Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 70


__ADS_3

"Tapi, dia juga ibu kandung mu Tuan muda," ucap Tata yang seolah yakin dengan apa yang ia katakan walaupun penampilan wanita yang mirip dengan majikannya agak berbeda dari biasanya yang selalu Tata perhatikan.


"Ibu kandung," sahut Revan yang kaget tidak percaya dan begitu pun dengan mis Laura yang mengernyitkan dahinya dengan bingungnya apa yang di katakan oleh wanita yang akan menjemput anak didiknya.


"Mungkin anda salah, Mbak. Saya bukan Rembulan tapi saya adalah Laura," ucap mis Laura yang kekeh dengan apa yang ia yakinkan. Seolah ia tak percaya pada orang yang baru ia kenal saat di kota ini, ia sudah berjanji pada tunangannya untuk tak terlalu dekat dengan seseorang yang tak di kenalnya kecuali bersamanya.


"Aku tak salah, Ulan. Kamu Rembulan majikan ku," ucap Tata yang kekeh dengan apa yang ia lihat, saking senengnya bertemu dan melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri majikannya yang telah pergi karena keadaan itu.


Mis Laura yang bingung harus berbuat apa untuk meyakinkan orang yang ada di depannya jika dirinya bukanlah Rembulan melainkan Laura, tapi lagi dan lagi usahanya sia-sia karena yang bernama Tata tak percaya dengan apa yang ia katakan.


Mis Laura pun pergi, ia pamit untuk pulang ke apartemennya karena tunangannya sudah mengabarkan jika dirinya sudah menunggunya.


"Maaf, mungkin kalian salah orang dan saya permisi," pamit Mis Laura pada Tata dan didiknya.


Tata yang ingin mencegah pun di tolak mentah-mentah oleh Mis Laura karena waktunya tak banyak harus menemui tunangannya yang sudah menunggunya. Tiba-tiba Mis Laura berhenti melangkah saat suara yang memanggil dengan berbeda.


"Mamih...," teriak Revan yang tiba-tiba ingin memanggil Mis Laura dengan sebutan itu.


Mis Laura terdiam, ia bingung ada perasaan yang aneh dalam dirinya ketika bocah didiknya memanggil dengan sebutan tadi. Ingin rasanya ia menoleh dan memeluknya tapi lagi lagi Mis Laura tak mungkin melakukan hal itu karena akan membuat mereka yakin jika dirinya adalah Rembulan.

__ADS_1


Mis Laura pun berjalan tanpa menoleh sedikitpun, ia pergi begitu saja tanpa menghiraukan mereka yang memanggilnya dengan sebutan nama yang lain.


"Sudah, Tuan muda. Mungkin Mis Laura memang bukan Mamih Tuan muda tapi dia hanya mirip dengan Mamih Tuan muda," cegah Tata pada Tuan muda yang ingin mengejar guru kelasnya yang dikatakan oleh susternya jika itu adalah ibu kandungnya. Revan merasa bahagia jika itu benar apa yang dikatakan oleh susternya itu.


"Emang benar wajah Mamih seperti Mis Laura, bibi Ta?" tanya Revan, ia tak pernah di perlihatkan oleh Tuan Raditya wajah istrinya pada putranya karena Tuan Raditya tak sanggup jika ia memperlihatkan itu pada putranya.


Tat menganggukkan kepalanya, ia tak pernah lupa sedikitpun tentang Rembulan, tingkahnya dan kesehariannya bersama Rembulan. Tata pun sudah berjanji pada Tuannya tak akan menunjukkan foto apapun tentang Rembulan.


"Kenapa Papih tak mau memperlihatkan foto-foto tentang Mamih jika benar adanya, bibi Ta. Revan pengen lihat dan rasakan apa itu ibu kandung," lirih bocah umur 10 tahun yang ingin merasakan dekapan hangat seorang wanita yang sudah melahirkannya. Ia butuh itu walaupun Tata sudah memberikannya yang terbaik untuknya.


"Yuk kita pulang," ajak Tata yang mengalihkan perhatian Tuan muda yang lagi galau karena kejadian tadi, ia takut di marahin Tuannya jika tahu hal ini.


Sampai di rumah, Tata dan Revan terdiam dengan pemikirannya masing-masing. Revan berjalan menuju kamarnya yang lelah dan kecewa apa yang ia rasakan saat ini.


"Revan..," panggil Tuan Raditya yang membuyarkan lamunan putranya yang berjalan dengan tatapan kosongnya.


Revan menoleh lalu berjalan kembali, ia kali ini tak memperdulikan Papih nya yang terus memanggilnya.


Tuan Raditya pun menghampiri Tata dan bertanya tentang putranya yang diam dan menghiraukan panggilannya.

__ADS_1


"Dia kenapa?" tanya Tuan Raditya yang tuduh poin.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kami melihat nyonya Rembulan, Tuan....

__ADS_1


__ADS_2