Istri Yang Ternodai

Istri Yang Ternodai
Bonchap 3


__ADS_3

“Ah. Dua.”


“Yes, Mommy turun.” Zoey menertawakan ibunya yang mendapat angka dua dari hasil kocokan dadunya tadi, sehingga pin nya harus turun karena maju dua langkah ada sebuah tangga yang menyuruhnya untuk turun.


“Yes, sekarang. Aku yang ada di atas,” kata Zac semangat.


Malam ini, Rara menemani kedua anaknya bermain ular tangga. Seperti biasa, setelah makan malam, Rara menyempatkan diri Quality time bersama buah hatinya sebentar sebelum mereka tidur. Walau di sekolah mereka pun bertemu, tapi tidak bisa seintens ketika berada di rumah.


Sedangkan Zayn, masih berada di dalam kamar. Sepulang kerja, Zayn langsung menikmati makan malam bersama keluarganya, setelah itu ia baru ke kamar dan membersihkan diri. Sementara Rara, sebelum menemani Zac dan Zoey bermain, ia sudah menyiapkan keperluan Zayn di sana.


“Mom, kita main ini sampai malam ya,” ujar Zoey.


“No, Sayang.”


“Tapi besok, libur Mom.”


Memang malam ini adalah malam sabtu.


“Tapi besok Daddy mau ajak jalan-jalan,” jawab Rara.


“Kemana?” tanya Zac.


“Park Zoo?” tanya Zoey.


“No, sayang. Besok kita harus membeli pakaian pesta untuk menghadiri pernikahan Om Sam,” celetuk Zayn tiba-tiba yang berjalan mendekati anak dan istrinya.


Rara mengangguk.


“Memang kapan Om Sam menikah?” tanya Zac.


“Lusa.” Zayn duduk di sebelah Rara.


Mereka duduk di atas permadani berbulu warna coklat gelap dengan meja berbentuk persegi panjang di tengahnya. Rara dan Zayn berada di seberang Zac dan Zoey dibatasi meja yang berisi mainan ular tangga.


“Oh.” Zac dan Zoey membulatkan bibirnya.


Rara, Zac, dan Zoey meneruskan permainan mereka. Semantara Zayn yang semula duduk di samping istrinya kini berbaring di atas permadani itu sambil memeluk peurt Rara dan menjadikan paha istrinya itu bantal.


“Daddy, tidak ikut bermain?” tanya Zac.


“No, Daddy lelah. Daddy ingin peluk Mommy aja,” kata Zayn yang sudah menenggelamkan wajahnya pada kulit perut sang istri yang hanya menggunakan tangtop dan celana pendek hitam berbahan kaos.


Zayn menyingkap tangtop itu sehingga ia dapat menyentuh kulit perut istrinya yang hangat. Lalu, Zac yang kepoh menaikkan tubuhnya ke atas meja dan melihat apa yang dilakukan sang ayah.


“Daddy manja,” ujar Zac.


“Biarin.” Zayn tetap menjadikan paha Rara sebagai bantal. Rasa lelah itu seketika hilang, ketika ia berada di posisi seperti ini pada tubuh Rara.


Rara tertawa. “Tau ih, kamu ga malu sama anaknya.”


“Biarin.” Lagi-lagi Zayn cuek dan tak menghiraukan yang lain.


kemudian, Zac semberut dan kembali duduk di posisinya semula, lalu bermain lagi.


“Yeay ... aku naik,” teriak Zoey yang kini berada di atas.


Rara cukup lama menemani Zac dan Zoey bermain hingga waktu menunjukkan pukul sembilan malam.

__ADS_1


“Udah ya mainnya. Tidur yuk! Udah malam. Nih Daddy aja udah pules.” Rara melihat ke bawah dan benar saja, ternyata Zayn tidur di atas pahanya.


Zac dan Zey mendekati Rara dan melihat sang ayah yang terlelap di sana.


“Aku juga ingin tidur di sini,” Zoey merebahkan kepalanya di bahu Rara.


