Istri Yang Ternodai

Istri Yang Ternodai
Setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, begitu pun sebaliknya


__ADS_3

“Oma ...” teriak Zoey ketika melihat Mirna berdiri di teras.


“Opa ...” Zac pun melakukan hal yang sama.


Senyum Mirna dan Kemal pun mengembang. Mereka memang merindukan kedua anak Zayn yang sudah mereka anggap seperti cucunya sendiri, karena mereka pun memiliki peran ketika Zac dan Zoey dilahirkan. Mereka juga ikut membantu merawat mereka bergantian dengan Clara.


Mirna membentangkan kedua tangannya untuk memeluk Zoey dan Kemal membentangkan kedua tangannya untuk memeluk Zac.


Di sana Zayn merangkul bahu Rara sambil tersenyum melihat kedua anaknya yang riang bertemu Mirna dan Kemal.


“Oh, Oma merindukanmu, Sayang.” Mirna menciumi wajah Zoey.


“Opa juga.” Kemal pun melakukan hal yang sama pada Zac.


Manda hanya menjadi penonton melihat keharmonisan keluarga ini. Kedatangan Rara sangat disambut hangat oleh Mirna dan Kemal.


“Rara,” teriak Mia yang tengah berjalan bersama suaminya dari arah luar.


Rara langsung menoleh ke sumber suara itu dan memanggilnya. “Bunda ... Ayah.”


Sanjaya dan Mia mendekati putri beserta menantunya itu.


“Papa lihat mobilmu terparkir, tapi kok orangnya ngga ada. Ngga tahu nya ada di sini,” kata Sanjaya sambil memeluk Zayn.


“Iya, Yah. Tadinya mau ke rumah Ayah dulu. Eh, Rara ke sini dulu,” sahut Zayn.


Zayn dan Rara menyalami kedua orang tua Rara.


“Maaf Bunda, tadi Rara melihat Manda.” Rara menunjuk istri Reza. Namun, Mia tak sedikit pun menoleh ke arah itu. “Terus kami ngobrol.”


Mia menatap putrinya malas. Pasalnya Rara terlalu baik, padahal Mia sendiri saja masih kesal dengan wanita yang sekarang menjadi istri putra Kemal. Sebagai seorang ibu, Mia masih sakit hati ketika ingat putrinya disakiti dulu.


“Hai, jagoan kakek.” Sanjaya langsung menghampiri cucunya. Ia menyapa Zac, lalu Zoey. “Hai, princes kakek.”


Noah tak mau kalah. Anak laki-laki itu pun menghampiri Kemal dan meminta untuk digendong oleh Opa nya. Kemal pun menggendong cucunya itu. Mirna dan Kemal mengajak Sanjaya dan Mia untuk masuk. Akhirnya, Sanjaya dan Mia pun memasuki rumah itu, padahal praktis sejak Reza dan Rara bercerai, Mereka tak lagi bertandang ke rumah ini. walau sesekali mereka bertemu saat jogging di luar.

__ADS_1


Zayn masih setia merangkul pinggang Rara dan mengajaknya memasuki rumah yang dulu menjadi saksi kebersamaan mereka sejak kecil.


Manda mengekori Zayn dan Rara dari belakang. Ia bisa merasakan kasih sayang yang Zayn berikan pada Rara. Wajah Rara terlihat berseri. Wanita cantik itu selalu memperlihatkan senyumnya yang menawan.


Rara memang beruntung karena dikelilingi orang-orang yang menyayanginya. Tidak seperti dirinya yang sendiri, pikir Manda. Bahkan pria yang ia cintai pun tidak mencintainya. Apakah Manda iri? Bohong, jika ia tidak iri. Ia ingin sekali menjadi seperti Rara yang disayang oleh Mirna dan Kemal.


Manda melihat keakraban dua keluarga ini. Ia melihat Rara yang menggeleng, karena Zayn memaksa meminta Rara untuk makan dure, buah kesukaan Zayn, karena Bi Nani langsung menyediakan makanan itu, tepat ketika semua keluarga duduk di ruang tengah yang luas itu.


“Aku ngga suka, Dad.” Rara menggeleng.


Namun, Zayn yang duduk sangat dekat dengan istrinya itu tetap merayunya untuk memakan buah itu. Sejak kecil, Rara memang paling tidak menyukai buah itu. Baunya yang menyengat membuat Rara kerap mual.


“Ini enak, Sayang. Ayo coba!” Zayn sudah meletakkan tangan yang berisi buah itu di depan mulut Rara.


Rara tertawa dan menggeleng. Sementara Kemal dan Mirna sibuk bersama cucu mereka dan berbincang dengan kedua orang tua Rara.


“Apa mau coba dari mulutku?” tanya Zayn menggoda.


