
“Assalamualaikum, Mas Re–” Sapaan itu terhenti seketika saat kedua bola mata Adinda menyaksikan apa yang sedang dilakukan suaminya dengan seorang perempuan di atas sofa.
Sontak saja sapaan salam yang diucapkan Adinda barusan, menghentikan aktivitas dua manusia yang pucat pasi di hadapannya.
“A-a-adinda!”
Suara Reza langsung tergagap sementara gadis yang tadi duduk di atas pangkuannya dengan kancing kemeja yang sudah terbuka itu, terlihat salah tingkah. Perempuan itu berusaha secepat mungkin untuk memperbaiki penampilannya padahal jelas-jelas semua sudah terpergok oleh Reno dan Adinda bahkan keduanya sempat melihat kedua bibir manusia itu yang saling menempel penuh nafsu.
__ADS_1
Adinda terlihat mematung ketika menyaksikan dua tubuh manusia yang sepertinya ingin bergulat melakukan sesuatu adegan panas di atas kursi sofa ruang kerja kantor suaminya. Tubuh perempuan itu terlihat sedikit bergetar dengan kedua mata yang telah memerah hingga sudut kelopak matanya itu mengeluarkan bulir-bulir bening yang menganak sungai dan meluncur begitu deras tak mampu dibendung lagi.
Reno yang menyadari bagaimana perasaan istri atasan dan sekaligus sahabatnya itu, langsung saja menepuk-nepuk pundak Adinda dengan begitu pelan, berusaha memberikan support agar Gadis itu merasa kuat menghadapi kenyataan yang sebenarnya.
Hati Adinda benar-benar terasa begitu hancur, ternyata Reza melakukan semua yang ditakutinya bahkan dengan ikatan pernikahan mereka yang belum genap berusia sebulan.
“I-ini tak seperti yang kalian pikirkan? Kami berdua … kami berdua tidak melakukan apa-apa, jadi jangan berpikir macam-macam tentang apa yang kalian lihat barusan! Saya bisa menjelaskan apa yang terjadi barusan,” ucap Reza berusaha menutup sesuatu yang telah dilihat di depan mata kepala istrinya sendiri, bahkan ada Reno sebagai saksi yang juga menyaksikan adegan apa yang baru saja mereka lakukan antara Bos dan sekretaris di ruangan itu.
__ADS_1
Adinda terlihat memejamkan mata berusaha mengontrol emosi yang sudah meledak-ledak naik di atas kepalanya. Seharusnya Reza tidak akan pernah lupa dengan surat perjanjian kontrak yang sama-sama mereka tanda tangani, di mana Adinda tak akan pernah memberikan maaf apabila suaminya itu memiliki perempuan lain atau berselingkuh di belakangnya.
“Mau menjelaskan apa lagi, Mas Reza? Apa kamu ingin menjelaskan kalau adegan yang baru saja saya lihat Itu adalah sebuah perselingkuhan? Atau kamu ingin menjelaskan kalau hari ini juga saya yang hanya sebagai seorang anak pembantu dan telah kamu nikahi … kau jatuhkan talak untuk mengakhiri pernikahan kita!” Adinda berusaha setegar mungkin dan tidak ingin melakukan hal bodo dengan cara melabrak perempuan yang menjadi pelakor dalam rumah tangganya karena itu hanya akan membuatnya terlihat seperti seorang istri yang sangat menyedihkan.
Reza dengan kemeja yang masih berantakan di tubuhnya, tiba-tiba saja begitu cepat berlari menghambur dan berlutut di dekat kaki Adinda.
“Maafkan mas, Adinda … Mas melakukan semua ini karena khilaf sebab semalam sudah sangat merasa bersalah padamu hingga kepala mas ini rasanya sangat pusing. Tolong maafkan kekhilafan mas ini, ya?” Reza memohon dengan kedua tangan memegang kaki istrinya bahkan lelaki itu tanpa tahu malu melakukan itu semua di hadapan Reno dan juga Kamila.
__ADS_1
Sayangnya hati Dinda bukanlah sebuah benda mati yang dengan mudah bisa memaafkan perbuatan yang jelas-jelas kepergok olehnya. Niat hati untuk datang ke kantor sang suami memberikan kejutan sesuai amanah kedua mertuanya ternyata Adinda lah yang mendapatkan surprise atas kelakuan Reza.
“Silakan lanjutkan apa yang ingin Mas Reza lakukan dan kita bertemu di pengadilan!” tegas Adinda mengusap sisa air matanya sebelum membalikkan tubuh meninggalkan lelaki yang telah memberinya penghinaan.