Istri Yang Ternodai

Istri Yang Ternodai
"Oh, my God. Rara"


__ADS_3

Hari ini, Zac dan Zoey tidak tidur siang. Mereka begitu senang karena Rara sudah pulang dan berkumpul bersama. Seharian Zayn dan Rara bermain dan memanjakan putra putrinya.


“Mom, ngantuk,” ujar Zoey ketika mereka berkumpul di ruang keluarga dan tertawa menonton acara komedi.


Rara dan Zayn duduk bersebelahan di sofa itu, sedangkan Zac tidur di paha sang ayah dan Zoey tidur di paha sang ibu. Namun, mata Zoey belum terlelap, tidak seperti Zac yang sudah tertutup sempurna.


“Mommy, aku mau tidur.” Zoey mengucek matanya dan terbangun.


“Ayo, sayang! kita ke kamar.” sahut Rara dan mengajak putrinya.


Baru saja, langit berubah menjadi gelap, tapi Zac dan Zoey sudah terlihat lelah. Mata Zoey sayup-sayup sembari berjalan bergandengan dengan sang ibu menuju kamarnya. Sedangkan, Zayn menggendong Zac untuk dipindahkan ke kamar putranya sendiri.


Di kamar Zoey, Rara membaringkan putrinya. “Selamat tidur, Zoey. Jangan lupa berdoa sebelum tidur!”


“Mommy tidak membacakanku dongeng?” tanya Zoey lirih.


“Katanya Zoey sudah ngantuk.” Rara tersenyum. Padahal mata Zoey sudah bukan lagi lima watt tapi dua watt, tapi anak kecil itu masih saja minta di bacakan dongeng.


Ceklek


Zayn ikut masuk ke kamar putrinya setelah memindahkan Zac ke kamarnya sendiri dan di sana ia melihat Rara yang tengah mengambil sebuah buku untuk dibacakan pada Zoey.

__ADS_1


“Kamu ngapain?” tanya Zayn.


“Bacain dongeng buat ...” Perkataan Rara terpotong ketika ia menoleh ke arah Zoey yang sudah terlelap sempurna, hingga dengkuran halusnya pun terdengar.


“Ya, ampun putrimu lucu banget sih. Padahal belum ada lima menit dia minta dibacakan ini,” kata Rara menggelengkan kepalanya sambil menunjuk buku yang ia pegang pada Zayn.


Zayn tertawa. “Ya sudah, ayo kita ke atas!” Zayn mengajak Rara untuk beranjak dari tepi tempat tidur itu.


Zayn menggandeng pinggang Rara. Mereka berjalan beriringan menaiki tangga. Kamar Zayn dan Rara terletak di lantai dua. Di lantai itu hanya ada mereka.


Sesampainya di lantai dua, langkah Zayn terhenti tepat di depan pintu ruang kerjanya.


“Sayang, aku ke ruang kerja dulu ya. Tadi Jack mengirim email minta cek finishing hasil photoshoot job kemarin.”


“Coba aku cium.” Zayn memajukan tubuhnya dan mengendus leher Rara. “Eum ... harum, wangimu memabukkan, Ra.”


“Ish, mesum dasar.” Rara memukul dada bidang Zayn dan segera berlari ke kamar.


Zayn masih berdiri di tempatnya, sementara Rara sudah berlalu darinya.


“Sayang,” panggil Zayn manja.

__ADS_1


Rara menoleh dan tersenyum. “Apa?”


Zayn mengedipkan satu matanya sembari memonyongkan bibirnya seperti sedang mencium. Wajah Zayn super mesum dan benar-benar menyebalkan.


“Apaan sih? Ngga jelas.” Rara tertawa dan menggelengkan kepalanya. Ia tetap berjalan memasuki kamar Zayn dan Zayn memasuki ruang kerjanya.


Zayn membuka laptop dan mulai melakukan pekerjaannya. Sementara di kamar utama, Rara membersihkan diri.


Lama mereka berada di ruangan masing-masing. Di kepala Rara, ingin rasanya ia mengerjai Zayn yang menyebalkan itu. Ia sengaja mengambil lingeri yang Zayn berikan sebagai seserahan pernikahan mereka kemarin. Lingeri V-Neck tipis berwarna pink tua tanpa Bra dan terlihat jelas G-String Rara yang berwarna senada dengan gaun lingeri itu.


Rara berdiri di depan cermin. Ia membalikkan tubuhnya ke kanan dan kiri untuk melihat penampilannya sendiri. Ia tertawa sembari menepuk dahinya.


“Rara, ada apa denganmu? Ini sexy sekali,” gumam Rara pada dirinya sendiri.


Ini adalah kali pertama Rara menggunakan lingeri se-sexy ini. bersama suaminya yang dulu, Rara hanya mengenakan piama tidur berbahan satin biasa dengan panjang selutut dan bagian dada yang masih menutupi belahannya. Tapi sekarang, bahkan belahan dada itu terlihat sempurna. Sisi liar Rara yang tak pernah terlihat selama ini, akhirnya tampak juga.


Rara dengan ragu membuka pintu kamar itu untuk keluar dan menemui suaminya di ruang kerja. Sepertinya, Zayn masih mengurus pekerjaannya di sana.


Zayn duduk santai di sofa dengan laptop dan beberapa lembar hasil jepretannya di meja itu. Tiba-tiba, aktivitas Zayn terhenti ketika melihat bidadari sexy berjalan ke arahnya. Seketika Zayn merebahkan tubuhnya di punggung kursi sembari memegang kepalanya yang pusing, tetapi dengan ekspresi senyum yang lebar hingga jejeran gigi rapi itu terlihat sempurna.


“Oh my God, Rara. Kamu membuatku lemah,” gumam Zayn yang di dengar oleh Rara.

__ADS_1



__ADS_2