
Terkejut, tapi entah mengapa kali ini Rembulan justru memejamkan kedua matanya seolah memberi izin pada suaminya untuk menyentuh bibirnya kali ini untuk mendapatkan morning kiss di pagi hari.
Kedua bibir mereka beradu cukup lebih lama bukan sebatas kecupan biasa, Tuan Raditya sekarang berani mengulum bibir bawah istrinya dengan lembut dan perlahan. Rembulan yang belum pengalaman soal berciuman.
Rasa manis yang di rasakan Tuan Raditya pada bibir mungil milik sang istri, ia juga merasakan sensasi yang luar biasa entah itu apa.
Tuan Raditya mendengar detak jantung istrinya begitu cepat menandakan bahwa sang istrinya begitu grogi melakukannya. Ada rasa bangga yang ia rasakan karena menjadi orang pertama yang merasakan manisnya bibir sang istri untuk kedua kalinya.
Tok.. Tok...
Ketukan pintu membuyarkan keduanya saat mereka menyatukan kedua bibirnya yang begitu manis diawal pagi ini. Rembulan tersadar ia segera bangkit dan meninggalkan Tuan Raditya sendirian di atas ranjangnya.
Rembulan menghampiri pintu yang sedang diketuk beberapa kali tersebut.
"Siapa?" tanya Rembulan dengan gugup, ia takut ketahuan oleh pelayan dan istri pertama suami tersebut.
"Tata, Ulan," teriak Tata dari balik pintu kamar majikannya.
Rembulan pun bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaian yang begitu menggoda iman Tuan Raditya yang menatapnya dengan tatapan penuh nafsu. Selesai mengganti pakaian segera Rembulan membukakan pintu kamarnya untuk mempersilahkan pelayan pribadinya itu untuk masuk.
Tuan Raditya hanya melihat tingkah lucu istrinya, ia tersenyum dan belum turun dari ranjang milik istri keduanya ini.
Ceklek...
Pintu terbuka, masuklah Tata kedalam kamar Ulan, ia begitu kaget dengan keberadaan Tuannya yang ada di dalam kamar Rembulan.
"Maafkan Tata, Tuan. Tata tidak tahu jika Tuan berada di sini," ucap Tata yang takut sambil menundukkan kepalanya.
Tuan Raditya pun turun dari tempat tidurnya Rembulan, ia tidak menjawab perkataan pelayan pribadinya istrinya melainkan ia berlalu pergi dari kamar sang istri tanpa berpamitan pada Rembulan.
__ADS_1
Segera Rembulan menutup pintunya dan memastikan di sekitar kamarnya tidak ada yang melihat dan melaporkan kedatangan Tuan Raditya ada di dalam kamarnya.
"Sekarang bereskan tempat tidurku," titah Rembulan pada Tata.
"Maafkan aku Ulan, Tata tidak tau kalau ada Tuan berada di sini," ucap Tata yang tidak enak hati, ia bukannya menjalankan perintah Rembulan malah bengong dan tidak enak pada Tuannya karena telah mengganggu.
"Sudahlah, jangan pikirkan oleh mu. Dia hanya membantuku saja untuk menjaga saat aku demam," jawab Rembulan, ia takut pikiran pelayannya membuana ke mana mana.
"Demam, kamu demam," tanya Tata begitu panik saat Rembulan memberitahukan jika majikannya lagi demam.
"Iya, tapi sekarang sudah enakan kok," jawab Rembulan yang lebih baik, ia tak tahu jika suaminya tak mengurus dan membantunya seat malam.
"Tapi, Kamu sudah baikan kan," tanya Tata yang mengecek kening majikannya.
"Sudah, kamu jangan khawatir ya, aku baik-baik saja." jawab Rembulan yang tersenyum, walaupun tubuhnya masih merasakan sedikit tak enak badan ia akan meminta Tata untuk mengambilkan obat untuknya.
"Tuan hanya membantumu saja kan tak ada kejadian yang menyenangkan kan," goda Tata yang merasa bahagia karena Tuan mulai merespon kehadiran majikannya itu.
"Kenapa pipimu merah sekarang, kayak orang sedang berbohong," goda Tata, ia hanya ingin memancing majikannya agar jujur apa yang dilakukan oleh Rembulan ketika bersama Tuannya.
"Jangan banyak bicara lagi, sekarang siapkan air untukku mandi. Oh iya, mulai sekarang kamu harus menemani ku ya," pinta Rembulan pada Tata.
"Baik , nyonya." ucap Tata sambil membungkukkan badannya.
"Jangan buat aku marah, Ta. Mau ku hukum," ancam Rembulan ia tak suka jika Tata memperlakukan dirinya sebagai Nyonya di rumah ini. Ia ingin Tata menjadi temannya saat ini.
"Jangan, Ulan. Tata akan siapkan airnya," mohon Tata sambil berlalu ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Rembulan mandi.
Tata bahagia karena majikannya bisa menarik perhatian Tuan Raditya yang begitu dingin itu, ia senang karena Tuan Raditya memilih majikannya dan memberikan perhatian lebih terhadap Rembulan. Tata mulai menyiapkan air setelah itu memanggil Rembulan agar masuk kedalam kamar mandi untuk ia mandikan.
__ADS_1
.
.
.
.
Baru saja Rembulan sampai di meja makan, tatapan Siska yang sinis sangat membenci kehadiran Rembulan yang mengambil perhatian suaminya yang baru datang ke rumah ini.
Rembulan duduk berhadapan dengan istri pertama itu, ia hiraukan tatapan sinis dari Siska. Hanya ingin fokus sarapan pagi untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan.
Saat Tata melayani majikannya dan berkata..
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Ayo makanlah, kamu butuh energi yang banyak...