“Aku juga.” Zac melakukan hal yang sama dan mengambil space yang bisa ia isi di dekat Rara.


Rara mengelus rambut putra putrinya. “No, Sayang. Tidur di kamar kalian ya.”


Zac menggeleng. “Mengapa Daddy boleh tidur di sini Mommy. Aku juga mau.”


Rara tersenyum. “Nanti juga Mommy akan bangunkan Daddy dan tidur di kamar.”


Zac bangun dengan malas dan menggoyangkan tubuh ayahnya. “Daddy bangun. Pindah ke kamar!”


Tapi Zayn pura-pura tidak mendengar. Ia tetap menutup matanya. Posisi ini begitu membuatnya nyaman dan sangat nyaman.


“Daddy,” rengek Zac kesal.


“Sudah, Sayang. Nanti Mommy yang bangunkan Daddy. Sekarang kalian tidur di kamar ya,” ucap Rara sembari mengelus rambut Zac. Lalu, pada Zoey. “Ayo, Sayang! kamu juga pindah ke kamarmu. Udah ngantuk kan?”


Zoey mengangguk dan bangun dari bahu Rara. Lalu, Zoey mengecup pipi Rara. “Night, Mommy.”


“Night, Sayang,” jawab Rara yang juga mencium pipi Zoey.


Kemudian, Zac memajukan tubuhnya dan melakukan hal yang sama seperti Zoey. “Night Mommy.”


“Noght, Sayang.” Rara menangkup pipi Zac. “Jangan cemebrut dong!”


Lalu, Zac terpaksa tersenyum. Anak lelaki itu memang sering cemburu pada ayahnya manja dengan ibunya. Padahal menurut Zac yang seharusnya manja itu adalah dirinya.


Zac mengangguk, begitu pun dengan Zoey. Kemudian, Mereka berjalan beriringan menuju kamarnya masing-masing. Kini, di ruang keluarga itu hanya tinggal Rara dan Zayn.


Rara menyandarkan tubuhnya pada kaki sofa dan membiarkan Zayn yang masih terlelap di atas pahanya. Tangan Rara terangkat untuk mengelus wajah Zayn dengan bulu tipis di sekitar dagu hingga pipi. Rara melihat wajah lelah itu yang sedang nyaman tertidur di tubuhnya.


Rara tersenyum ketika mengingat beberapa kejadian bersama Zayn saat mereka kecil hingga remaja.


“Aku tembus, Zayn.” Rara menunduk malu. Sementara Zayn terus menatap wajah malu itu.


“Aku sedang datang bulan dan itu sangat banyak hingga tembus ke rok belakangku,” kata Rara lagi sembari berdiri dan kembali menengok kebelakang untuk memasikan seberapa banyak bercak darah yang tercetak di rok belakangnya.


“Mana, coba aku lihat!” Zayn memutar tubuh Rara.


“Jangan! Malu.” Rara tetap berdiri dan tak ingin berbalik seperti keinginan Zayn.


“Aku ingin lihat seberapa banyak noda itu.”


“Ngga, itu jorok, Zayn. Aku malu,” sahut Rara.


“Ck.” Zayn berdecak kesal. “Kalau aku tidak melihat apa masalahnya, bagaimana aku bisa menolongmu?”


“Tidak ada yang bisa menolongku.”


“Lalu, kamu akan semalaman berada di sini? menemani para hantu yang ada di sekolah ini? kamu tahu sekolah kita terkenal angker.”


“Zayn,” teriak Rara yang terkenal penakut.

__ADS_1


Rara ingat lagi kejadian itu. kejadian yang tak pernah ia lupakan. Zayn adalah pria pertama yang tahu ketika ia datang bulan pertama kali. Dan, ternyata ia juga pria pertama yang menyentuhnya.


“Aku cinta banget sama kamu, Zayn,” ucap Rara lirih. Sungguh ia sangat mencintai pria ini, walau ia menyesal karena terlambat memahami cinta sebenarnya.


“Ya, aku tahu,” jawab pria yang matanya tengah tertutup dan memeluk tubuh bawah Rara.


