
David dan Malik bersiap menemui ketua Instansi pemberantasan korupsi untuk menindak lanjuti kasus Dito. Mereka sampai di sebuah restoran mewah dengan konsep tertutup, karena di restoran ini menyediakan bilik-bilik tertutup untuk memberikan kenyamanan pada pelanggannya.
Malik dan David sampai di sebuah bilik yang telah di sepakati sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Mereka masuk dan mendapati dua orang di sana.
“Hai, saya Malik.” Ucap Malik bersalaman kepada dua orang pemuda di sana, yang satu seusia David dan yang satunya lagi sekitar di atas David sepuluh tahun.
“Hai, saya Faris, juru bicara dari instansi ini.” Jawabnya.
“Dan, ini ketua saya.” Faris memperkenalkan pria di sebelahnya.
“Hai, saya Riza.” Riza mengulurkan tangannya pada Malik.
“Oh iya, dan ini bos saya.” Malik memperkenalkan David pada Faris dan Riza.
“Anda berkewarganegaraan Inggris?” Tanya Riza pada David.
“Betul. Sebelumnya saya minta maaf karena telah ikut campur urusan dalam negeri kalian. Tapi ini juga menyangkut ayah mertua saya yang pernah di jebak oleh atasannya yang tak lain adalah bapak Dito Kusumo.”
“Ya, saya lihat profil anda. Ternyata istri anda adalah orang Indonesia.” Sahut Faris.
“Betul sekali.” David mengangguk.
Kemudian, Malik menyerahkan amplop coklat ke tangan Riza dan Faris.
“Ini, di sana lengkap bukti-bukti penyelewengan dana yang dilakukan Dito selama ini.” Kata Malik.
Faris dan Riza langsung meraih benda coklat itu dan membukanya. Mereka memang telah menargetkan Dito, tapi selalu gagal ketika mendapatkan bukti.
“Luar biasa, amazing.” Ucap Riza.
“Anda bisa mendapatkan bukti bagus seperti ini? Luar biasa.” Sahut Fars tersenyum ke arah Riza.
“Akhirnya, kami bisa menangkapnya.” Ujar Riza lagi.
__ADS_1
“Satu lagi, Pak. Menurut informasi orang saya, malam ini tepatnya pukul 11. Dia berada di hotel XXX kamar 411 bersama seorang artis terkenal yang dia booking dengan harga tinggi.” Kata David.
“Benarkah?” Tanya Riza tak percaya.
“Betul sekali. Ini buktinya.” Malik memeprlihatkan transaksi Dito yang telah membooking seorang artis terkenal melalui emailnya.
“Amazing. Good job.” Ucap riza sumringah.
“sungguh ini informasi yang tak ternilai harganya. Sungguh saya sangat berterima kasih pada anda, pak David.” Riza berkata lagi.
David mengangguk. “You’re welcome.”
“Saya bisa pastikan, ketika anda menemukannya di kamar hotel itu jam 11 malam, Dito dalam keadaan membawa uang 800 juta di koper yang ia simpan di bawah tempat tidur hotel itu.” Ucap Malik.
“Karena itu sisa dari transaksi yang ia lakukan pada PT. Gemilang sebagai kelancaran bisnisnya untuk memudahkan lahan pemerintah yang di garap menjadi apartemen.”
Riza dan faris semakin tersenyum. Mereka mengangguk.
“Terima kasih, Pak.” Faris menyalami Malik dan David, begitu pun Riza.
“Oiya, jika anda ada masalah dengan visa atau perizinan tinggal, hubungi saya. Sebagai ucapan terima kasih, saya akan membantu anda untuk bisa tinggal di sini selama yang anda inginkan.” Ucap Riza lagi.
David mengangguk dan tersenyum. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampau. Niat menjatuhkan Dito untuk balas dendam, ternyata ia malah mendapatkan keistimewaan untuk bisa selalu dekat dengan anak istrinya.
“Baiklah, kami pamit.” Ucap Faris dan Riza.
Mereka pun berlalu dari hadapan David dan Malik.
“Thank you, Malik. Kamu benar-benar bisa saya andalkan.” Kata David mengajak Malik untuk mengadukan gelas yang ia pegang.
Malik pun mengikuti apa yang David lakukan. Ia tersenyum.
“You’re welcome, Sir. You’re my Boss. Jadi apapun yang anda perintahkan akan saya lakukan.” Ucap Malik.
__ADS_1
“Lalu, apa yang kamu inginkan dari keberhasilanmu yang luar biasa ini?”
“Hmm...” Malik mengetuk kepalanya.
“Saya bingung, Sir. Saya tidak tahu apa yang saya inginkan sekarang.” Ucap Malik lagi.
“Ya, kemarin kamu baru saja keliling eropa, sekrang kalau aku hadiahkan itu lagi, sepertinya membosankan bukan?”
Malik mengangguk.
“Bagaimana kalau saya siapkan pesta pernikahan mewah untuk mu dan Angel? Itu hadiah dari saya untuk keberhasilanmu kali ini.”
Malik tertawa. “Come on, Boss. You know me. Saya belum berfikit ke arah sana. lagi pula saya rasa Angel pun belum berfikir ke arah sana.”
“Itu katamu, mungkin pikiran Angel berbeda. Tidak ada wanita yang tidak bahagia ketika pasangannya memberi status dalam hubungan mereka.”
“I see.. anda berbeda sekali sekarang, Sir.” Kata Malik dengan senyum penuh makna.
“Itu semua karena pengalaman, Boy. Saya penah di posisimu dan di usiamu. Tapi itu sangat melelahkan. Karena pada akhirnya, kita akan rindu untuk memiliki keluarga, rindu untuk pulang sebagai pelepas lelah.”
“Saya takut gagal, Sir. Karena saya pun dari keluarga yang broken home.” Ucap Malik lirih.
“Kita sama, aku pun seperti itu. Justru dengan pengalaman itu, kita harus lebih baik dari mereka.”
Keduanya menyesap minuman di tangan masing masing.
“Yang penting, kamu tidak salah dalam memilih pasangan. Dan saya rasa, Angel wanita baik, tidak salah jika kamu memilihnya.” Ucap David lagi.
Malik mengangguk.
Memang pria itu akui, Angel dalah wanita yang baik dan selama ini selalu sabar menghadapi pria seperti dirinya. Malik memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dari David, dia dingin, tempramen dan diktator, perkataannya tidak bisa di bantah dan tipe pengatur. Malik selalu ingin menang sendiri dan hebatnya Angel selalu mengalah.
Walau pun ia tidak sering bergonta ganti wanita, tapi tidak jarang ia melakukan hubungan suami istri selama berpacaran dengan Angel. Angel adalah orang pertama untuk Malik dan Malik pun orang pertama untuk Angel. Mereka sama-sama membuka keperawanan dan keperjakaanya tepat pada anniversary di hari jadi pacaran mereka satu tahun yang lalu dan setelah itu mereka sering tinggal bersama dalam satu apartemen. Malik dan Angel berpacaran dua tahun yang lalu. Walau, Malik salah satu pria yang sulit jatuh cinta, tapi sosok Angel mampu membuatnya bergairah. Namun, kini ia ragu, apakah gairah itu adalah cinta atau hanya nafsu semata?
__ADS_1