
Setelah menenangkan bayinya, Tuan muda Raditya keluar untuk mencari keberadaan sang istri sebelum itu ia menitipkan pada seorang perawat untuk menjaga bayinya. Ia tak ingin terjadi lagi pada bayinya setelah sang istri di bawa kabur oleh seseorang entah itu siapa.
Tuan muda Raditya pun memerintahkan anak buahnya untuk menjaga di ruangan bayi di mana bayinya berada.
Tak berselang lama Papah Haris datang ke rumah sakit setelah di kabari oleh asisten putranya itu jika mantunya mengalami kecelakaan tabrak lari, ia pun pulang tanpa berpikir panjang.
Papah Haris melihat sang putra berada di ruangan bayi segera masuk dan menghampirinya.
"Bagaimana perkembangan Rembulan, Dit. Apa ada kabar tentangnya?" tanya Papah Haris begitu khawatir dengan keadaan mantunya telah hilang di bawa pergi oleh seseorang.
"Entah, Pah. Belum ada kabarnya dari Angga," jawab lirih Tuan muda Raditya pada sang Papah.
"Sabar, kita berdoa saja semoga Rembulan baik-baik saja dan bisa di temukan dengan cepat. Papah sudah kerahkan seluruh anak buah papah untuk mencari keberadaan istri mu," ucap Papah Haris menenangkan putranya sedang kacau. Ia tak menduga jika nasib putranya akan seperti ini.
"Dimana cucu Papah? Apa di baik-baik saja?" tanya Papah yang baru ingat dengan cucunya yang baru di lahirkan oleh mantunya itu.
"Didalam, Pah." sedih Tuan muda Raditya mengingat semua kenangan bersama sang istri saat menunggu kelahiran buah hatinya.
"Kamu harus kuat demi anakmu," ucap Papah Haris lagi setelah itu ia menemui cucunya yang di baringkan di box bayi.
"Halo jagoan kakek, kamu harus kuat, jadi kebanggaan kakek ya. Dan doakan Mamah mu bisa kembali bersama kita ya," ucap Papah Haris begitu sedih melihat mahluk kecil yang lucu tak ada yang mendekapnya setelah ia lahir ke dunia ini.
Papah Haris pun menggendong sebentar cucunya, ia menciumi wajah lucu cucunya ini..
.
.
.
******Flashback******
Ketika Rembulan di bawa seseorang ia masih bisa merasakan apa yang terjadi pada dirinya di saat ia dalam keadaan koma, ia ingin bertahan hidup demi putranya yang baru ia lahirkan
__ADS_1
Saat Siska membisikkan sesuatu pada telinganya Rembulan menitikkan air matanya merasa takut, takut kehilangan putranya dan tak pernah kembali lagi.
"Ya Tuhan, tolonglah hamba jika hamba bisa di pertemuan lagi dengan putraku tolong beri petunjuk untuk pergi dari sini," ucap Rembulan dalam hatinya.
Setelah itu Rembulan di ceburkan ke sungai yang begitu deras, ia hanya bisa berharap agar selamat dan bisa bertemu dengan keluarganya lagi terutama putranya yang baru ia lahirkan.
Flashback
"Gimana, Ga. Ada petunjuk?" tanya Tuan muda Raditya pada asistennya yang sedang mencari petunjuk lewat CCtV itu, ia akan membantu semampunya agar Tuan dan nyonya Rembulan bisa berkumpul lagi dan hidup bahagia.
"Jangan-jangan ini perbuatan Chiko? Tapi tak mungkin, dia sudah Papah kirim ke sana." tebak Tuan muda Raditya pada asistennya.
"Saya juga mencurigai ke sana, Tuan. Tapi itu tak mungkin, karena tuan Chiko tak punya akses lagi ke sini di tambah lagi papah Haris sudah mengirimkan seseorang untuk mengawasi Tuan Chiko," jelas asisten Angga.
"Apa jangan jangan nyonya Siska, Tuan. Setelah dia di ceraikan oleh, Tuan. Siska keluar dari rumah itu." tebak asisten Angga yang ia curiga dengan nyonya Siska yang selalu ada masalah dengan madunya itu.
Tuan muda Raditya pun menoleh ke arah asisten pribadinya, ia pun meminta pada asistennya untuk menyelidiki mantan istri pertamanya itu.
Tuan muda Raditya pun kembali ke ruangan di mana bayinya berada, ia pun akan mengecek keadaan pelayan itu untuk mengetahui informasi tentang sang istri.
"Pah," panggil Tuan muda Raditya pada Papahnya.
"Ada apa? Apa ada perkembangan tentang Rembulan?" tanya Papah Haris melihat putranya menghampirinya.
"Belum, Pah. Tapi Adit mencurigai Siska dalang di balik semua ini," jawab Tuan muda Raditya yang menyesal telah memperistri wanita bernama Siska yang sudah menghianati dan memfitnah Rembulan dari masalah dulu. Ia hampir saja kehilangan istri yang benar-benar mencintainya dengan tulus dan menerima dirinya dengan apa adanya.
"Papah sudah bilang, Dit. Jika perempuan itu bukan perempuan baik-baik, dia hanya memanfaatkan diri mu saja." ucap Papah Haris yang tak pernah suka saat pertama bertemu dengan mantunya yang tak pernah ia anggap.
Tuan muda Raditya malu, ia menikah hanya sebuah kesepakatan saat Siska di tuduh mencuri di toko tempat Siska berkerja, Siska menangis meminta tolong pada pria yang baru ia kenal yang tak lain adalah Tuan muda Raditya sedang berada di toko itu.
Tuan muda Raditya pun masuk ke dalam ruangan di mana pelayan itu sedang menjalani pemeriksaan. Banyak luka di tubuh Tata yang terpental ke pinggir jalan. Luka itu tak terlalu parah dan Tata bisa melihat dengan jelas bahwa yang mengendarai mobil tersebut adalah mantan istri dari Tuannya itu.
Cek lek.
__ADS_1
Tuan muda Raditya masuk kedalam ruangan Tata yang terbaring di atas ranjang pasien. Tuan muda Raditya mendekati untuk melihat keadaan pelayan itu.
Tata pun membuka matanya dengan perlahan ketika ia mendengar suara pintu itu dibuka seseorang yang tak lain adalah Tuannya.
"Gimana keadaan mu, Ta. Apa yang terjadi saat itu?" tanya Tuan muda Raditya ingin mendengar langsung dari mulut pelayan itu.
Tata bangun dari tidurnya, ia duduk sambil bersandar agar ia bisa mengingat kejadian itu.
Dan Tata pun menceritakan tentang kondisi sebelum kecelakaan itu terjadi tanpa di lebihkan. Tata menceritakan itu dengan Isak tangisnya ketika membayangkan bagaimana majikannya dengan keadaan parah.
"Saya tahu, tuan. Siapa yang telah menabrak nyonya Rembulan," ucap Tata yang geram dengan kelakuan mantan istri dari Tuannya itu.
"Siapa?" tanya Tuan muda Raditya ingin mendengar dengan jelas siapa yang telah menyakiti dan melukai istri dan bayinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nyonya Siska Tuan...
__ADS_1