Istriku Canduku 2

Istriku Canduku 2
Ardi, Nina, dan Matt


__ADS_3

David mengekori Sari yang berjalan menuju kamar mandi. Pagi ini, ia ingin menggunakan alat tes kehamilan yang kemarin David beli.


“Ih, kamu ngapain ngikutin aku.” Sari menahan dada David yang ingin masuk ke dalam kamar mandi.


“Aku juga mau lihat hasilnya.”


“Iya, tapi nanti.”


“Sekarang.” David menerobos dan memaksa masuk.


Sari mengerucutkan bibirnya. “Nyebelin.”


“Biarin.” David mengecup sekilas bibir Sari yang mengerucut.


Sari hendak menggunakan alat tes itu di depan suaminya, walau sebenarnya ia sangat malu. Padahal David sering melihat tubuhnya yang polos. Namun, membuka sedikit bagian kewanitaannya saja, pagi ini terasa canggung.


“Aku malu, Mas.”


“Aku sudah sering melihat ini, kenapa malu?”


“Ish, pemaksa.”


David tetap berdiri di depan Sari dan memperhatikan proses itu.


Sari berdiri di depan cermin, sambil menunggu hasil alat itu. David pun menunggu hasil tes itu dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Sari dari belakang, lalu menempelkan dagunya pada bahu istrinya itu.


Perlahan Sari mengambil alat tes yang sudah menunjukkan warna. Seketika, keduanya tersenyum melihat dua garis merah yang tercetak jelas.


“Alhamdulillah.” Ucap syukur David, sambil memeluk erat tubuh Sari dan mengecup bahunya berkali-kali.


Sari mengelus kepala suaminya dari arah depan. Mereka saling bertatapn dari cermin.


“Aku bahagia, Sayang.” David masih mengecup leher dan bahu Sari.


“Melvin, kamu akan memiliki adik.” Kata David lagi.


“Aku ingin kamu menemaniku saat melahirkan.” Sari memperingatkan suaminya, agar tak melakukan kejadian buruk itu lagi.


Ia membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan suaminya.


“Aku akan menemanimu di mana pun dan kapan pun. Janji.” David mengangkat kedua jarinya ke atas.


“Sekesal apapun, kamu tidak boleh marah-marah, apalagi kasar padaku.”


David mengangguk.


“Aku tidak pernah semarah itu dalam hal yang lain.”


Sari tersenyum. “Dasar posesive.”


David tertawa.


****


Malam harinya, David sengaja mempersiapkan pesta kecil-kecilan untuk keluarganya, dalam rangka merayakan kab gembira ini, kabar akan hadirnya anggota keluarga baru lagi nantinya.


“Sari, selamat ya. Cepat sekali Melvin akan memiliki adik.” Ucap Elvira, memeluk tubuh mungil menantunya.


“Sepertinya, cucu kita akan banyak, Mom.” Sahut Ratih.


Kemudian, Elvira, Teguh, dan David pun tertawa. Sam dan George, hanya tersenyum karena mereka tak mengerti ucapan Ratih.

__ADS_1


Di dapur, Ardi membantu Nina dan nancy menyiapkan makanan dan minuman.


“Hai, ada perayaan tak mengundangku. Kejam sekali kau, Kak.” Ucap Mat yang tiba-tiba datang.


“Aku ingin mengundangmu, tapi sepertinya kau sibuk.” Jawab David santai.


“Aku tidak sibuk, jika untuk urusan keluarga. Keluarga nomor satu, bukan begitu?”


Sejak kepergian ibunya, Mat merasa sangat kesepian. Walau sebelumnya pun, ia sudah merasa kesepian. Ia ingin seperti kakaknya, memiliki keluarga.


Mat menghampiri Nina yang berada di dapur.


“Hai cantik. Ini kamu yang membuat? Hmm.. manis, sama sepertimu.” Mat meneguk minuman dingin berwarna merah itu, lalu meminumnya di depan Nina.


Nina yang tak mengerti ucapan Mat pun, hanya tersenyum.


Ardi ikut berdiri di samping kiri Nina, sementara Mat di samping kanannya.


“Nin, Kamu ngerti ucapannya?” Tanya Ardi melirik ke arah Mat.


Mat pun melirik ke arah Ardi dan Nina bergantian.


“Kalau ngga ngerti, jangan senyum-senyum.” Kata Ardi kesal.


“Justru karena aku ga ngerti, jadi aku senyum aja.”


Ardi menarik lengan Nina, dan menggeser tubuh Nina untuk berdiri di belakangnya.


“Apa masalahmu? Kau juga menyukainya?” Tanya Mat pada Ardi.


Kini keduanya saling berhadapan.


“Kalau iya, kenapa? Jangan coba-coba mendekatinya.” Ucap Ardi spontan, ia tak berpikir apapun. Ia hanya merasa pria ini berbahaya dan harus melindungi Nina.


“Baiklah. Ternyata semua wanita di sini sudah memiliki pasangan.” Mat pergi meninggalkan Nina dan Ardi.


“Mat, mereka tamu kita, jagalah sikapmu.” Ucap Nancy yang di acuhkan oleh Mat.


