Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 79


__ADS_3

"Mamih Revan katanya lagi belajar seperti Revan, dia akan kembali setelah selesai belajarnya... Revan kangen, Revan tak pernah lihat Mamih sekali pun.," ucap Revan yang begitu lirih, ia menundukkan kepalanya agar tak terlihat oleh Mis Laura yang akan mengeluarkan bening air matanya. Ia tidak ingin di sebut anak cengeng walaupun itu benar adanya.


Segera Mis Laura menarik tubuh bocah itu kedalam dekapannya, ia tak kuat mendengar ucapan yang begitu sulit ia dengar. Sebegitu besar kah rindu bocah ini pada ibu kandungnya yang belum ia temui.


"Kan ada Mis Laura di sini, sayang. Jangan sedih ya? Mungkin Mamih Revan belum selesai belajarnya," ucap Mis Laura yang menenangkan bocah berumur 10 tahun ini. Hatinya sesak saat mendengar keluhan bocah ini.


Di ambang pintu ada dua orang pria yang sedang memandang dan mendengar keluh kesah bocah itu, yang begitu sakit adalah Tuan Raditya yang tak bisa menjadi sandaran putranya. Ia tidak bisa menjadi teman ataupun sandaran untuk putra satu-satunya itu. Ia hanya fokus dengan pekerjaan dan pekerjaan saja.


Begitu pun pria yang bernama Vino itu, ia tak tega melihat bocah yang sedang sedih merindukan sosok seorang ibu. Walaupun ia tak rela tapi ia tak mungkin mengedepankan egonya itu.


Tuan Raditya menghampiri putranya yang sedang ada di pelukan wanita yang mirip dengan istrinya, ia biarkan putranya merasakan dekapan wanita itu.


"Tu---," belum mis Laura mengatakan hal itu, Tuan Raditya mencegah dan membiarkan putranya tetap merasakan kebahagiaan walaupun hanya sebentar.


Mis Laura terdiam, ia biarkan seperti ini rasa kasihan melihat raut wajah bocah yang butuh belaian lembut dari seorang ibu kandungnya.


Tuan Raditya merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan ini, ia memesan VIP agar mudah ia menemani dan menjaganya.


Ketukan pintu membuyarkan semua orang menoleh secara bersama-sama kecuali Revan yang betah berlama-lama di dekapan tubuh Mis Laura.


Ceklek...


"Permisi, pasien harus minum obat dan sebelum itu makan dulu ya," ucap perawat itu yang selalu mengingatkan pasiennya, ia sudah di perintahkan oleh dokter yang tadi menanganinya.

__ADS_1


"Terimakasih kasih, Sus." jawab Mis Laura, saat ia mengambil tampan berisi makanan untuknya Revan bangun dan menoleh kearahnya dan berkata.


"Pih, Papih yang suapin Mis ya? Kasihan Mis masih sakit," titah Revan pada Papih nya membuat Tuan Raditya tak mungkin meninggalkan momen seperti ini. Ia pun beranjak dan menghampiri putranya dan pasien.


Tapi, membuat Vino melotot tak terima. Ia yang seharusnya melayani tunangannya yang lagi membutuhkannya. Segera ia pun bangun dan menghampiri mereka.


"Biar ku saja," pinta Vino, ia tak mungkin merelakan Papih dari bocah tersebut dekat dengan tunangannya. Cukup anaknya saja yang sudah ia biarkan tanpa mengganggunya.


"Biar Papih saja ya, Om." pinta Revan dengan melas nya l, ia ingin melihat seperti apa Papih dan ibu gurunya.


Vino terdiam, ia tak bisa marah atau pun memarahi bocah tersebut karena ada wanita yang ia cintai yang sedang butuh istirahat.


"Tidak apa-apa kan, Kak." sahut mis Laura, ia sepertinya merasa serba salah menolak dan menerima pun jadi bingung.


Malam yang semakin larut menandakan bahwa kedua pria tersebut harus pulang, di ruangan Laura ada yang menjaga yaitu Tata dan Revan yang kekeh tak mau pulang ingin menemani Mis Laura.


"Tapi Revan gak boleh nakal ya? Dan jangan gangguin mis Laura ya?" pesan Tuan Raditya pada putranya, ia belum bisa menyebutkan bahwa wanita itu adalah istrinya sebelum ia mencari tahu kenapa istrinya itu tak mengenalinya.


"Siap, bos. Revan akan jagain Mis Laura, Pih ," jawab Revan begitu senangnya.


"Anak pintar," ucap Tuan Raditya yang tersenyum, ia senang melihat wajah ceria putranya itu tak seperti biasanya.


"Aku titip Revan ya, Ta. Kalau ada apa-apa langsung hubungi ku saja," titah Tuan Raditya pada Tata.

__ADS_1


Tata pun mengangguk. "Iya, Tuan." jawab Tata.


Sepeninggalnya kedua pria tersebut, Vino yang ngambek dengan kejadian tadi ia tak sempat pamitan pada tunangannya karena selalu di kuasai oleh bocah tersebut.


Tata menghampiri wanita begitu mirip dengan majikannya itu dan duduk di sampingnya di atas ranjangnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ulan, apa kamu mengenaliku???

__ADS_1


__ADS_2