
Setelah menelepon Kemal, Zayn langsung menelepon ponsel Rara yang masih tidak aktif. Zayn terus menelepon ponsel itu berulang kali, tapi tetap sama.
“Jack, tolong bilang ke Wilson untuk sesi pemotratan besok dihandel dia. Soalnya gue ada urrusan sekarang,” kata Zayn pada asistennya dengan bahasa Indonesia karena kebetulan Jack juga berasal dari sini.
“Ini masalah Cleopatra?” tanya Jack yang tahu semua hal tentang Zayn dan masa lalunya.
Jack adalah asisten sekaligus teman curhat Zayn selama berada di Paris. Mereka bertemu di sebuah kelas photograpy di universitas terkenal di negara itu. Hanya saja keberuntungan Zayn dan kekuasaan ayah kandungnya menjadikan karier Zayn naik lebih cepat dari sahabatnya itu.
Zayn mengangguk. Ia pun menceritakan keadaan terakhir wanita yang ia cintai ini pada Jack. Sungguh, Zayn sangat khawatir pada Rara, karena ia yang ada saat Rara terpuruk kemarin.
“Ya udah, nanti gue bilang Wilson.” Jack mengangguk.
Zayn menepuk bahu Jack. “Thanks, Bro.” Ia langsung berlari pergi dengan meminjam mobil yang Jack sewa, selama tim nya berada di kota ini untuk operasional.
Jack tersenyum dan mengangguk. Sebenarnya, ia kasihan melihat Zayn yang selalu dilanda rasa bersalah pada Cleopatra, wanita yang satu-satunya selalu ada dihati Zayn dan hingga kini tak bisa digantikan oleh siapapun. Padahal dunia Zayn sekarang selalu dikelilingi wanita cantik. Namun, Zayn tak pernah tertarik dengan para wanita itu. Walau tak jarang para wanita yang menjadi klien Zayn sering menggodanya dengan segala macam cara, tapi Zayn tetap bisa menjaga dirinya.
Di kantor, Kemal masih duduk di ruangan Reza, setelah lima menit sang putra pergi meninggalkannya. Kemal pun ikut mencoba menelepon ponsel Rara yang masih tidak aktif. Lalu, Ia menelepon Sanjaya ayah Rara untuk basa basi sekaligus menanyakan apakah Rara berada di sana? Namun, Sanjaya tidak memberikan tanda-tanda bahwa Rara sudah kembali ke rumah itu.
Sepuluh menit kemudian, Reza sampai di rumah Manda. Ia masuk ke rumah itu dengan wajah marah dan tergesa-gesa.
“Manda,” panggil Reza dengan suara yang cukup kencang hingga Noah yang baru saja Manda tidurkan pun sedikit menghentakan tubuhnya karena kaget, walau matanya tetap tertutup.
“Ssstt ... aku baru saja menidurkan Noah, Mas,” ucap Manda saat melihat suaminya berdiri di ambang pintu kamar sang putra.
“Aku tunggu kamu di depan.” Reza memasang wajah datarnya.
Seperti wajah yang selalu Reza tampakkan dihadapan Manda. Wajah itu hanya berubah hangat ketika berada di luar atau pada saat ulang tahun Noah kemarin.
Manda menghelakan nafasnya kasar. Ia tahu Reza pasti akan memarahinya karena ia memang ceroboh hingga mengakibatkan istri pertama sang suami mengetahui pernikahan yang sudah mereka tutupi selama dua tahun terakhir ini.
Manda mengelus lagi wajah Noah dan segera bangkit meninggal putranya yang sudah terlelap. Ia pun melangkahkan kaki menuju ruang dimana sang suami sudah menunggunya sejak tadi.
Reza menoleh ke arah Manda yang sedang berjalan ke arahnya. Ia duduk dengan kaki menyilang.
“Duduk!” pinta Reza pada Manda dan manda hanya patuh. Wanita itu duduk di hadapan Reza.
“Apa maksud pesan mu tadi?” tanya Reza.
Manda terdiam, ia bingung harus bercerita darimana. Akhirnya mulutnya bersuara menceritakan asla muasala ia bertemu dengan wanita yang menemukan putranya saat hilang dan berkenalan dengan nama Cleopatra.
“Apa kamu tidak tahu, bahwa istriku bernama Cleopatra?” tanya Reza marah.
__ADS_1
Manda menggeleng. “Maaf, Mas. Yang aku tahu nama istri Mas Reza itu Rara, karena Pak Doni memanggilnya seperti itu.”
“Ck.” Reza memanglingkan wajah sekaligus menarik nafasnya kasar.
“Berarti Rara tahu pernikahan ini?” tanya Reza sembari memijat pelipisnya. Kini suaranya melemah.
Manda menagngguk. “Aku tidak tahu dia tahu darimana? Tapi sikapnya mulai berubah saat aku muntah-muntah.”
“Muntah-muntah?” tanya Reza bingung.
