
"Gak mau dan gak mau berjodoh dengannya." sahut Aluna, ia bangun dan meninggalkan pria itu dengan keluarganya.
Revan tersenyum bahagia karena penolakan gadis itu, ia pun berpendapat nya dan tak ingin ada perjodohan di antaranya. Cukup tahu dan kenal saja si gadis tomboy yang bikin ia pusing.
"Maafkan putri kami, Jeng Ulan. Mungkin Aluna cukup kaget dan belum terbiasa." ucap Mamah Mentari yang tak enak hati saat putrinya meninggalkan tanpa pamit terlebih dahulu.
"Tidak apa-apa," jawab Mamih Rembulan, ia pernah di posisi gadis itu saat ia baru lulus sekolah di jodohkan lebih tepatnya ia di jual kedua orang tuanya karena hutang piutang yang dilakukan oleh Papahnya tersebut. Tapi Rembulan lebih bersyukur karena kejadian itu ia bisa belajar lebih dewasa lagi dan menjadi istri satu-satunya dari suaminya itu.
"Kamu kenapa, Van? Mau Mamih jodohkan dengannya?" tanya Mamih Rembulan yang memancing putranya agar idenya yang ia lakukan itu pun di terima oleh putranya.
"Gak mau, Mih." jawab Revan sambil menggelengkan kepalanya tanda ia tak setuju dengan ide sang Mamih.
"Dia cantik loh, Van. Sayang banget jika tak di miliki." bisik Mamih Rembulan yang menggoda putranya itu, dan membuat putranya menoleh secara mendadak pada Mamihnya itu.
"Apa-apaan sih, Mih. Revan mau pulang." sahut Revan, ia pun bangun dari duduknya. Sikap Mamihnya itu membuat Revan jadi salah tingkah di buatnya.
Mamih Rembulan tersenyum melihat tingkah sang putra yang serba salah dan ingin segera pulang. Tuan Raditya pun pamit untuk pulang karena malam semakin larut.
"Saya permisi dulu, Tuan Reyhan." pamit Tuan Raditya pada pemilik rumah tersebut.
"Terimakasih atas kunjungannya, Tuan Raditya berserta keluarganya ini adalah momen yang paling bahagia buat saya dan sekeluarga karena kedatangan tamu yang istimewa." puji Tuan Reyhan, ia begitu senang dan gembira kedatangan keluarga kaya raya dan sulit untuk berkerja sama dengan perusahaannya.
__ADS_1
"Jangan berlebihan, Tuan. Saya hanya memerintahkan asisten pribadi saya saja karena hari-harinya akan saya habiskan dengan sang istri tercinta saya." jawab Tuan Raditya yang begitu bucin dengan sang istri, ia akan mengutarakan isi hatinya jika berhubungan dengan wanita yang selalu ada di dalam hatinya itu.
Rembulan yang tersenyum saat di puji dan jadi istri kesayangan sang suami di depan rekan kerjanya itu, rasa sayang dan cintanya yang begitu tulus telah terbalaskan dengan balasan cinta dari pria yang selalu setia menunggunya.
Pamitnya keluarga Tuan Raditya bersama istri dan anaknya membuat kediaman Tuan Reyhan begitu sepi tak seperti tadi dengan adanya nyonya besar Tuan Raditya yang bar-bar menambah suasana semakin hangat.
.
.
.
Sampai di kediamannya, Rembulan turun langsung tak menghiraukan suami dan anaknya yang masih di dalam mobil. Tuan Raditya melihat kearah putranya itu untuk meminta jawaban.
Revan tak menjawab ia mengangkat bahunya tanda ia juga tak tahu tentang sang Mamih begitu buru-buru keluar dari dalam mobil. Rembulan akan menunggu sang suami untuk di bukakan pintu mobil tersebut sebelum ia keluar tapi yang barusan Rembulan lakukan seolah ada sesuatu entah itu apa?
Kedua pria tersebut turun dan menyusul wanita berharganya itu dan mencari tahu apa yang terjadi pada wanita hebatnya itu.
"Mih..," panggil Revan dan Tuan Raditya berbarengan.
Keduanya mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan sang nyonya besar di rumah ini, tapi pencarian itu tak membuat hasil kedua pria itu. Dan ia berbalik ingin kelantai dua tempat kamarnya berada.
__ADS_1
Dan lagi lagi kedua pria itu di buat kaget dengan wanita yang barusan turun secara berlari.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mamih lagi ngapain???..
__ADS_1
hayo Nyonya besar lagi ngapain tuh🤔