Istri Yang Ternodai

Istri Yang Ternodai
Makan siang bersama


__ADS_3

"Daah ... Miss.”


“Daah Miss Rara.”


Ada lima anak-anak didik Rara melambaikan tangan bersamaan saat mereka di jemput oleh keluarganya setelah jam kegiatan belajar mengajar selesai.


“Daah ... hati-hati di jalan.” Rara pun ikut melambaikan tangan sembari tersenyum.


Rara menghampiri Widya dan Nayra. Mereka juga baru saja selesai mengantarkan anak-anak yang rata-rata usia empat sampai lima tahun itu, tepat pukul sebelas siang.


“Ra, kamu tadi di godain sama Daddy-nya Sammy?” tanya Widya yang melihat Rara cukup lama bercengkrama dengan orang tua murid yang menjemput anaknya tadi.


“Ngga. apan sih. Dia tuh cuma ngajak ngobrol aja.”


“Tapi keliatan banget dia mesumnya, Ra,” sahut Nayra.


“Masa sih?”


“Ah, kamu ngga ngerasain apa?” tanya Widya.


Rara menggeleng. “Ngga.”


“Ya ampun, Ra. Aku aja bisa liat kok kalo dia tuh nyuri-nyuri kesempatan buat nempel-nmpel ke kamu.”


“Tau ish, Rara.”


Widya dan Nayra bersahutan.


Rara pun nyengir. Sebagai guru di sebuah sekolah swasta terkenal yang mengedepankan pelayanan maksimal, ia hanya ramah pada semua wali murid dan memberikan pelayanan terbaik.


“Waktu kamu ngga masuk, dia tuh tanya ke aku, katanya kamu emang udah cerai sama suami,” ujar Nayra.


“Ih, keypoh banget sih,” sahut Widya


“Iya emang. Cuma Rara-nya aja yang ngga ngeh,” jawab Nayra.


“Eh pantes akhir-akhir ini dia sering chat aku ngga jelas. Haduh,” akhirnya Rara ikut menanggapi,


Sebelumnya ia masih berpikir apa mungkin salah satu wali muridnya itu menyukainya?


“Emang si Sam, udah ngga punya ibu?” tanya Widya.


“Ya, anak itu broken home. Papa sama Mama nya cerai.”


“Oh.” Widya membulatkan bibirnya dan Rara mengagguk.


Mereka berjalan menuju ruang guru. Di sana Ratmi yang berduet dengan Husna di kelas sudah berada di ruangan itu.


Rara, Nayra, dan Widya memasuki ruang guru dan langsung di sambut Ratmi juga Husna. Mereka kembali membicarakan tentang ayah Sammy.

__ADS_1


“Nah loh, hati-hati kamu, Ra.” Kata Ratmi.


“Aku juga ngga bales kok wa dari dia, kalau pertanyaannya diluar dari kegiatan belajar mengajar anaknya,” sahut Rara.


“Emang dia pernah wa apa aja?” tanya Widya yang super keypoh.


Lalu, Rara mengambil ponsel dan menunjukkan beberapa whatsapp dari ayah Sammy itu.


“Ya ampun Ra, jijay banget ngga sih. Pake tanya udah makan belum bu Rara. Bu Rara lagi apa? Ish ish ish..”


Rara tertawa melihat ekspresi wajah Widya. “Ya, makanya aku ngga jawab, Wid.”


“Coba liat-liat,” kata Husna.


Lalu Rara memberikan ponselnya pada Husna. Nayra yang duduk di samping Husna pun ikut melihat isi chat itu.


“Ih, parah ya. Masa’ guru anaknya di gombalin sih,” kata Ratmi yang sekilas ikut nimbrung dan melihat isi chat di ponsel Rara.


Tiba-tiba ponsel Rara berbunyi menampilkan sebuah pesan masuk melalui whatsapp.


“Ra, aku tunggu di parkiran ya.”


Husna dan Widya yang masih memegang ponsel Rara pun langsung heboh melihat pesan whattapp yang bertuliskan nama ‘Pak Reihan.’


“Mbak Rara ada pesan dari Pak Rei,” kata Husna histeris.


