
"Rembulan..," panggil Tuan Raditya dengan pelan saat ada di dekatnya, ia memastikan lagi jika penglihatan tak salah. Dan benar, dia seperti istrinya yang hilang tapi hanya penampilannya saja yang berubah.
Dua orang tersebut yang lagi asyik makan malam pun tak pernah terganggu dengan kedatangan pria tersebut, Mis Laura yang fokus makan karena dirinya sangat lapar tadi siang ia tak makan.
"Rembulan..," panggil Tuan Raditya lebih kencang agar sang empunya menoleh kearahnya.
Mis Laura menoleh seketika dan memandang kearah pria yang tadi memanggil seseorang dengan sebutan nama yang tak asing bagi dirinya, ia pernah mendengar entah di mana?
"Tuan cari siapa?" tanya mis Laura yang bertanya pada pria yang tadi memanggil seseorang.
"Kamu," jawab Tuan Raditya dengan cepat.
"Ada perlu apa dengan saya?" tanya mis Laura lagi, hari ini ia banyak bertemu dengan orang asing yang aneh jika memandang dirinya.
"Kamu Rembulan.. Kamu istriku," ucap Tuan Raditya yang bahagia karena melihat langsung dan mengecek beberapa kali matanya agar ini benar-benar nyata.
Dan tanpa berpikir dan meminta persetujuan, Tuan Raditya mendekat dan langsung memeluknya. Ia tak perduli orang-orang yang ada di sekitarnya yang ia pikirkan sekarang ia sudah menemukan wanita yang ia cintai itu.
"Sayang aku sangat merindukanmu, jangan pernah tinggalkan aku lagi," bisik Tuan Raditya yang lagi mendekap tubuh langsing mis Laura.
Mis Laura yang di tarik dan di dekap secara tiba-tiba ia hanya syok dengan apa yang di lakukan oleh pria yang ia tak di kenal, ia ingin melepaskan pun tak bisa karena dekapan pria itu sangat kuat. Ia pasrah walaupun masih meronta ingin segera di lepaskan, tapi itu sia-sia karena pria itu memeluknya dengan erat.
"Hey, apa yang kau lakukan dengan tunangan ku," teriak pria yang sedang makan bersama mis Laura yaitu tunangannya.
Seketika Tuan Raditya tersadar, ia melepaskan pelukan yang ia berikan pada wanita yang mirip dengan istrinya itu. Saking bahagianya dan senangnya bisa bertemu langsung dengan orang yang ia cintai itu.
__ADS_1
"Tunangan?" ucap Tuan Raditya yang mengulangi ucapan pria yang sedang makan bersama dengan wanita yang mirip dengan istrinya ini.
"Iya, dia tunangan ku dan namanya adalah Laura bukan Rembulan," sahut pria itu yang bernama Vino tunangan Laura.
"Dia istriku bukan tunangan mu," teriak Tuan Raditya yang tak terima, ia mengizinkan seseorang pun memiliki orang yang ia cintai.
"Mungkin anda salah orang, Tuan." sahut mis Laura, ia juga bingung dan tak paham tentang ini. Hari ini ia di pertemuan dengan orang yang memanggil dirinya dengan sebutan nama yang tak asing bagi dirinya. Entah apa yang kini ia rasakan saat ini membuat hati dan pikirannya bercabang.
"Kamu tuh istri ku, Ulan. Kamu yang dulu hilang, sayang. Apa kamu tak ingat dengan ku?" tanya Tuan Raditya lagi, ia ingin memastikan bahwa dirinya benar jika wanita ini adalah istrinya.
"Jangan sembarang, Tuan. Dia calon istriku bukan istri mu. Kami akan melangsungkan pernikahannya sebentar lagi," jawab Vino yang tak kalah emosi, ia tak terima jika ada orang yang mengaku jika dirinya adalah suami dari calon istrinya.
"Kamu yang seharusnya jangan sembarang, dia istriku dan tak seharusnya kamu menikah dengan istri orang," ucap Tuan Raditya yang tak salah kesal, ia tak ingin di tinggalkan lagi oleh orang yang ia cintai saat 10 tahun lalu membuat dirinya terpuruk dan terpukul atas kejadian di masa lalu itu.
"Mungkin anda salah orang? Dan wanita yang anda cari mungkin bukan calon istriku," ucap Vino tak salah kesal, makan malam bersama calon istrinya harus gagal karena ada insiden seperti ini.
"Cukup..," teriak mis Laura yang menghentikan kedua pria tersebut yang lagi berdebat. Ia malu, banyak orang-orang yang memandang kearahnya sebagai tontonan gratis.
Kedua pria tersebut terdiam saat wanita yang ia rebutan itu berteriak menderainya. Rasa emosi yang masih ada di dalam tubuh Tuan Raditya yang tak suka pada pria tersebut. Sama hal dengan pria yang bernama Vino tersebut ia juga merasakan kesal pada pria yang sudah mengganggu momen romantis ia sedang makan malam bersama dengan calon istrinya.
"Pih..," panggil Revan yang menghampiri Papih, ia tak tega melihat Papih nya berdebat dengan seseorang yang ia tak kenal.
Semua orang menoleh kearah suara bocah itu dan mis Laura yang tak asing mendengar suara anak kecil itu langsung menoleh.
"Revan," ucap mis Laura yang menghampiri anak didiknya tempat ia mengajar.
__ADS_1
"Mis Laura," ucap Revan lagi, ia bingung antara senang atau sedih karena bertemu dengan orang yang tadi ia dan Papih nya ke sana untuk menemuinya.
"Revan ngapain di sini?" tanya mis Laura yang sudah ada di dekat Revan.
"Revan ingin makan eskrim bersama Papih, Mis Laura." jawab jujur Revan yang ia lakukan saat ini.
"Mana Papih mu?" tanya mis Laura yang belum tahu jika Tuan Raditya adalah Papih nya.
Revan menunjukkan kearah pria yang masih gagah dan tampan di usia yang tak muda lagi, Tuan Raditya menghampiri putranya saat dirinya di tunjuk dan memanggilnya. dan mendekapnya dengan kasih sayang lalu menatap kearah mis Laura yang lagi memandangnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Dia Mamih mu, Nak....