
“Saya ini seorang polisi yang pantang untuk mengambil sesuatu yang bukan hak saya, jadi kamu tenang saja, selagi Adinda nyaman dengan kehadiran saya … maaf saya tak akan pernah meninggalkannya!” Romeo dengan sengaja mengucapkan hal-hal yang ia yakini langsung bakal didengar oleh Akram hingga membuat lelaki yang berprofesi sebagai seorang polisi tentu saja dengan mudah menyadari apa yang sedang terjadi.
Romeo benar-benar mengetahui di mana titik Akram sedang berdiri tetapi sayangnya sekarang dia menyadari, kalau ternyata sahabat baiknya yang sedang jatuh cinta itu telah pergi dari tempat semula yang berarti kedatangan Roland ke tempatnya dan Adinda sekarang merupakan perintah sang sahabat.
“Apa!?” Roland bener-bener mengerutkan dahi, tak pernah menyangka jika Romeo sepertinya sedang bersaing dengan sang atasan untuk mendapatkan hati seorang pengasuh. Bukankah itu benar-benar sangat menyebalkan? Dia seolah menjadi seorang pecundang di antara dua sahabat yang sedang berusaha bersaing. Entah itu dilakukan dengan sehat ataukah penuh keculasan dalam mengambil perhatian seorang Adinda.
“Jangan bilang Anda juga sedang berusaha mendapatkan perhatian dari pengasuh Adinda?” Roland menaikkan sebelah alis matanya dengan tangan yang masih setia menggendong Caca tapi setelahnya lelaki itu meludah ke tanah seolah-olah sedang meremehkan seorang Mario dan pergi meninggalkan pria itu sendirian karena Adinda tentu saja mengikuti asisten sang majikan.
__ADS_1
“Maafkan saya, Pak Romeo, sepertinya acara kita hari ini tidak berjalan dengan baik karena tiba-tiba saja Tuan Akram sedang membutuhkan anaknya dan menyuruh kami pulang. Tolong dimaklumi!” Adinda mempercepat langkah kakinya mengejar Roland yang sudah hampir sampai di dekat mobil berwarna hitam.
Romeo hanya bisa tertawa di dalam hati saat menyadari gengsi sahabatnya yang terlalu tinggi untuk mengakui apa yang terjadi pada perasaannya. Entah bagaimana cara lelaki itu bisa menyadarkan Akram supaya lidahnya Mau mengatakan apa yang sedang dirasakan hatinya sendiri. Namun, sepertinya Romeo membutuhkan kerja keras yang super ekstra untuk membuat seorang Akram mengetahui perasaan cinta yang ia punya untuk Adinda.
“Akram … Akram. Sampai kapan lo bertindak seperti ini sama gue? Gue sama sekali nggak mau bersaing sama lo untuk ngedapetin hatinya Adinda tapi hanya ini cara gue untuk mengetahui kalau lo sebenarnya sudah jatuh cinta sama pengasuh anak lo sendiri, sayangnya lo sama sekali nggak mau mengakuinya. Lo bakalan nyesel jika sampai ada seorang lelaki yang Gentlemen mengungkapkan perasaannya sama Adinda dan gayung pun bersambut, maka hari lo bakal mulai terasa kelam setiap saat!” Romeo menggelengkan kepala saat melihat mobil yang membawa Adinda bersama anak asuhnya, mulai menghilang ditelan jarak pandang yang ia lihat.
“Tapi koyok cabe ini gunanya bukan untuk menghilangkan pusing atau sakit kepala, Pak,” jelas pegawai Apotek karena dirinya tak mau pembeli salah dalam menggunakan produk yang mereka jual.
__ADS_1
“Saya tak peduli ini berfungsi menghilangkan rasa sakit kepala ataupun nggak, yang penting koyo ini bisa ditempel di bagian kulit, kan?” tanya Akram sekedar untuk meyakinkan dirinya sendiri jika benda yang ia beli memang bisa menempel di dahi atau di pelipis kiri dan kanannya untuk meyakinkan Adinda saat melihat dirinya terbaring di atas kasur.
“Yang namanya koyok memang menempel di kulit, Pak, karena memang cara kerjanya melalui kulit yang ditempel. Bapak ini sebenarnya membeli koyo untuk sakit kepala atau untuk sakit gigi?” ulang Pegawai itu masih berusaha ingin menjelaskan pada pembelinya agar barang yang diambil sesuai dengan kebutuhannya.
Akram yang sudah tak sabar tetapi pelayan di apotek itu masih saja mempertanyakan hal ini dan itu, membuat dirinya menggeram marah, lalu meletakkan selembar uang berwarna merah di atas meja kasir dan meninggalkan Apotek tersebut dengan wajah kesal, padahal harga koyo Cabe itu hanya sekitar 10.000 saja.
“Dasar orang aneh!” dumel pegawai toko melihat lelaki parlente dengan wajah tampan memasuki sebuah mobil mewah dan mulai meninggalkan areal Apotek tempatnya bekerja.
__ADS_1
Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Akram dengan koyo cabe yang super panas itu? Jawab di kolom komentar.