
“Hey, tenanglah! Kenapa wajahmu tiba-tiba saja berubah panik seperti itu? Siapa orang yang kamu maksud? Katakanlah, saya pasti akan melindungimu!” bujuk Reno dengan sengaja menepikan mobilnya di sisi jalan.
Lelaki itu hanya tak ingin Adinda tertekan hanya karena seseorang yang melakukan panggilan pada ponselnya, padahal jelas-jelas orang itu tak akan pernah tahu jika Adinda saat ini sedang bersamanya tapi kenapa janda itu benar-benar terlihat ketakutan seolah-olah orang tersebut sangat berbahaya.
“Memangnya siapa orang yang kamu duga menelpon saya barusan hingga membuatmu ketakutan seperti ini?” Pria itu mencoba menenangkan wanita yang kelihatan sangat panik hingga membuat Reno dengan sengaja keluar dari mobil lalu membuka pintu mobil yang ada di sebelah Adinda, menarik pergelangan tangan perempuan itu hingga Adinda pun menurut saja untuk keluar.
“Tolong antarkan saya ke penginapan saja sekarang, Pak Reno … please!” pintanya dengan sedikit memohon bahkan pancaran mata Gadis itu seolah memancarkan kekhawatiran yang sangat berlebihan.
“Coba tenangkan dirimu terlebih dahulu, setelah itu baru saya akan mengantarmu kemanapun yang kamu mau, asal kamu tidak dalam keadaan yang panik seperti ini karena itu hanya akan membuatmu semakin merasakan. Apa kamu mencurigai jika orang yang menelponmu barusan itu adalah Tuan Akram?” Entah kenapa Reno benar-benar sangat yakin jika perempuan itu begitu takut dengan pria berkuasa serta memaksa.
__ADS_1
“Tuan Akram pasti tak sepintar itu untuk langsung menebak kalau saya sedang berada bersama Pak Reno, tapi saya sangat yakin kalau yang barusan menelpon tadi adalah asisten pribadinya yang bernama Roland, karena pria itu bisa melakukan apa saja!” terang Adinda yang sangat tahu karakter seorang Roland sebagai asisten pribadi mampu melakukan apa saja sesuai keinginannya karena memang lelaki itu memiliki berbagai macam keahlian termasuk bidang IT.
“Pak Roland?” beo Reno dengan dahi yang berkerut.
Lelaki itu tentu saja mengingat dengan jelas siapa Roland sebenarnya, orang yang merupakan tangan kanan Akram Julian Ramindra yang memiliki sifat 11 12 dengan atasannya, berwajah kaku dan tak pernah tersenyum, serta sangat ditakuti banyak orang.
“Astaghfirullah, kenapa aku bisa sampai lupa kalau Pak Reno pasti telah bertemu dengannya, iya kan?” Adinda kembali menuntut jawaban, tapi Gadis itu dengan cepat membalikkan tubuh lalu kembali naik ke dalam mobil karena sudah bisa menebak kalau orang yang barusan menelpon nomor Reno sudah tentu adalah asisten pribadi dari ayah sang Nona kecil yang ia asuh.
“Saya rasa lebih baik kita langsung ke cafe saja, tapi seluruh benda yang kamu bawa dari rumah majikanmu jangan kau bawa ke sana kecuali dokumen-dokumen penting saja, karena saya sangat yakin kalau orang yang bernama Roland itu pasti telah memiliki akses lewat benda yang kamu bawa dari rumah atasannya. Apa kamu bersedia jika seluruh barang-barangmu itu kita simpan di loker penitipan?” usul Reno memberikan ide karena seingatnya seseorang yang terlalu pintar terkadang tidak memikirkan jika objek yang menjadi targetnya bisa saja lebih pandai dari kepintarannya.
__ADS_1
Hanya dengan melihat kepanikan Adinda dan juga menebak nama siapa yang barusan meneleponnya, Reno langsung mengerti kalau selama ini ternyata Adinda memang masih tinggal serumah dengan si Akram itu, karena memang dirinya mendengar suatu waktu dari pak Suryo setelah Adinda bercerai dengan Reza mengatakan, kalau seseorang yang bernama Tuan Akram pernah mengantarkan Adinda ke rumahnya yang pernah ditempatinya bersama mantan suaminya.
“Kalau saya meninggalkan koper serta isinya, terus bagaimana dengan kebutuhan saya ke depannya, Pak?”
“Apa itu artinya kamu kabur dari rumah tuan Akram?” tanya Reno yang mengabaikan pertanyaan Adinda barusan tapi malah kembali memberikan kalimat pertanyaan. Saat ini pria itu sudah berada di balik setir kendali mobil.
“Ya. Saya memang bekerja dengan Tuan Akram sebagai seorang pengasuh dari anaknya yang bernama Caca, tapi saya pergi dari sana bukan karena tak mampu mengasuh putrinya … melainkan saya sudah tak sanggup menghadapi Tuan Akram itu sendiri!”
Jangan lupa tekan tanda love, like dan kasih komentar ya. Terima kasih untuk semuanya. Follow ig putritanjung2020
__ADS_1