“Daddy ...” Rara memukul pelan dada Zayn yang menempel pada bahunya.


Bi Nani juga bercerita tentang kebaikan Kemal dan Mirna. Sejak muda, Bi Nani sering bekerja di rumah mewah, tapi hanya di rumah ini ia diperlakukan layaknya manusia. Itu sebabnya, Bi Nani setia bekerja pada Mirna dan Kemal hingga tua.


“Mmpphh ...” Rara tersentak karena Zayn berani ******* Bbibirnya dan memindahkan buah duren yang ada di mulut Zayn ke mulut Rara.


“Dad. Ih.” Rara mendorong dada Zayn dan menoleh ke kanan tepat di mana ada anak-anak kecil dan orang tua mereka di sana, kecuali Kemal.


Sepertinya, Kemal tengah menaiki tangga menuju lantai untuk menemui Reza, karena sebelumnya Zayn dan Rara menanyakan keberadaan putra Kemal yang mereka tahu bahwa Reza pun sedang ada di rumah ini.


“Mereka ngga lihat,” sambung Zayn.


“Kamu, ih.” Rara mengerucutkan bibirnya, membuat Zayn tertawa.


“Enak kan?” tanya Rara.


“Enak kan Rudal Paris.” Rara tertawa sambil memakan buah yang sudah ada di mulutnya.

__ADS_1


Zayn menyipitkan matanya. “Nakal.”


Rara tertawa. “Bercanda.”


Zayn pun tertawa. “Kalau itu nanti malam, ya.”


Rara kembali memukul dada Zayn pelan.


Manda hendak memilih menyendiri di taman belakang, karena ia pun melihat Noah yang penuh ceria bermain bersama Zac dan Zoey. Kedua anak Zayn sangat senang dengan anak kecil, apalagi Noah tampak tidak canggung dan mudah akrab dengan si kembar.


Kaki Manda perlahan melangkah menuju ruang terbuka yang berada di paling belakang rumah ini dan melewati dapur dan melihat Bi Nani di sana. Akhirnya, kaki Manda berhenti di dapur untuk menemani Bi Nani.


“Sini, saya bantu Bi,” ucap Manda.


Manda awalnya memang bukan wanita jahat, hanya saja predikatnya menjadi istri siri Reza membuat ia di klaim sebagai pelakor sehingga di cap wanita jahat.


Bi Nani melihat wajah sendu Manda. “Ngga usah, Non. Biar Bibi saja.”


“Mereka semua terlihat bahagia ya, Bi.” Manda kembali bersuara.


Bi Nani memang dapat melihat itu. Ia pun merasakan kebahagiaan Zayn yang akhirnya memperistri Rara. Seharusnya, memang dari dulu Zayn yang memperistri Rara. Namun karena keegoisan Reza, mereka pun terpisah. Bahkan Rara di pisahkan oleh buah hatinya. Kini, kepedihan dan kesedihan Rara terbayar sudah, juga penantian Zayn.


“Mereka memang pantas bahagia, Non,” jawab Bi Nani.


Manda mengangguk.


“Tuhan tidak tidur, Non. Setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, begitu pun sebaliknya.”


Tanpa sengaja, Manda menangis di depan Bibi.


Bi Nani pun memeluk tubuh rapuh itu. “Anggap saja ini adalah hukuman buat Non Manda. Yang kuat ya Non. Bibi yakin Non Manda juga akan bahagia. Semua hanya butuh waktu. Seperti Den Zayn yang setia menunggu Non Rara.”


“Makasih, Bi.” Manda menerima pelukan hangat dari wanita yang mungkin seusia ibunya jika masih ada.


Kepiluan Manda hanya ia sendiri yang merasakannya, karena Reza hanya larut dalam keadaan dirinya sendiri. Saat ini saja, Kemal tengah membujuk putranya untuk turun ke bawah dan menemui tamunya di sana.

__ADS_1


Namun, Reza terlalu pengecut, ia tak ingin Zayn meremehkannya, karena saat ini ia telah kalah. Padahal Zayn tidak seperti itu, ia tidak pernah menganggap kakaknya sebagai rival. Bagi Zayn, mendapatkan hati Rara bukanlah sebuah kompetisi, karena yang terpenting adalah Rara bahagia. Jika Reza tidak menyakiti Rara, mungkin Zayn pun tidak akan pernah mendekati Rara. Ia akan memilih membesarkan Zac dan Zoey seorang diri. Atau kalau pun Rara mengetahui Zac dan Zoey adalah anaknya dan ingin mengambil mereka dari Zayn. Ia pun akan berbesar hati untuk menerima itu asalkan Rara bahagia. Begitulah cara Zayn mencintai Rara, hanya ingin melihat wanita itu bahagia.


__ADS_2