Istri Yang Ternodai

Istri Yang Ternodai
Menjadi diri sendiri


__ADS_3

Mbak Cleo, apa kabar?”


Sebuah pesan dari Manda. Dari kemarin pesan Manda belum ada yang Rara lihat, bahkan membalasnya.


Rara membuka pesan itu dan membacanya. Beberapa pesan yang Manda tulis sejak kemarin.


“Mbak, aku seneng banget. Sekarang tetangga tidak lagi menggunjingkanku, karena Mas Reza selalu ada buat kami.”


Rara hanya tersenyum tipis membaca pesan terakhir dari Manda. Ternyata Reza tidak menghabiskan waktunya di pabrik, tetapi di rumah Manda.


Rara mengetik balasan untuk Manda.


“Kabarku baik. Maaf baru membalas pesanmu. Sejak kemarin aku sedikit sibuk, jalan-jalan dengan sahabat lama yang baru bertemu setelah lima tahun.”


Di sana, Manda tersenyum lebar saat melihat Rara yang tengah online dan membalas pesannya.


“Syukurlah, kalau begitu, aku senang mendengarnya.” Rara menjawab pesan terakhir Manda.


“Akhirnya, pesan aku dibaca juga.” balas manda. “Terus kapan Mba Cleo ke sini? Noah nanyain loh, katanya ingin main sama Bunda.”


“Mungkin besok, karena hari ini papa mertuaku datang.”


“Oke, Mba,” jawab Manda.


Di sana ia pun membayangkan bagaimana jika ia di datangi mertuanya. Manda sadar bahwa dirinya hanya istri siri, bahkan kedua orang tua Reza tidak mengetahui keberadaan dirinya dan cucunya. ingin sekali Manda bertemu dengan kedua orang tua Reza dan berkenalan dekat dengan mertuanya itu, mengingat Manda juga tidak memiliki orang tua dan lagi menurut rumor yang beredar, kedua orang tua Reza sangatlah baik.


Rara menyembunyikan kado ulang tahun Noah di sudut sofa.


Siang ini, semua beraktifitas dengan aktifitas masing-masing. Zayn dengan kegiatannya di Lembang. Reza dan Kemal yang sudah tiba di Bandung dan langsung ke pabrik, serta Rara yang hanya menghabiskan waktu di apartemen sendiri.


Rara hanya bermalas-malasan di sana tanpa mengerjakan apapun. Ia enggan beraktifitas, rasanya ia malas bergerak dan hanya ingin tiduran sambil menonton drama cina kesukaannya. Drama yang mengisahkan tentang seorang alien yang bertemu manusia. Terkadang Rara tertawa sendiri ketika ada adegan lucu pada drama itu. Ia pun hingga lupa untuk mandi sampai sore menjelang.


Kegiatannya yang unfaedah tak terasa, hingga pintu terbuka dan menampilkan sosok suami beserta ayah mertuanya.


“Papa ...” panggil Rara tersenyum dan langsung berdiri mengahmpiri Kemal.


Reza mengeryitkan dahi karena penampilan Rara masih sama seperti penampilan saat bangun tidur tadi.


Rara hendak memeluk Kemal. Namun, Reza langsung menghadang.

__ADS_1


“Kamu belum mandi juga?” tanya Reza.


Rara menggeleng. “Belum.”


“Tidak apa,” sahut Kemal yang membuka lebar kedua tangannya untuk menerima pelukan menantu kesayangan.


Rara pun tersenyum dan mereka saling berpelukan sesaat kemudian terlerai.


“Maaf, Pa. Rara lagi males mandi,” ucap Rara.


“Tumben. Biasanya kalau depan Reza selalu tampil maksimal.”


Rara hanya tersenyum tipis. Ia pastikan bahwa dirinya tidak akan seperti itu lagi sekarang.


“Dari tadi kamu ngapain aja, Sayang? Mandi belum, dapur juga kosong,” kata Reza yang menghampiri meja makan tak terdapat makanan apapun.


