Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 57


__ADS_3

Setelah mengucapkan itu Rembulan berlalu meninggalkan Tuan Raditya dan Papah mertuanya itu sedang tertawa melihat putranya sedang di ancam oleh istrinya, dengan tatapan yang sulit diartikan. Tuan Raditya merasa senang melihat ekspresi wajah sang istri yang cemberut menandakan jika dia sedang cemburu padanya.


Tuan Raditya melanjutkan makan malamnya bersama dengan Papahnya.


"Kenapa papah tertawa? Ada yang lucu," tanya Tuan muda Raditya yang merengut kesal dengan apa yang Papahnya lakukan.


Rembulan pergi ke kolam ikan hias, ia mencurahkan isi hatinya pada ikan-ikan itu, menandakan jika hatinya sedang tak baik-baik saja setelah suaminya itu akan menikah lagi.


"Tak akan ku biarkan wanita lain masuk ke sini dan menjadi istrinya, sebelum itu aku yang akan menghadapinya," gumam Rembulan dengan pelan tapi tak ku sangka Tuan Raditya mendengar kekesalan istrinya itu.


"Kamu cemburu?" tanya Tuan Raditya yang sudah ada di samping istrinya setelah ia menghabiskan makannya.


"Astaghfirullah, kamu ih. Bikin kaget saja," bentak Rembulan yang kaget dengan kedatangan suaminya yang mendadak.


"Maaf, ngapain sendirian di sini? Bukan istirahat, gak baik buat calon anak kita," sahut Tuan Raditya.


"Bodo amat, awas ih sana pergi," usir Rembulan pada Tuan Raditya.


"Ini udah malam, Rembulan. Gak baik buat kesehatan kamu yang sedang mengandung, yuk?" ajak Tuan Raditya pergi dari untuk ke paviliunnya Rembulan.


"Aku gak mau, ih," rengek Rembulan yang menolak, ia butuh my time untuk menenangkan hatinya yang lagi galau.


"Kamu masih marah?" tanya Tuan Raditya.


"Menurut mu?" tanya Rembulan, ia tak menjawab pertanyaan suaminya.

__ADS_1


Tuan Raditya membuang napasnya lalu menghampiri Rembulan agar lebih dekat lagi untuk meyakinkan jika dirinya hanya bercanda tidak serius melakukan hal itu.


"Kamu percaya aku bicara seperti itu? Aku cuma bercanda tak mungkin melakukan hal itu. Kecuali...," ucap Tuan Raditya yang menghentikan ucapannya.


"Kecuali apa?" tanya Rembulan dengan penasaran.


"Kecuali kamu mengizinkan aku menikah lagi," jawab Tuan Raditya yang menyengir tanpa dosanya.


Rembulan yang mendengarnya merasa darahnya semakin naik, dan melototi Tuan Raditya dengan sinis.


"Kamu mau melakukan itu, iya? Kamu jahat sama aku, aku kan lagi mengandung anak mu," ucap Rembulan dengan lirih, ia menangis dan memukuli tubuh Tuan Raditya dengan tangannya.


Tuan Raditya yang tak tega melihat istrinya saat ini, ia menariknya dan mendekapnya dengan erat. Tidak akan melakukan hal itu ia akan fokus pada Rembulan dan calon anaknya kelak.


Rembulan masih meronta dan memukul tubuh Tuan Raditya untuk mengeluarkan kekesalannya. Tapi ia tak menolaknya saat dirinya di peluk oleh suaminya. Rasa hangat yang di berikan Tuan Raditya membuat Rembulan rindu dengan pelukan ini.


Rembulan mengangguk, ia merasa tubuhnya semakin dingin dengan cuaca angin yang kencang menembus tubuhnya. Dengan memakai baju tidur seperti biasa yang selalu Tata siapkan saat malam tiba.


Rembulan sebenarnya risih dengan apa yang ia pakai, tapi mau tidak mau pun ia harus memakainya dari pada tak memakai sama sekali, pikirnya.


Kedua beriringan sambil menggenggam tangan, Rembulan dikit demi sedikit bisa menerima Tuan Raditya kembali padanya. Ia membutuhkan sosok seorang suami saat dirinya sedang mengandung anaknya.


Saat melihat keduanya yang sedang berjalan beriringan menuju kamar Rembulan, ada sosok pria baya yang sedang memperhatikan putranya dengan mantunya yang mulai bahagia.


.

__ADS_1


.


.


Dirumah Tuan muda Raditya.


Siska yang marah dan benci terhadap Rembulan, ia melampiaskan pada barang-barang yang ada di kamarnya. Melempar ke sembarang arah agar ia bisa meluapkan kekesalannya pada mereka.


"Nyonya kenapa?" tanya Santi yang khawatir.


"Seharusnya dia yang di ceraikan oleh Tuan Raditya bukan aku," teriak Siska yang murka.


Santi hanya terdiam, ia tak mungkin menimpali ucapan majikannya yang sedang tak baik-baik saja. Santi hanya akan menjadi pendengar untuk majikannya yang mengeluarkan unek-uneknya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jika aku tak bisa memilikinya dia pun harus sama seperti ku...


__ADS_2