Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 39


__ADS_3

"Sedang apa kalian? Menjijikkan," teriak Tuan Raditya saat ada di dalam kamar Rembulan.


Teriakkan Tuan Raditya membuat kedua orang yang sedang tertidur terbangun, Rembulan bangun hanya memakai pakaian dalam membuat Tuan Raditya murka melihat istri kesayangan sedang berdua di dalam kamar saling berpelukan dengan seorang pria yang tak lain adalah pengawalnya.


Rembulan begitu syok dan menyadari jika dirinya hanya memakai pakaian dalam saja dan lebih kagetnya ada seseorang pria di sampingnya.


"Apa ini kelakuan mu? Saat ku tak ada di rumah, hah," tanya Tuan Raditya dengan murka.


"Tidak, Mas. Aku juga tidak tahu kenapa seperti ini," bela diri sendiri, Rembulan begitu kaget dengan kondisinya seperti ini sedang tidur bersama pria lain.


"Ini sudah ada buktinya REMBULAN," teriak sambil membentak, ia kecewa pada Rembulan yang sudah ia percaya dan menyerahkan cintanya tak main-main.


Rembulan menangis, ia tak pernah mendengar bentakan dari Tuan Raditya pada dirinya. Rembulan pun menarik selimutnya sampai ke dadanya ia tak ingin melihat dirinya sendiri dengan seperti ini.


Dan pria yang ada disampingnya juga merasakan hal yang sama, ia berpikir kenapa dirinya ada didalam kamar majikannya yang tak lain adalah istri kesayangannya Tuan Raditya.


"Saya juga tak tahu, Tuan," sahut pria itu yang membela dirinya sendiri.


"Diam kau," bentak Tuan Raditya dengan wajah kemerahan menahan nafsu marahnya terhadap keduanya. Tuan Raditya mengepalkan kedua tangannya untuk menahan diri agar tak kebablasan melakukan hal yang tak diinginkan.


Rembulan melilitkan selimutnya untuk menggapai tangan suaminya dan meminta maaf karena kesalahannya yang tak Rembulan mengerti.


Saat tangan Rembulan menggapai tangan suaminya, Tuan Raditya segera menepis tangan itu dengan kencang ia tak ingin di sentuh lagi dengan istri keduanya yang telah memberikan kekecewaan pada dirinya.


"Aku tak melakukan itu, Mas. Demi Tuhan," ucap Rembulan yang membela dirinya sendiri karena ia tak pernah melakukan seperti yang di tuduhkan olehnya.

__ADS_1


"Terus ini apa, Ulan? Kamu sama seperti wanita murahan seperti luar sana dan aku tertipu oleh keluguan mu dan kepolosan mu. nyatanya sama saja dengan wanita ******," hina Tuan Raditya tak bisa di kontrol lagi emosinya. Semua ia curahkan kekecewaan itu pada istrinya.


"Cukup, Mas. Aku masih punya harga diri dan tak mungkin memberikan tubuh ku ini pada pria lain, dan tuduhan mu itu membuat ku sakit, Mas." teriak Rembulan dengan tangisan yang pilu.


"Angga...," tariak Tuan Raditya memanggil asisten pribadinya.


"Iya, Tuan." jawab Angga menghampiri Tuannya.


"Seret pria itu dan bawa Rembulan ke tempat biasa, dan beri hukuman pada pria itu," perintah Tuan Raditya pada asistennya.


"Baik, Tuan. Akan saya laksanakan," jawab Angga yang menghampiri pria itu dan menyeretnya keluar dari kamar nyonya Rembulan.


"Tolong, Tuan. Saya tidak tahu dan saya tidak melakukan itu dengan nyonya Rembulan," ucap pria itu meminta ampun pada Tuannya agar ia tak mendapatkan hukuman itu.


"Ayo cepetan," titah Angga yang menyeret pria itu untuk keluar.


"Pelayan..," panggil Tuan Raditya pada salah satu pelayan.


"Iya, Tuan. Bisa saya bantu?" tanya pelayan itu yang menundukkan kepalanya karena takut kemurkaan Tuannya.


"Seret Rembulan, bawa ke tempat biasa," titahnya lagi pada istri kesayangan yang telah mengecewakan cintanya dan kepercayaannya.


"Baik, Tuan," jawab pelayan itu dengan patuh. Dan ia menghampiri Rembulan yang masih dengan Isak tangisnya.


"Mas, aku tak melakukannya. Kamu harus percaya sama aku." ucap Rembulan yang meyakinkan suaminya dengan tuduhannya pada dirinya.

__ADS_1


Tuan Raditya tak menghiraukan ucapan Rembulan, ia berlalu meninggalkan tempat yang bikin ia kecewa karena telah di khianati oleh orang yang ia cintai itu.


Rasa sakit, kecewa, dan di khianati oleh masa lalunya kini terulang kembali dengan istri keduanya sendiri. Tuan Raditya yang sudah mempercayai cinta lagi harus di musnahkan dengan apa yang istrinya lakukan.


Kekecewaan melebihi masa lalunya hanya di tinggalkan oleh pacarnya dan Rembulan sudah mematahkan rasa percayanya pada dirinya.


"Aaargghh...," teriak Tuan Raditya mengeluarkan kekesalannya pada Rembulan.


Di paviliunnya Siska, Siska begitu senang melihat penderitaan Rembulan yang telah ikut campur tentang hal pribadinya dan tentang rahasianya dengan Arga. Ia akan memberikan pelajaran karena telah lancang mengetahui apa yang telah ia dan Arga perbuat.


"Jika saja kamu tak datang di kehidupan ku mungkin kamu tak akan merasakan ini." gumam Siska yang tersenyum.


Rencana dengan Chiko berjalan dengan lancar, ia mengorbankan pria yang tak tau masalahnya dengan Rembulan harus menanggung ketah dari perbuatan Siska dan Chiko.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Tak sia-sia ku memiliki mu, Sayang...


__ADS_2