Setelah acara makan malam, kedua keluarga ini berbincang hangat. Mat terdiam, memperhatikan semua orang di sini dengan berbicara dalam dua bahasa.


David duduk di samping adiknya yang sedang duduk sendirian, sambil memakan kacang almond.


“Aku ingin bisa berbahasa Indonesia.” Ucap Mat, membuat Davd mengeryitkan dahinya.


“Untuk apa?”


“Untuk mendapatkan wanita asia sepertimu.”


David tertawa.


“Bukannya kamu sudah punya pacar?”


“Hanya teman bercinta.” Jawab Mat santai.


David menggelengkan kepalanya.


“Setelah urursanku di sini selesai, aku akan investasi ke sana dan menetap di sana sepertimu.” Ucap Mat lagi.


“Hei, lalu siapa yang akan mengurus perusahaan Daddy?” Tanya David kesal.


“Kau?’

__ADS_1


“Tidak bisa, aku juga sudah membuka perusahaan di sana. itu tidak bisa di tinggalkan begitu saja.”


“Kalau begitu kita barter. Aku mengurusi perushaanmu dan kau mengurusi perusahaan Daddy. Kau dan keluargamu tinggal di sini.” Mat mengulurkan tangannya.


“Tidak semudah itu, karena semua assetku di sana milik istriku, atasnama dia.”


“Apa? Apa kamu gila?” Mat tertawa.


“Ternyata sebesar itu cintamu padanya? Luar biasa.” Mat terkejut. Ia baru tahu sisi lain dari sang kakak.


“Jika pria sudah nyaman dengan seseorang, dia juga mampu memberikan segalanya, Mat.”


“Oke.” Mat mengangguk setuju, karena mungkin dirinya akan seperti sang kakak, jika sudah menemukan wanita yang tepat.


“Kau menyukai Nina?” Tanya David yang mengikuti arah mata sang adik.


“Hmm... entahlah, tapi dia cantik.”


“Adik iparku juga menyukainya. Kau punya saingan yang berat, karena Nina pun menyukai adik iparku.”


“Oh, ya? Menarik.” Ucap Mat santai.


David hanya menggelengkan kepalanya. Sungguh melihat Mat, seperti cerminan dirinya dulu.


“Mat, bisa minta tolong antarkan Nina, ke supermarket?” Tanya Sari, tiba-tiba meghampiri sofa yang di duduki Mat dan David.


“Ada apa, sayang?” Tanya david menggunakan bahasa Indonesia.


“Nina datang bulan dan tidak mempersiapkan pembalut. Dia ingin beli sekarang.”


“Mba, biar Aedi yang mengantar Nina ke supermarket.” Celetuk Ardi.


“Memang kamu tahu jalanan di sini?” Tanya Sari yang membuat Ardi langsung terdiam.


David tertawa, melihat kelakuan adik iparnya.


“Oke, Ayo!” Kata Mat yang langsung ebrdiri dan mengambil kunci mobilnya.


“Aku ikut.” Ucap Ardi yang tidak rela membiarkan Nina pergi bersama adik dari kakak iparnya ini.


Ardi langsung mengambil jaketnya. Sementara Nina hanya bingung.


“Ada yang maiu kamu beli juga di minimarket?” Tanya Nina pada Ardi.


“Perempuan dan laki-laki itu tidak boleh berdua saja di dalam mobil, karena akan ada orang ketiganya, yaitu setan.” Jawab Ardi.


“Iya, kamu setannya, kan orang ketiganya kamu.” Celetuk Teguh yang mendengar penuturan Ardi tadi.


Ratih, Elvira, Sari, dan David pun tertawa.


Ardi merengut dan berjalan lebih dulu keluar.


“Kenapa dia, Pak?” Tanya Ratih pada Teguh.


“Ndak tau. Ah, namanya juga anak muda, Bu.”


Ratih mengangguk, walau tak mengerti maksud suaminya.


Nina pmit pada semua orang di sana. lalu, Mat mengantar Nina dan di temani Ardi. Mereka bertiga berada di dalam mobil itu. Ardi meminta Nina duduk dibangku belakang dan Nina menurut. Sesampainya di minimarket, Ardi selalu menggenggam tangan Nina.


Mat hanya tersenyum, melihat ke posesive-an Ardi.

__ADS_1


Ardi tidak tahu, apa yang ia lakukan pada Nina. Sementara Nina sangat senang di perlakukan seperti ini oleh Ardi. Di Malang, tepatnya sebelum Ardi berangkat pertama kali meninggalkan kota itu untuk melanjutkan pendidikan militernya. Ia akhirnya jadian dengan Dinda, perempuan yang ia taksir sejak duduk di bangku sepuluh. Dinda juga meninggalkan kota Malang karena di terima di Fakultas kedokteran Negeri di kota Surabaya. Mereka berikrar akan mengejar cita-cita terlebih dahulu dan akan kembali untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius nantinya. Saat ini Ardi dan Dinda menjalani LDR (Long Distance Relationship) dengan tetap saling berkomunikasi melalui whatsapp dan telepon dalam setiap kegiatan masing-masing.


Sementara Nina, tidak mengetahui hal itu. Yang Nina tahu, Ardi masih sendiri dan tidak memiliki pacar.


__ADS_2