“Maaf, Pa. Rara lagi males ngapa-ngapain. Ra beliin makanan di resto bawah aja ya?”


“Tidak usah repot-repot, Ra. Pesan online saja,” kata Kemal.


Kemal santai menghadapi sikap Rara yang tidak biasa. Namun, tidak untuk Reza. Sang suami terlihat jengkel.


“Kenapa belum mandi?” tanya Reza.


“Lagi males, Kak. Ya udah kamu mandi duluan. Aku pesan makanan dulu.” Rara duduk di tepi ranjang dan mengambil ponselnya lagi.


“Ayo mandi bersamaku! Sepertinya kamu ingin dimandikan,” ucap Reza dengan nada menggoda.


Semula, Rara ingin melihat sang suami marah padanya, ilfil padanya. Tetapi Reza tak marah. Walau ia terlihat sedikit jengkel tadi, tapi langsung bersikap manis kembali.


“Apapan sih? Ngga. Kamu aja mandi duluan. Setelah itu aku.”


“Ayo!” Reza menarik lengan Rara, tetapi Rara bersikukuh dan menarik tangannya untuk menolak.


Seperti biasa, Rara tidak pernah menolak permintaan Reza, tapi kali ini ia menolak dengan frontal. Akhirnya, Reza menyerah dan berjalan ke kamar mandi sendiri.


****


Kemal, Reza, dan Rara kini berada di meja makan menikmati makan malam.

__ADS_1


“Mama bagaimana kabarnya, Pa?” tanya Rara di sela-sela makan malam mereka.


“Baik. Tadinya Mama ingin ikut, tapi Mama tidak bisa meninggalkan butik dadakan.”


Rara mengangguk.


“Bagaimana keadaan orang tuamu?” Kemal balik bertanya.


“Alhamdulillah sehat, tadi siang abis teleponan. Kata Ayah, Papa di suruh mampir ke jakarta.”


Kemal tersenyum dan mengangguk. Sedangkan Reza hanya menjadi pendengar.


“Kapan kamu kembali ke Jakarta?” tanya Kemal.


“Mungkin besok atau lusa, Pa.”


“Loh, katanya kamu mau seminggu di sini?” tanya Reza bingung. “Kita pulang bareng, hari sabtu Sayang.”


“Kelamaan, Kak. Lagi pula aku disini ngga ngapa-ngapain, kamunya juga sibuk.”


Kemal menatap pasangan suami istri ini bergantian. “Memang kamu tidak ada waktu untuk mengajak Rara jalan-jalan?”


“Perusahaan tidak bisa ditinggal, Pa.”


“Hmm ... kasihan dong Rara, padahal dia kan sedang libur ngajar.”


“Ngga apa-apa kok, Pa. Lagi pula kemarin Zayn sudah mengajak Rara jalan-jalan sepuasnya,” ucap Rara santai membuat kedua pria itu terkejut dan menghentikan suapan makanan ke mulut mereka.


“Kamu tahu Zayn berada disini?” tanya Kemal serius.


Rara menmgangguk. “Ya, bahkan dia menginap di hotel sebelah dua hari lalu.”


“Zayn disini?” tanya Reza ke arah sang ayah dan Kemal mengangguk.


“Kamu bertemu Zayn dan kemarin seharian jalan bersamanya hingga larut malam?” tanya Reza pada Rara dan di angguki santai.


Reza langsung melepaskan alat makan yang semula ada di genggamannya dengan cukup keras hingga bunyi dentuman itu terdengar nyaring. Wajahnya memerah, ia sungguh marah mendengar hal ini.


“Zayn ingin menemuimu, tapi dia takut kamu masih marah terhadapnya,” ucap Rara santai pada sang suami yang tak henti menatap istrinya dengan dada bergemuruh.

__ADS_1


Bisa-bisanya Rara asyik jalan-jalan bersama Zayn sementara dirinya dilanda ke khawatiran seperti orang gila. Entah peran apa yang sedang Rara mainkan. Yang jelas ia hanya ingin menjadi dirinya sendiri saat ini.


__ADS_2