seorang gadis manapun tapi dengan gadis tomboy itu ia begitu penasaran.
.
.
.
.
.
.
.
Entah, yang aku dengar sih dia tak ingin pacaran langsung menikah saja... Itu pun jika ia menyukai pria yang ia suka...
__ADS_1