Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 38


__ADS_3

Satu bulan sudah, semua berlalu seperti biasanya. Rembulan semakin diperhatikan dan menjadi satu-satunya orang yang mendapatkan kasih sayang dari Tuan Raditya. Siska sampai saat ini selalu diam dan tak pernah mengungkit atau protes yang dilakukan oleh Tuan Raditya pada Rembulan.


Selesai membersihkan diri dari sisa semalam dengan Tuan Raditya, Rembulan menghampiri suaminya yang masih terlelap tidur karena kecapekan begadang dengannya.


"Mas, bangun." panggil Rembulan sambil menggoyangkan tubuh suaminya yang masih terbuai mimpi.


"Hem," jawab Tuan Raditya yang masih memejamkan kedua matanya.


"Ayo bangun, katanya mau ajak ku jalan-jalan?" ucap Rembulan lagi yang menagih janjinya pada suaminya yang telah menjanjikan akan mengajak jalan-jalan.


"15 menit lagi, sayang." gumam Tuan Raditya yang bernegosiasi pada istrinya. Rasa ngantuk entah jam berapa ia tertidur.


"Ya udah aku tunggu 15 menit lagi, jika belum bangun juga ku pastikan tak ada jatah lagi untuk mu ya," ancam Rembulan yang berlalu meninggalkan suaminya yang masih terlelap untuk bersiap pergi jalan-jalan yang sudah di janjikan oleh suaminya kemarin.


15 menit sudah berlalu, Rembulan menghampiri suaminya yang masih tertidur.


"Mas, ini sudah lewat 15 menit ya.. Ayo dong Mas bangun," rengek Rembulan sambil mengguncangkan tubuh Tuan Raditya dengan kencang.


Tuan Raditya membuka kedua matanya, ia melihat istrinya yang sedang merenggut kesal karena tak kunjung bangun.


"Iya, iya, ini juga udah bangun." jawab Tuan Raditya yang turun dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Perginya suaminya untuk membersihkan diri, Rembulan membereskan berkas pertempuran dengan suaminya semalam. Mengganti selimut dan mencuci spray kasurnya sendiri, ia tidak ingin menyuruh Tata karena tak ingin di ledek olehnya.


Setengah jam sudah, Rembulan menunggu suaminya yang entah tak kunjung datang menghampiri saat keluar dari kamarnya.


"Apa dia tidur lagi," gumam Rembulan yang mulai kesal.

__ADS_1


Rembulan pun bergegas menuju tempat kamar pribadi Tuan Raditya yang ingin mengecek keadaan suaminya itu.


Berjalan dengan tergesa membuat Tata menghentikan langkah majikannya yang terkesan buru-buru.


"Mau kemana? Hati-hati kamu sedang mengandung." tanya Tata pada majikannya.dan was-was melihat majikannya itu tak pernah hati-hati.


"Ketempat suamiku, Ta." jawab Rembulan dengan jujur.


"Ngapain? Bukannya semalam kalian menghabiskan waktu berdua?" ledek Tata yang tahu jika Tuannya tidur di tempat Rembulan.


"Mau mengulang semalam, puas." jawab Rembulan yang meninggalkan Tata yang terkekeh.


Sampai di kamar suaminya, Rembulan masuk tanpa mengetuk pintu tersebut. Sudah kebiasaannya yang tak bisa di ubah.


"Mas kok berpakaian itu? Kita kan mau jalan-jalan bukan ke kantor," sahut Rembulan yang menghampiri suaminya yang sudah gagah dengan setelah jasnya.


"Bisa tunda dulu tidak jalan-jalannya? Aku ada pekerjaan penting, Sayang. Tolong ngertiin aku ya kali ini. Aku janji deh besok kita jalan-jalan," ucap Tuan Raditya yang bernegosiasi pada istrinya karena pekerjaannya tak bisa di tunda kali ini.


"Aku janji besok kita jalan-jalan, menuruti keinginanmu mau apa saja aku turutin, dan bayi kita juga." ucap Tuan Raditya yang memberi pengertian pada istrinya agar ia mengerti dengan keadaan yang mendesak ini. Tak di situ Tuan muda Raditya juga mengelus perut rata sang istri yang sedang mengandung buah cintanya.


"Baiklah, tapi janji besok tak boleh gagal lagi," balas Rembulan yang mulai luluh dan mau mengerti dengan suaminya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya.


Tuan Raditya tersenyum, ia mengecup bibir Rembulan sekilas dan menatapnya lekat.


"Terimakasih ya, Sayang. Aku akan usahakan yang terbaik untukmu," ucap Tuan Raditya dengan tatapan bahagia karena cintanya terbalaskan oleh Rembulan.


Rembulan membalas senyum Tuan Raditya dengan tulus, dan tanpa aba-aba Rembulan membalas apa yang dilakukan suaminya tadi.

__ADS_1


"Udah ya, Mas mau pergi dulu jaga baik-baik ya," pesan Tuan Raditya pada istrinya.


Asistennya sudah menelponnya untuk segera pergi karena waktu yang sudah di tentukan semakin mepet.


Perginya suaminya, Rembulan jadi kesepian lagi ia berjalan untuk menghilangkan kebosanannya.


"Tata..," panggil Rembulan pada pelayannya.


"Iya ada apa, Ulan? Apa perlu sesuatu?" tanya Tata.


"Tolong buatkan minuman yang segar agar otakku bisa pres lagi," titah Rembulan pada pelayannya.


...Tata pun mengangguk dan berlalu membuatkan apa yang di inginkan Rembulan yang sedang hamil....


.......


........


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...Sedang apa kalian berdua? Menjijikkan......


ayo penasaran kan, yuk tinggalkan like, komen dan votenya ya kak😘😘😘


__ADS_2