
Hasrat Akram semakin tak terbendung sehingga dengan secepat kilat lelaki itu menarik tengkuk Adinda membuat bibir merah muda yang sejak tadi mengganggu pikirannya, jatuh begitu saja tepat mendarat di atas bibirnya. Adinda yang seumur hidup belum pernah merasakan bibirnya tertempel oleh bibir lelaki mana pun juga, terdiam dengan tubuh kaku membisu karena tidak pernah merasakan sentuhan bibir seorang pria selama ini.
Adinda masih terlalu polos tentang istilah yang namanya ciumann atau pun sebuah kecuupan singkat karena memang gadis itu selalu menjaga dirinya dengan begitu baik tanpa pernah bergaul bebas dengan lawan jenis.
‘Apa yang sedang terjadi padaku? Kenapa perasaan ini begitu aneh? Apakah aku sedang mengalami halusinasi, jantungku berdebar sangat kencang tapi aku merasa bahagia di saat yang bersamaan,’ batin Adinda yang masih menikmati sentuhan lembut di bibirnya.
Sementara Akram sendiri sudah meraup dan mencecap rasa manis benda kenyal yang terbelah di atas bibirnya, berusaha menyesap tapi sayang ternyata Adinda baru saja menyadari kesalhan dan kekhilafannya barusan.
“Astagfirullah apa yang sudah kulakukan?” tanya gadis itu dengan wajah panik serta memperlihatkan kedua bola matanya yang melotot bulat.
__ADS_1
Bugh!
Dengan cepat Adinda menjadikan siku tangan kanannya sebagai sebuah pukulan telak pada dada bidang nan atletis milik sang duda hingga Akram hanya bisa mengaduh merasakan sakit, tapi bibirnya terlihat menyunggingkan senyum yang begitu sumringah karena baru saja mendapatkan daging mentah yang begitu nikmat dirasakan setelah sekian lama sang duda tak pernah mencicipinya lagi, tepatnya setelah wanita yang ia cintai meninggal dunia ketika melahirkan Caca.
“Dasar badjingan Anda!” ketus Adinda sembari berdiri tapi sayang tubuhnya yang belum seimbang kembali jatuh. Parahnya kali ini sungguh sangat memalukan karena wajah gadis tersebut terjatuh tepat berada di bawah pusar sang duda, membuat lelaki itu melotot tak percaya dengan apa yang dialami oleh Adinda. Ingin sekali rasanya memajukan kepala Adinda tersebut yang jatuh tepat di bagian juniornya hingga membuat daging yang berbentuk sosis besar dengan panjang lebih kurang sekitar 15 cm itu bergerak sendiri karena mendapatkan stimulus yang tak terduga.
“Ah shiiit! Apa yang kamu lakukan di bawah sana, Adinda? Kau sudah membuatnya bangun!”
“Kamu harus bertanggung jawab, padahal sebelum kamu menemuinya kita harus menikah terlebih dahulu? Jangan bilang kalau kamu sudah nggak sabaran untuk bertemu dengannya, atau apa perlu kita menikah sekarang juga?” Akram yang melihat wajah sang janda semakin berwarna merah dan mungkin saja suhunya sudah semakin tinggi akibat rasa malu luar biasa sebab janda perawan itu menjatuhkan wajah pada tempat yang tidak seharusnya.
__ADS_1
“Saya jatuh karena tak sengaja! Siapa juga yang mau menemui benda menjijikkan seperti itu!” kesal Adinda benar-benar ingin sekali mencakar-cakar wajah Akram yang masih saja terlentang di lantai kamarnya begitu santai, bahkan pria itu bukannya langsung duduk dan bangkit dari pembaringannya tapi malah menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan kepala.
Melihat senyum ceria di wajah Akram, spontan saja membuat Adinda menurunkan pandangannya ke arah bawah pusar sang Duda dan melihat sesuatu yang bergerak di sana, membuat Gadis itu bergidik ngeri karena takut benda yang sedang bergerak itu mencari mangsanya.
“Dasar duda yang menyebalkan! Buruan keluar dari kamar saya dan lupakan apa yang tadi sempat terjadi antara kita karena saya ingin pergi sekarang juga dari rumah ini!” usir Adinda yang sudah tak tahan lagi melihat ulah omes Akram yang sungguh tak tahu malu.
Akram bukannya pergi tetapi duda satu anak itu malah tersenyum-senyum sendiri seolah sedang memikirkan sesuatu yang mungkin saja bakal dilakukannya terhadap Adinda.
‘Kenapa si duda ini habis diusir malah senyum-senyum seperti orang gila? Apa jangan-jangan otaknya berubah jadi error akibat tadi kesetrum bibirku? Atau isi dan kepalanya menjadi rusak gara-gara benda bergerak itu?’ Adinda benar-benar merasa bingung karena sepengetahuannya ketika membaca di artikel, seorang lelaki akan berubah naik libi-donya ketika terpancing hasrat tanpa sengaja tapi Akram malah terlihat seperti orang gila.
__ADS_1
‘Lagian alam benar-benar sangat aneh, kenapa aku bisa dibuat jatuh dengan wajah seolah sedang menciumm sellangkangan lelaki ini? Adegan ini benar-benar hal yang sangat memalukan!’ rutuk Adinda pada dirinya sendiri yang tak mampu berdiri dengan baik.
Merasa kesal melihat Akram yang tak keluar juga dari kamarnya, Adinda pun akhirnya menoleh pada koper yang telah Ia persiapkan, lalu menyeret benda berbentuk kotak itu keluar kamar tanpa memindahkan Akram yang masih tidur telentang di lantai kamarnya sembari menghayalkan sesuatu.