Manda mengangguk lagi. “Aku hamil lagi, Mas.” Ia menyodorkan hasil tespect yang bergaris dua itu pada Reza.
“Ah, si*l.” Reza meremas rambutnya kasar.
“Maaf, Mas. Aku tidak pernah KB. Jadi ketika dua bulan lalu kamu melakukannya ...”
“Cukup.” Reza memotong perkataan Manda.
Reza memegang benda panjang berwarna putih itu. Benda yang menunjukkan bahwa dirinya telah melakukan kesalahan lagi. Kecemburunmya pada sang istri selalu membuatnya lemah hingga melakukan kesalahan lagi dan lagi pada Rara.
Pertama, kecemburuannya pada Zayn yang tidak pernah hilang dari ingatan karena adik angkatnya itu telah menjadi lelaki pertama yang menyentuh wanita yang paling ia cintai hingga ia melakukan kesalahan dengan tidak memberi kewajiban nafkah yang benar pada Rara. Lalu, untuk melepaskan kepenatan itu semua, ia mencoba bersenang-senang dengan teman-temannya hingga mabuk dan berujung tidur dengan Manda, kemudian menghasilkan Noah.
“Arrgg ...” Reza menjatuhkan semua benda di meja kecil yang berada persis di sampingnya.
Prang
“Aaa ...” teriak Manda sembari menutup kedua telinganya.
Pengasuh Noah yang semula berada di kamar Noah untuk menemani anak majikannya itu pun langsung keluar mencari sumber suara itu. “Ada apa, Bu?’
Pengasuh itu terdiam melihat Reza yang tengah marah.
“Reza,” panggil Kemal yang berdiri tepat di depan pintu utama rumah Manda yang terbuka.
“Papa.” Reza terkejut dengan kehadiran sang ayah. Arah matanya pun melihat ke arah Zayn yang berdiri di samping Kemal.
“Kurang ajar kamu.” Reza langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Zayn.
Bugh
Reza memukul pipi Zayn. “Puas lu, buat Rara pergi dari gue. Hah! Puas!”
__ADS_1
“Bukan gue bang yang bikin dia pergi, tapi diri lu sendiri,’ sahut Zayn yang tidak membalas pukulan sang kakak karena Kemal langsung menghadangnya.
Kemal berdiri di antara kedua putranya yang hendak berkelahi.
“Kenapa lu harus muncul lagi? Kenapa? Bukannya lu janji ga akan munculin wajah lu lagi untuk selama-lamanya.”
“Stop Reza! Stop! Berhenti menyalahkan orang lain.” ucap Kemal dengan nada membentak hingga kedua pria dewasa ini terdiam.
Manda berdiri di tempat yang cukup jauh dari ketiga pria itu. Lalu Kemal menatap Manda yang juga menatapnya sekilas dan tertunduk.
“Kamu istri Reza?” tanya Kemal.
Manda mengangguk.
Kemal memejamkan mata seraya mengusap wajahnya kasar. Apalagi yang dilakukan putranya pada Rara? Ingin ditaruh dimana wajahnya dihadapan Sanjaya? Ini benar-benar memalukan. Sungguh ia telah gagal mendidik kedua putranya ini.
“Pa,” panggil Zayn lirih sembari merangkul bahu sang ayah. Ia tahu bahwa saat ini Kemal sedang marah tetapi wajahnya menampilkan kesedihan.
#Flashback on#
Setelah berpamitan pada Jack, Zayn langsung melesatkan mobilnya menuju kantor Reza. Kebetulan jarak dari Lembang ke kota bandung tidak jauh, hanya sekita 13,57 kilometer atau sepuluh menit jika lalu lintas lancar.
“Pa, dimana Rara?” tanya Zayn setelah membuka ruangan Reza dan mendapati sang ayah tengah duduk di dalam sana.
Kemal menggeleng. “Papa tidak tahu. Paap sudah menelepon Sanjaya tapi Rara belum ada di sana.”
“Ck, pasti dia menemui wanita itu.”
“Dari tadi kamu sebut wanita itu. siapa wanita itu?” tanya Kemal pada Zayn.
“Istri Kak Reza yang kedua.”
“Apa?” tanya Kemal terkejut. Sungguh ia sangat terkejut.
“Jangan bercanda kamu Zayn.”
Zayn menggelengkan kepalanya. “Tidak Pa, Zayn tidak bercanda. Kak Reza menikah lagi dan sudah memiliki anak. Kalau tidak percaya, ayo Zayn antar ke rumahnya!”
Denga terpaksa, Kemal mengikuti langkah Zayn. Memang akhir-akhir ini Kemal melihat kejanggal;an dalam diri putranya, tetapi ia tidak menyangka bahwa sang putra mampu mengkhianati Rara, wanita yang jelas-jelas ia tahu adalah wanita yang dicintai putranya sejak kecil.
#Flashback off#
__ADS_1