Istri Tengil CEO Tampan

Istri Tengil CEO Tampan
Part 59


__ADS_3

Bruk...


Rembulan dan Tata terpental ke ke janan setelah di tabrak mobil dengan kecepatan kencang, Rembulan terpental ke tengah jalanan sedangkan Tata ke sisi jalanan.


AAAaaaaaa...


Rembulan menjerit merasakan sakit yang luar biasa, Rembulan tergeletak di atas aspal sambil memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.


"Ulan," panggil Tata, ia tak separah majikannya tak jauh darinya.


Mobil yang telah menabraknya pun pergi meninggalkan mereka yang sudah terkapar bersimbah darah, Rembulan pun sedikit tersadar melihat ke bawah di mana kakinya mengalir darah dari jalan kewanitaannya.


"Tidak, kamu harus kuat, Nak," batin Rembulan melihat darah itu mengalir setelah itu ia tak sadarkan diri karena kesakitan.


Tata melihat majikannya sudah tak sadarkan diri, ia bangun dari pinggir jalan untuk menemui Rembulan.


"Ulan, bangun. Kamu harus kuat. Tolong... Toloooonggg...," teriak Tata meminta bantuan pada orang-orang yang melihatnya, ia ingin segera membawa majikannya sudah tak sadarkan diri, Tata takut dengan calon anak Rembulan berada di dalam perut Rembulan.


Beberapa orang yang lewat berlari melihat dua wanita yang tertabrak lari.


"Ada orang tertabrak," teriak seorang itu menghampiri dua wanita korban tabrak lari dan melihat kondisinya yang sudah bersimbah darah begitu banyak.


"Tolong, pak." lirih Tata, ia merasa lemah di tambah lagi dengan majikannya sudah tak sadarkan diri.


"Tolong majikan saya," pinta Tata begitu lirih, ia ingin segera membawa majikannya itu ke rumah sakit untuk segera di tangani.


Beberapa bapak-bapak membawa Tata dan Rembulan ke rumah sakit terdekat untuk segera di atasi dengan segera, Rembulan dengan keadaan sedang hamil besar membuat bapak-bapak yang menolong merasa iba.


Setibanya di rumah sakit, Rembulan segera di tindak lanjuti ke ruangan operasi. Melihat kondisinya tak memungkinkan di tambah sedang hamil besar.


Tata di bawa ke ruangan UGD dengan luka lumayan banyak.

__ADS_1


Tak ada satu pun yang tahu keadaan Rembulan dan Tata, Papah Haris pergi keluar kota dan Tuan muda Raditya berada di kota lain untuk meninjau pabrik yang ada di sana sedang bermasalah. Rasa tak enak hati yang di rasakan oleh Tuan muda Raditya seolah terjawab sudah dengan istrinya tertabrak oleh seseorang yang sudah merencanakan sesuatu dengan matang.


"Kita harus mengeluarkan bayi dalam perut pasien ini, sus. Jika telat sedikit saja nyawa mereka tak ada yang terselamatkan." titah dokter sudah siap untuk melakukan operasi pada pasien yang tertabrak lari.


"Tapi, Dok. Keluarga korban belum ada yang datang?"


"Kita tak banyak waktu." balas


"Tolong siapkan alatnya," perintahnya pada suster.


"Baik, Dok." jawab suster itu dengan patuh, ia segera mempersiapkan semuanya yang akan dilakukan.


Tak berselang lama tangisan bayi terdengar begitu menggema di seisi ruangan operasi, suster pun mengurus bayi yang malang itu.


"Dok, pasien kejang," ucap suster yang satunya lagi begitu khawatir melihat kondisi Rembulan.


Dokter pun memeriksa pasien dengan maksimal mungkin agar bisa dapat tertolong lagi. Dan dokter itu merasa lega setelah berhasil membuat pasien ia tangani walaupun pun pasien kemungkinan akan koma.


Dokter pun mengedarkan pandangannya untuk mencari keluarga pasien dan ia menghampiri bapak-bapak yang tadi membawa korban.


"Keluarga pasien belum datang?" tanya dokter itu pada salah satu bapak-bapak.


"Belum, Dok. Saya kenal dengan keluarga pak Haris Bagaskara, dia kayanya tak ada di rumah mungkin sedang berada diluar kota," ucap salah satu yang tahu dengan keluarga Tuan Haris.


Dokter itu pun mengangguk dan paham, ia pun bergegas untuk ke ruangannya.


Di ruangan ICU tak ada penjagaan yang ketat membuat seseorang yang ingin berbuat jahat pada Rembulan dengan mudahnya masuk kedalam ruangan itu. Siska menyamar sebagai suster untuk melabui dokter atau pun suster yang lain.


Siska masuk dan melihat Rembulan sedang lemah tak berdaya, banyak selang infus dan alat yang menempel pada tubuh Rembulan.


"Apa kabar mantan madu ku, gimana? Aku berhasil kan membuat mu seperti ini dan sekarang akan ku buat kamu merasakan lebih dari ini," bisik Siska yang tersenyum puas, ia sudah membalaskan apa yang telah Siska rasakan.

__ADS_1


Siska pun menyewa beberapa orang untuk membawa Rembulan ke luar dari rumah sakit ini, ia beralasan pada dokter tersebut untuk di pindahkan ke rumah sakit yang bagus jika ada yang curiga.


"Ayo cepetan bawa jangan sampai kita ketahuan," perintah Siska pada dua orang yang ia sewa.


Kedua pria itu membawa Rembulan dalam kondisi masih koma, ia berbaring begitu lemah dan tak berdaya.


Berhasil keluar dari rumah sakit ini, Siska pun tersenyum senang puas dengan hasil kerja para orang suruhannya.


"Kerja bagus, ini tip buat kalian. Jangan ada yang membocorkan rahasia ini jika ada nyawa kalian taruhannya." ancam Siska pada dua orang yang sudah berhasil.


Kedua orang itu bergegas pergi setelah mendapatkan uang banyak yang sudah wanita itu berikan. Ia akan pergi jauh dari kota ini agar tak ada yang bisa menemukannya.


Siska membawa Rembulan dengan keadaan koma, ia akan menjauhkan dengan Raditya dan keluarganya. Siska tak ingin Rembulan bahagia di atas penderitaan nya.


Sampai di sungai begitu dalam dan deras, Siska meminta tolong pada anak buahnya untuk membawa Rembulan ke sana dan membuangnya ke sungai itu.


Sebelum di lemparkan Siska mendekat melihat Rembulan dengan wajah pucat dan banyak luka di seluruh tubuhnya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Selamat tinggal bocah tengil, ini pembalasan ku. Sekarang aku puas dengan apa yang aku lakukan, kamu tak boleh bersama dengan Mas Raditya selamanya....


__ADS_2