
David mengajak Sari jalan-jalan. Kebetulan Nina tadi memberitahu bahwa popok Melvin habis, sekalian mereka pergi bersama.
David tetap dengan kaos oblong putih dan celana cargo pendek, sedangkan Sari yang baru selesai keluar dari kamar mandi menggunakan kaos lengan panjang dengan sedikit terbuka di kedua bahunya, bermotif garis-garis horizontal warna hitam putih dan celana panjang hitam.
“Hai, kamu sudah bangun.” Sari menghampiri Melvin yang sedang tengkurap di ranjangnya.
Kemudian, ia menempelkan hidungnya pada hidung Melvin yang sudah terlihat mancung. Melvin yang sedang tengkurap pun merespon candaan ibunya. Kakinya bergerak kencang dan bibirnya tersenyum lebar.
“Ayo, kita jalan-jalan keluar!” Kata David sambil mengangkat Melvin dan menggendongnya.
“Loh, kamu tidak kerja?”
David menggeleng.
“Aku ingin jalan-jalan bersama kalian.”
Sari mengeryitkan dahinya. “Tumben.”
“Aku tidak ingin kamu ke supermarket sendirian, dan nanti di sana banyak pria yang memandang istriku.”
Sari mengerucutkan bibirnya. “Dasar posesive.”
David tersenyum dan melewati sari dengan mencolek dagunya.
“Ayo, sayang.”
Sebenarnya ia kesal dengan keputusan Sari hari ini. namun, ia ingin menghilangkan kekesalannya dengan berjalan bersama orang-orang yang di cintainya.
__ADS_1
“Kita mau kemana?” Tanya Sari.
“Aku sebenarnya kurang tahu tempat rekreasi yang bagus di sini. tapi kemarin aku lihat ada aquarium besar di salah satu mall terbesar di daerah jakarta barat.”
“Oh, iya aku tahu.” Jawab Sari.
Mereka pun tersenyum.
Empat puluh menit kemudian, David dan Sari sampai di sebuah mall yang sangat besar, karena terdapat dua mall berdampingan di sana.
Mereka pun memasuki area aquarium besar. David menggendong Melvin dengan gendongan depan, sementara Sari membawa tas bayi berukuran kecil.
“Mas, kamu tunggu di sini aja. Biar aku yang mengantri tiketnya.”
“Oke.” David mengangguk.
“Dasar laki-laki, baru di tinggal sebentar.” Gumam Sari, lalu melihat ke arah yang lain.
David pun sesekali melihat ke arah Sari yang tengah mengantri.
Sari berdiri tapi tak bisa diam. Terkadang ia menggerakkan kakinya untuk menghilangkan rasa jenuh karena cukup lama mengantri. Lalu, ia menunduk, sambil melihat kakinya.
“Ups, maaf.” Kata Sari saat dirinya menyundul bahu pria yang ada di depannya, karena posisi menunduknya yang agak maju ke depan.
Pria itu menoleh dan tersenyum. “It’s oke.”
Sari pun tersenyum.
David melihat Sari yang tengah tersenyum manis pada pria itu. Rahangnya langsung mengeras. Ia ingin melihat Sari cemburu tapi ternyata dirinya sendiri yang di bakar api cemburu.
__ADS_1
David langsung berdiri, meninggalkan wanita yang masih duduk di sebelahnya itu dan menghampiri Sari.
“Sayang.” Panggil david pada Sari. Pria di depan sari pun ikut menoleh.
“Ya.” Sari menatap wajah David.
“Sini aku yang antri, kamu pasti capek.”
“Kalau begitu, biar Melvin sama aku.”
“Tidak usah, tidak apa.” Ucap David. Lalu, Sari duduk di tempat David tadi.
David membulatkan matanya ke arah pria yang berdiri antri di depannya. Mata David yang melotot cukup membuat pria itu ciut dan kembali memposisikan tubuhnya lurus ke depan.
Di dalam aquarium besar itu, Melvin terus menggerakkan kakinya kencang, seolah menunjukkan bahwa ia senang di ajak jalan-jalan oleh kedua orang tuanya.
Sari pun terus mengmbang senyum, melihat bayinya itu, di tambah sang suami yang selalu siaga menjaga buah hatinya.
David berjalan sambil menggandeng pinggang sang istri menelusuri binatang laut yang di suguhkan di dalam sana dengan menggendong Maelvin dk depan dadanya.
Setelah puas berada di sana, mereka ke area terbuka mall itu yang berada di paling atas.
Sari langsung berpose centil.
Sedangkan David tersenyum gemas ke arahnya
__ADS_1