Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 86


__ADS_3

"Laura, tunangan," ulangi Rembulan mengingat semua itu yang di katakan pria itu yang mengaku tunangannya tersebut.


Vino menghampiri dan duduk di tempat yang tak jauh dari Rembulan.


"Iya, kamu adalah Laura dan kita adalah pasangan yang saling mencintai dan bulan kemarin sudah melangsungkan acara tunangan kita," jawab Vino yang menceritakan kebohongan pada wanita yang ia cintai barusan. Cintanya yang tak main-main membuat seorang Vino rela membohongi tentang jati diri seorang wanita yang di temukan beberapa hari oleh kakeknya.


Tapi, tidak dengan neneknya yang mengernyitkan dahinya tak paham dengan perkataan sang cucu yang mengaku jika dirinya adalah tunangannya. Sejak kapan sang cucu melakukan kebohongan seperti sekarang ini.


"Vin..," panggil neneknya yang ingin meminta penjelasan. Ia kasihan pada keluarganya jika mereka pasti sedang mencarinya.


"Nenek diam saja ya? Ini urusan Vino sama Laura," jawab Vino segera menghentikan ucapan neneknya. Ia tak ingin sang Nenek kebablasan menceritakan tentang wanita yang di temukan oleh kakeknya.


Nenek itu terdiam, ia tak mengomentari hal itu biar ia tanya pada suaminya sendiri.


"Apa benar aku Laura dan kamu adalah tunangan ku?" tanya Rembulan lagi yang ingin memastikan lagi, hari kecilnya mengatakan berbeda dengan apa yang di akui oleh pria yang sekarang mengaku menjadi tunangannya.


Vino mengangguk dan tersenyum, ia berani menyentuh tangan wanita agar ia percaya dengan apa yang ia katakan barusan.


"Cincinnya mana?" tanya Rembulan, ia yang tahu jika orang yang sudah tunangan pasti akan memakai cincin di jari masing-masing, tapi apa yang ia lihat sekarang dirinya dan pria itu tak memakai benda yang melingkar di jarinya masing-masing.

__ADS_1


"Kamu kan habis tercebur di sungai, sayang. Mungkin terjatuh di sana" alasan Vino yang memberi alasan masuk akal agar wanita itu percaya jika dirinya benar-benar tunangannya.


Rembulan terdiam, ia seolah mencerna apa yang di katakan nya walaupun kepalanya masih merasakan sakit dan perutnya juga.


Flashback off.


"Cukup, kak. Aku sudah mengingatnya semua dan aku ini Rembulan bukan Laura," sahut Rembulan saat perdebatan antara dua pria yang sekarang ada di hadapannya.


Kedu pria tersebut menoleh berbarengan saat Rembulan berteriak meminta untuk berdiam dan jangan berisik karena di rumah sakit. Dan yang paling kagetnya, Vino tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Orang yang ia cintai sekarang sudah mengingatnya dan kembali pada keluarganya yang sesungguhnya.


"Kamu tidak boleh begitu, Laura. Pernikahan kita sebentar lagi," ucap Vino tak ingin di tinggalkan oleh wanita yang ia cintai dan sayangi itu.


"Terus acara pernikahan kita gimana?" tanya Vino, ia sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.


"Maaf, mungkin itu tak mungkin kita lanjutkan, kak. Aku masih berstatuskan istri, jadi kakak pasti ngerti," ucap Rembulan dengan rasa sedihnya. Ia pun tak mungkin meninggalkan suaminya dan putranya demi pernikahan dengan kak Vino.


"Gak bisa gitu, kita sudah sepakati bersama dan kita akan melangsungkan pernikahan beberapa bulan lagi," balas Vino, ia terus memaksa wanita yang ia cintai itu tetap memilihnya dan meninggalkan keluarganya.


"Jangan paksa istri orang, ingat. Dia istriku dan kamu hanya orang lain yang mengaku sebagai tunangannya saja." sahut Tuan Raditya, ia yang sudah geram pada pria itu yang selalu memaksakan kehendaknya.

__ADS_1


Revan menghampiri Om Vino dan ia pun berdiri dengan wajah menggemaskan. "Om, jangan ambil Mamih Revan ya? Om kan baik, jadi Revan mohon." ucap Revan yang memohon. Kali ini ia akan menjadi anak yang egois hanya ingin mementingkan dirinya yang butuh perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu kandung yang selama ini ia rindukan.


Vino terdiam, ia menatap wajah bocah berumur 10 tahun itu yang lagi memohon padanya. Entah apa yang ia rasakan saat ini dan keputusan apa yang ia berikan pada bocah tersebut.


"Revan..," panggil Tuan Raditya. Ia tak mau melihat putranya mengiba pada pria itu yang hanya butuh kasih sayang dari seorang ibu kandung.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Saya akan melepaskan Laura tapi dengan syarat kalian harus menjaganya demi aku, karena aku sangat mencintainya saat pertama kali bertemu dan ini adalah hal yang paling menyakitkan buat ku...


__ADS_2