“Ih, katanya tidur tapi bisa ngomong.” Rara menekan pipi Zayn.


Lalu, Zayn tertawa dan mengeratkan pelukan di perut Rara.


“Sayang, bangun. Pindah ke kamar.”


“Zac dan Zoey sudah pindah?”


Rara mengangguk. “Sudah. mereka sudah ke kamarnya masing-masing.” Rara menggoyangkan tubuh Zayn. “Ayo, Daddy! Wake up.”


“Kalau aku bangun berarti semua ikut bangun, Sayang,” kata Zayn yang tersenyum dibalik perut Rara.


“Ish, mesum. sebel.”


Zayn kembali tertawa hingga gerakan wajah itu dapat Rara rasakan.


“Aku suka berada di dalammu, Sayang.”


“Zayn,” rengek Rara.


Lalu, Zayn dengan malas, mencoba bangkit. Rambutnya yang acak-acakan, jambang tipis serta senyum itu membuat Rara semakin mencintai pria ini.


Zayn mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri dan mencium bibirnya. Ciuman Zayn yang semula berada di bibir Rara, kini pindah ke leher. Rara mendongakkan kepala untuk memebri ruang bebas suaminya mengeksplor bagian itu.


“Eum ...” Rara melenguh saat Zayn menggigit dan membuat beberapa kismark di bagian itu.


Kedua tangan Zayn pun tak tinggal diam. Tangan kirinya mengelus bagian belakang tubuh Rara dari bawah kaos tangtop yang Rara kenakan. Rara bisa merasakan tangan besar Zayn meguspa kulit bagian belakang tubuhnya.


Sementara, tangan kanan Zayn tengah meremas bergantian dada Rara lalu merayap turun ke bawah dan memainkan bagian yang paling sensitif itu.


“Zayn, Ah.” Suara sensual Rara lolos, karena gerakan jemari Zayn yang memainkan bagian itu.


“Tubuhmu candu, Sayang. Aku tidak bisa sehari saja tidak menyentuhnya.”


Rara hanya bisa pasrah menikmati gelombang nikmat yang Zayn berikan. “Pin..dah, Sayang.”


Zayn mengerti maksud Rara. Lalu, ia menggendong Rara dan menaiki anak tangga untuk pindah ke kamar mereka. Kamar yang di design dengan segala aksesoris yang Rara sukai ditambah berbagai foto kenangan keduanya saat kecil hingga remaja. Kamar yang menjadi saksi luapan cinta Zayn dan Rara setiap harinya.


Di atas peraduan itu, Zayn bergerak erotis di atas tubuh Rara sambil menatap wajah sexy Rara. Setelah beberapa menit, Rara yang bergantian bergerak erotis di atas tubuh Zayn.


Zayn menautkan kedua tangan Zayn pada telapak tangan Rara. Ia menggenggam tangan itu erat sembari menyatukan tubuh mereka, hingga kedua kulit itu saling menempel tanpa penghalang.


“Aku suka melakukan ini, Sayang. Aku suka menyatu denganmu, seperti hati kita yang selalu menyatu selamanya,” kata Zayn sambil menangkup pipi Rara.


Rara tersenyum dengan gerakan kedipan mata yang pelan sambil bergerak di atas tubuh Zayn. Wajah Rara terlihat sayu.


“Aku juga suka melakukan ini.”


Rara memeluk bahu dan kepala Zayn dan memberikan pria itu sejuta kenikmatan.


Di tempat berbeda, Manda tengah berbahagia karena lusa ia akan menjadi istri sah Sam. Akhirnya, Manda menerima lamaran Sam dan memulai kembali hidupnya.

__ADS_1


Di tempat yang berbeda, Reza juga tengah berbahagia karena lusa Essy akan kembali ke Jakarta dan menetap lagi di kota ini. Persiapan pernikahan mereka juga sudah tujuh puluh persen. Mereka pun tinggal menunggu hari untuk menjadi pasangan suami istri.


__ADS_2