“Eh sini ponsel aku.” Rara tersenyum malu dan langsung meraih ponselnya dari tangan Widya.


“Wah, Ra. Ada apa kamu sama Pak Rei?” tanya Widya tersenyum.


“Ngga ada apa-apa.”


“Ra, kamu ya.” Nayra menggoyangkan jari telunjuknya ke atas.


“Wah mainannya langsung sama pemilik yayasan,” ledek Ratmi.


“Mbak Rara pake jomblo segala sih, kan aku jadi ngga kebagian.” Husna pura-pura sedih, padahal ia ikut meledek Rara.


“Ngga. Apaan sih.” Rara tersenyum melihat ekspresi teman-temannya. “Cuma makan siang doang.” Ia pun langsung mengambil tas selempang berwarna hitam kecil itu dan pamit pada teman-temannya yang masih duduk di ruang itu.


“Daah ...” Rara melambaikan tangan dan meledek ke arah empat wanita di dalam sana.


“Pokoknya oleh-oleh,” teriak Ratmi.


“Aku mau D’crepes tuna pizaa, Ra,” teriak Nayra.


“Aku beef burger,’ sahut Widya.


“Aku mentahnya aja, Mbak Ra,” celetuk Husna.

__ADS_1


Rara tertawa dan menggelengkan kepalanya. Lalu, menutup pintu ruangan itu kembali dengan rapat. Ia pun bergegas menemui Reihan di parkiran.


Rara berjalan cepat menuju mobil Reihan. Di dalam sana, reihan dapat melihat Rara yang tengah menghampirinya dengan sekali-kali berjalan menunduk karena cuaca hari ini cukup terik.


Pria itu terasenyum sendiri melihat Rara yang kepanasan dan berlari cepat menuju mobilnya. Dan, tak lama kemudian membuka pintu mobil itu.


“Masya Allah panas banget ya.,” kata Rara setelah masuk ke dalam mobil Reihan.


“Ini aku gedein AC-nya.” Reihan memutar tombol AC, lalu menjalankan mobilnya perlahan.


Kebetulan area parkir sekolah itu cukup luas, atau mungkin sangat luas, karena yayasan pendidikan ini adalah yayasan pusat sehingga luasnya pun berkali lipat dari yayasan cabang. Apalagi di sini juga terdapat semua jenis jenjang pendidikan dari mulai palygroup, taman kanak-kanak, sekolah menengah pertama, menengah atas, hingga perguruan tinggi.


“Kita makan dimana?” tanya Rara.


“Kamu maunya dimana?” Reihan balik bertanya sembari tetap fokus pada setirnya.


“Terserah. Aku ikut aja, yang penting nanti ada D’crepes nya.”


“Buat apa?” tanya Rei lagi.


“Buat Bu Ratmi, Nayra, Widya, dan Husna.”


“Mereka tahu kita makan siang bareng?” tanya Rei terkejut.


Rara nyengir. “Maaf. Tadi pas kamu WA, ponselku lagi di tangan Husna.”


Reihan tersenyum. “Ya ngga apa-apa. Aku sih ngga apa-apa. Aku cuma takutnya kamu malah yang risih. Pasti mereka hebohin kamu karena jalan sama aku.”


Rara kembali tertawa. “Kok tau.”


“Ya, soalnya cuma tim pengajar dari TK yang heboh kalau aku datang.”


Rara kembali tertawa. “karena semuanya ngefans sama kamu.”


“Termasuk kamu?” tanya Reihan tersenyum sembari melirik ke arah Rara.


“Ish pe-de banget sih.”


Reihan pun tertawa. “Becanda, Ra.”


Seketika keadaan di dalam mobil pun hening, hingga Rara berkata terlebih dahulu.


“Aku putar ....”


Perkataan Rara terpotong, ketika tangan Rara bersentuhan dengan tangan Reihan saat keduanya hendak menyalakan musik pada alat yang ada di tengah-tengah mereka.


“ups, maaf.” Reihan menarik tangannya lagi dan membiarkan Rara yang mengendalikan audio touch screen for cars itu.


Mereka tampak canggung setelah tangan itu saling bersentuhan tak sengaja.

__ADS_1


__ADS_2