Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha
Bab 107


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Reno melaju terus ke arah cafe yang iya beli dari hasil keringatnya sendiri selama bekerja dengan Reza Madani, bahkan pria itu menambah bangunan satu tingkat di atasnya sebagai tempat tinggal. Reno sengaja membawa Adinda ke sana karena memang sepertinya tempat itu adalah Hunian yang paling aman untuknya karena Ketika sang janda tinggal bersamanya, tentu saja tak ada orang lain yang mampu mengusiknya, termasuk Akram sekalipun karena Reno tidak akan membiarkan Adinda turun ke lantai bawah kecuali dengan melakukan penyamaran.


“Kamu tenang saja, di cafe ada ibu Zainab, asisten rumah tangga yang tinggal di lantai atas dan nanti ketika kamu tinggal bersama saya maka saya akan tidur di kamar bawah. Jadi kamu jangan terlalu banyak berpikir tentang sesuatu yang tidak mungkin terjadi, apalagi Cafe saya saat ini alhamdulillah lagi rame-ramenya, kamu juga bisa bekerja di sana dengan sedikit menambah tahi lalat di bagian wajahmu, maka orang lain tak akan ada yang bisa mengenali.” Reza benar-benar memiliki ide yang tiba-tiba saja menari-nari di dalam kepalanya agar gadis itu tetap bisa bebas mau pergi kemanapun Ia suka.


“Pakai tahi lalat? Memangnya bisa?” tanya Adinda ragu kan Gadis itu sebenarnya masih terlalu polos dan tak mengerti tentang begitu mudahnya di zaman sekarang melakukan apa saja agar mempermudah sebuah penyamaran berhasil dengan sukses.


“Itu adalah hal yang sangat mudah, atau apa sebaiknya sekarang saja kamu mengenakan tahi lalat palsu. Saya rasa ini ide yang sangat bagus agar keberadaanmu tak satu pun diketahui oleh orang lain, kecuali kita berdua.” Reno kembali memberikan usulnya, membuat Adinda langsung tersenyum cerah.

__ADS_1


“Apakah itu gak bahaya untuk kulit, Pak?” tanya Adinda yang terlihat masih ragu.


Tentu saja gadis itu merasa begitu ragu untuk mengenakan sesuatu yang belum pernah dicobanya seumur hidup, apalagi selama dirinya berada di Sukabumi belum sekali pun mengenal benda-benda palsu yang bisa digunakan untuk menyamar.


“In syaa Allah bakalan aman, kok. Kamu tenang saja! Yang penting sekarang itu dirimu sendiri yang harus merasa aman dan nyaman, lainnya akan berjalan kayak air mengalir di sungai. Jangan terlalu banyak pikiran, jalan hidupmu masih begitu panjang, apalagi usiamu masih sangat belia dan bisa meraih cita-cita yang sempat tertunda karena pernikahanmu dengan Pak Reza. Maaf kalau saya sedikit mengungkitnya,” ucap Reza menoleh sesaat ke samping lalu kembali fokus pada jalan yang ada di hadapannya.


Pria itu berhenti di salah satu atm yang berada di tepi jalan karena Adinda sebelumnya sempat ingin mengetahui saldo yang ia miliki karena memang gadis itu tak pernah pemeriksa isi ATM nya sejak Reza memberikannya nafkah sesuai surat perjanjian surat kontrak pernikahan yang pernah mereka tandatangani berdua — kecuali kartu kredit yang juga belum pernah ia gunakan.

__ADS_1


“Eh, iya. Saya hanya mau memastikan saja kok. Jika memang MAs Reza menepati janjinya sesuai dengan apa yang pernah ia ucapkan … sepertinya saya bisa membuka usaha, Pak. Saya yakin in syaa Allah bisa tetap bertahan di Jakarta jika memang memiliki usaha di sini. Saya tak ingin membuat ibu banyak pikiran jika saya pulang ke kampung. Saya belum bisa membuatnya bangga karena pernikahan saya kandas dengan mas Reza di tengah jalan.” Adinda terlihat menghela napas berat.


Kedua matanya berkaca-kaca ketika mengingat bagaimana ibunya memohon bersama Bapak dan Ibu Suryo agar dirinya bersedia menggantikan posisi pengantin yang kabur, kala itu. Sayangnya rumah tangga yang tidak didasari dengan cinta ternyata dan niat yang baik sangat mudah goyah, serta hancur bahkan sebelum usia pernikahannya genap satu tahun.


“Hey … kok malah bengong lagi?” Reno menarik pergelangan tangan sang janda hingga membuat Adinda tersentak kaget, mengarahkan kedua matanya pada tangan yang saling bertautan.


‘Astagfirullah, apakah aku nggak salah melakukan semua ini?’

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menyipit, melihat pemandangan yang benar-benar menyesakkan jiwanya dengan kedua tangan yang terkepal di sisi tubuhnya.


Siapa kira-kira?


__ADS_2