
Byuuurrrrrr....
Rembulan di lempar dengan keadaan masih koma dan beberapa luka ditubuhnya dan baru selesai operasi, Siska yang tersenyum melihat Rembulan terbawa arus entah kemana? Membuat Siska merasa senang.
"Selamat tinggal bocah tengil," ucap Siska merasa bahagia karena tujuan untuk menyingkirkan Rembulan sudah berhasil. Kini ia memerintahkan pada anak buahnya untuk segera pergi dari sini agar tak ada yang lihat dan melaporkan jika ia dan anak buahnya sudah melenyapkan seseorang yang tak lain adalah Rembulan.
Pulang dengan wajah bahagia Siska akan pergi dan mencari tempat untuk bersembunyi agar Tuan muda Raditya tak bisa melacaknya atau pun menemukannya
Rumah sakit.
Tuan muda Raditya setelah ia mendapatkan kabar entah itu dari siapa, ia segera pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan istri dan calon anaknya itu. Ia meninggalkan tempat peninjauan proyek sedikit ada masalah.
Tuan muda Raditya berlari di lorong-lorong rumah sakit untuk mencari ruangan sang istri berada, ia saking paniknya dan sedihnya ketika dapat kabar bahwa sang istri tertabrak mobil.
"Dimana ruangan istri ku, sus?" tanya Tuan muda Raditya pada suster yang lewat.
"Pasien atas nama siapa?" tanya seorang perawat itu.
"Rembulan." jawab Tuan muda Raditya sedikit gemetaran.
"Mari saya antar," ucap seorang perawat itu pada keluarga pasien yang beberapa jam di bawa.
Perawat itu menunjukkan ruangan ICU, dan meninggalkan Tuan muda Raditya untuk melihat keadaan pasien yang sudah kelakuan operasi, perawat itu menjelaskan kejadian tadi di mana Rembulan sudah melakukan operasi untuk menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungan pasien.
Tuan muda Raditya masuk ke ruangan itu dengan tergesa ia ingin melihat istrinya yang mengalami kejadian tadi. Ia melihat ranjang tempat pasien kosong tak ada Rembulan di sana.
"Kemana istri ku, bukannya suster tadi bilang kalau istri ku ada di dalam ruangan ini." gumam Tuan muda Raditya tak melihat adanya sang istri di dalam ruangan ini.
Tuan muda Raditya pun keluar lagi untuk mencari dokter atau pun perawat akan ia tanyakan.
"Dokter.. Dokter...," teriak Tuan muda Raditya memanggil dokter yang menangani istrinya.
"Tuan cari siapa?" tanya asisten pribadinya itu yang melihat Tuannya begitu panik.
__ADS_1
"Aku mencari dokter atau perawat yang tadi bilang jika istri ku ada di dalam ruangan ini tapi aku lihat tak ada istri ku di dalam." jawab Tuan muda Raditya begitu panik.
"Yang benar, Tuan," tanya asisten Angga untuk memastikan ke dalam jika yang di bilang Tuannya itu tak salah.
Benar, yang di ucapkan Tuannya jika di ruangan ini tak ada majikannya di atas ranjang sana.
"Ada apa ya? Ada yang saya bantu? Ini keluarga pasien kan?" tanya dokter tersebut merasa senang dengan kedatangan keluarga dari pasien yang ia tangani.
"Iya, saya suaminya, Dok. Dimana keberadaan istri ku?" tanya Tuan muda Raditya.
"Di dalam, Tuan. Mari saya antar ke dalam dan saya akan menjelaskan tentang keadaannya." ajak dokter itu.
"Gak ada, Dok. Saya sudah mengeceknya. Di mana istri ku," tanya Tuan muda Raditya yang kecewa dengan tindakan yang ada di rumah sakit ini.
Tuan Raditya yang baru datang langsung mencari keberadaan istrinya yang hilang, dokter dan perawat di buat panik ketika pasien yang bernama Rembulan hilang.
"Cepat cari, Ga. Cari istriku," perintah Tuan Raditya dengan berteriak, ia frustasi dengan hilangnya sang istri di rumah sakit ini. Belum ia melihat keadaan sang istri yang mengalami kecelakaan lagi lagi ia harus di buat panik dengan hilangnya sang istri di rumah sakit ini.
Tuan muda Raditya mengancam pada dokter dan pihak rumah sakit ini jika sang istri tak di temukan ia akan meratakan bangunan rumah sakit ini.
Saat mengecek CCtV, Tuan muda Raditya melihat lebih detil orang tak bisa ia tebak sedang menyamar sebagai dokter dan perawat untuk bisa bisa melabui dokter atau pun perawat yang lain.
"Aaargghh.. Brengsek, pasti ini ulahnya, aku akan membalasnya," teriak Tuan Raditya.
"Tuan, sepertinya nyonya Rembulan dibawa pergi oleh seorang--" ucap Angga yang menghampiri Tuannya yang sedang frustasi dengan keadaan seperti ini.
"Ayo kita cari, Ga. Aku tak ingin terjadi sesuatu pada istriku," ajak Tuan Raditya pada asistennya.
Angga pun mengangguk dan mengikuti langkah Tuannya untuk mencari keberadaan istrinya yang di bawa pergi dari rumah sakit ini. Tapi langkahnya berhenti seorang perawat itu menghampiri Mereka.
"Tuan," panggil perawat itu yang menghentikan langkahnya, seisi rumah sakit ini di buat panik atas hilangnya pasien yang bernama Rembulan.
"Ada apa?" tanya Tuan Raditya.
__ADS_1
"Bayi anda sedari tadi menangis terus, kami sudah menenangkannya tapi tetap saja menangis. Bisa lihat dulu sebentar," pinta perawat itu yang serba dan kasihan melihat bayi montok itu terus saja menangis.
Deg...
Bayi, melupakan bayinya yang ia nanti-nantikan selama ini dan baru menyadarinya jika sang istri sudah melahirkan dalam kondisi darurat.
"Dimana bayiku, sus?" tanya Tuan muda Raditya ingin melihat anaknya yang di lahirlah oleh sang istri dengan keadaan seperti ini. Rasa sakit tak bisa menemani di detik-detik sang istri sedang berjuang melawan maut yang ia rasakan.
"Mari saya antar," ajak suster itu untuk mengantarkan suami dari pasien yang hilang untuk menemui bayi yang sudah dilahirkan oleh pasien.
Tuan Raditya menyuruh Angga untuk menyelidiki masalah ini ia ingin segera di temukan sang istri di mana pun berada.
Tuan Raditya melangkah dengan pelan saat ada di ruangan bayi, ia mendekati bayinya yang sedang menangis.
Tuan muda Raditya menyesal karena pergi di saat sang istri sedang hamil tua, ini yang ia rasakan saat perasaannya tak enak sedari kemarin.
tuan muda Raditya pun menggendong bayi montoknya hasil cintanya dengan Rembulan, ia tak menyangka akan terjadi seperti ini membuat ia harus terpisah dengan sang istri entah di mana.
Memandangi wajah bayinya, Tuan muda Raditya menitikkan air matanya karena terharu dan sedih melihat bayinya tak bisa merasakan dekapan seorang ibu.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maafkan Papih ya, Nak. Papih tak becus menjaga kalian tapi Papih akan berusaha untuk kembalikan Mamih ke tengah-tengah kita, sayang. Papih janji...